SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://www.sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://www.sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Disnaker Riau Periksa 4 Orang dari PT Arthindo Utama Terkait Tewasnya Pekerja Tertimpa Menara Rig di Blok Migas Rokan, Pekan Ini Kasus Diekspos

      Disnaker Riau Periksa 4 Orang dari PT Arthindo Utama Terkait Tewasnya Pekerja Tertimpa Menara Rig di Blok Migas Rokan, Pekan Ini Kasus Diekspos

      10/12/2025  ❘  15:30 WIB
    • Usai Sumut dan Aceh, Wako Agung Antar Langsung Bantuan Kemanusiaan ke Sumbar

      Usai Sumut dan Aceh, Wako Agung Antar Langsung Bantuan Kemanusiaan ke Sumbar

      10/12/2025  ❘  11:17 WIB
    • Wako Agung Antarkan Langsung Bantuan Kemanusiaan Ke Posko Bencana Sumut

      Wako Agung Antarkan Langsung Bantuan Kemanusiaan Ke Posko Bencana Sumut

      09/12/2025  ❘  08:51 WIB
    • Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Pekanbaru Aktifkan Pintu Air Sungai Siak Hingga Personel dan Peralatan

      Siaga Cuaca Ekstrem, BPBD Pekanbaru Aktifkan Pintu Air Sungai Siak Hingga Personel dan Peralatan

      09/12/2025  ❘  07:31 WIB
    • Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Pekanbaru Gunakan Dana BTT

      Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi, Pemkot Pekanbaru Gunakan Dana BTT

      09/12/2025  ❘  07:08 WIB
  • Nasional
    • Korban Tewas Bencana Sumatera Sudah 969 Orang, Ini Sebaran Daerahnya

      Korban Tewas Bencana Sumatera Sudah 969 Orang, Ini Sebaran Daerahnya

      10/12/2025  ❘  17:04 WIB
    • Muhammadiyah Desak Pemerintah Tak Cuma Dengar Masukan Pengusaha, Banjir Terjadi karena Deforestasi

      Muhammadiyah Desak Pemerintah Tak Cuma Dengar Masukan Pengusaha, Banjir Terjadi karena Deforestasi

      10/12/2025  ❘  13:19 WIB
    • Rapat Pleno Tetapkan Zulfa Mustofa Jadi Pj Ketum PBNU Gantikan Gus Yahya

      Rapat Pleno Tetapkan Zulfa Mustofa Jadi Pj Ketum PBNU Gantikan Gus Yahya

      10/12/2025  ❘  09:18 WIB
    • Ini Profil 4 Perusahaan yang Disegel KLH Terkait Banjir di Tapanuli

      Ini Profil 4 Perusahaan yang Disegel KLH Terkait Banjir di Tapanuli

      10/12/2025  ❘  09:16 WIB
    • Cuan Lagi! Denda Tambang dalam Kawasan Hutan Resmi Ditetapkan, Batubara Ilegal Rp 354 Juta per Hektare

      Cuan Lagi! Denda Tambang dalam Kawasan Hutan Resmi Ditetapkan, Batubara Ilegal Rp 354 Juta per Hektare

      09/12/2025  ❘  22:44 WIB
  • Ekonomi
    • Musim Banjir, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Naik, Ini Daftarnya

      Musim Banjir, Harga Kelapa Sawit Mitra Plasma Riau Naik, Ini Daftarnya

      10/12/2025  ❘  14:19 WIB
    • BRK Syariah Peduli Penyandang Disabilitas Melalui Program CSR

      BRK Syariah Peduli Penyandang Disabilitas Melalui Program CSR

      09/12/2025  ❘  19:43 WIB
    • Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana

      Agam Kembali Menyala, Sistem Kelistrikan Sumbar Pulih 100% Pascabencana

      09/12/2025  ❘  17:27 WIB
    • Christmas Family Dinner BATIQA Hotel Pekanbaru Blue & Silver Christmas Celebration

      Christmas Family Dinner BATIQA Hotel Pekanbaru Blue & Silver Christmas Celebration

      07/12/2025  ❘  12:10 WIB
    • Rakor Lanjutan, KPK dan BRK Syariah Perkuat Tatakelola dan Pencegahan Korupsi

      Rakor Lanjutan, KPK dan BRK Syariah Perkuat Tatakelola dan Pencegahan Korupsi

      04/12/2025  ❘  12:28 WIB
  • Politik
    • Daftar Lengkap Ketua PAN Kabupaten/Kota se-Riau Hasil Musda Serentak 2025, Minus DPD Siak dan Pekanbaru

      Daftar Lengkap Ketua PAN Kabupaten/Kota se-Riau Hasil Musda Serentak 2025, Minus DPD Siak dan Pekanbaru

      30/11/2025  ❘  08:20 WIB
    • Daftar Lengkap 11 Ketua DPC PDI Perjuangan se Provinsi Riau Periode 2025-2030, Minus Kabupaten Rokan Hilir

      Daftar Lengkap 11 Ketua DPC PDI Perjuangan se Provinsi Riau Periode 2025-2030, Minus Kabupaten Rokan Hilir

      23/11/2025  ❘  18:04 WIB
    • 2 Kali Pemilu PSI Jual Nama Jokowi Tapi Tak Pernah Lolos ke DPR, Apa Penyebabnya?

      2 Kali Pemilu PSI Jual Nama Jokowi Tapi Tak Pernah Lolos ke DPR, Apa Penyebabnya?

      23/11/2025  ❘  08:19 WIB
    • DPP Tunda Umumkan Nama Ketua DPC PDI Perjuangan Rokan Hilir

      DPP Tunda Umumkan Nama Ketua DPC PDI Perjuangan Rokan Hilir

      23/11/2025  ❘  07:59 WIB
    • Susunan Lengkap Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Periode 2025-2030

      Susunan Lengkap Pengurus DPD PDI Perjuangan Provinsi Riau Periode 2025-2030

      22/11/2025  ❘  18:18 WIB
  • Hukrim
    • Wakil Wali Kota Ini Jadi Tersangka Gara-gara Minta dan Atur Proyek di Sejumlah Dinas

      Wakil Wali Kota Ini Jadi Tersangka Gara-gara Minta dan Atur Proyek di Sejumlah Dinas

      10/12/2025  ❘  21:57 WIB
    • Ayah Dibunuh Anak Kandung di Bagan Batu, Pelaku Simpan Dendam Lama karena Tak Direstui Menikah

      Ayah Dibunuh Anak Kandung di Bagan Batu, Pelaku Simpan Dendam Lama karena Tak Direstui Menikah

      10/12/2025  ❘  18:06 WIB
    • Sidang Lapangan Gugatan Yayasan Riau Madani vs PT Langit Biru Grup Awal Bros, Hakim Temukan Limbah Medis Infeksius di Dalam Kontainer

      Sidang Lapangan Gugatan Yayasan Riau Madani vs PT Langit Biru Grup Awal Bros, Hakim Temukan Limbah Medis Infeksius di Dalam Kontainer

      10/12/2025  ❘  09:24 WIB
    • Kejati Riau Tahan Seorang Pengacara dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Migas Rokan

      Kejati Riau Tahan Seorang Pengacara dalam Kasus Dugaan Korupsi Dana PI Blok Migas Rokan

      10/12/2025  ❘  08:34 WIB
    • Menolak Lupa! Aparat Didesak Serius Kejar Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Kasus Kecelakaan Kerja Tewaskan 1 Orang di Blok Rokan

      Menolak Lupa! Aparat Didesak Serius Kejar Pertanggungjawaban Pidana Korporasi Kasus Kecelakaan Kerja Tewaskan 1 Orang di Blok Rokan

      09/12/2025  ❘  15:55 WIB
  • Umum
    • Gandeng Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Apkasindo Riau Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera

      Gandeng Kodam XIX/Tuanku Tambusai, Apkasindo Riau Kirim Bantuan untuk Korban Banjir Bandang Sumatera

      08/12/2025  ❘  17:42 WIB
    • Bawa Energi Baik ,Ini 3 Lokasi Pohon Natal di Rumah

      Bawa Energi Baik ,Ini 3 Lokasi Pohon Natal di Rumah

      06/12/2025  ❘  21:37 WIB
    • Punya Harta Rp 700 Juta, Sudandri Jauzah Besok Dilantik Jadi Sekda Kepulauan Meranti, Ini Sosoknya

      Punya Harta Rp 700 Juta, Sudandri Jauzah Besok Dilantik Jadi Sekda Kepulauan Meranti, Ini Sosoknya

      30/11/2025  ❘  19:02 WIB
    • Jangan Anggap Sepele! Kenali Ciri-ciri Turun Berok atau Hernia

      Jangan Anggap Sepele! Kenali Ciri-ciri Turun Berok atau Hernia

      27/11/2025  ❘  09:04 WIB
    • 9 Buah Ini Bisa Jadi Detoks Alami dan Menjaga Kesehatan Usus

      9 Buah Ini Bisa Jadi Detoks Alami dan Menjaga Kesehatan Usus

      25/11/2025  ❘  12:32 WIB
  • Riau
    • Viral di Medsos! Menu MBG untuk Siswa di Rokan Hilir Dinilai Tidak Layak Konsumsi dan

      Viral di Medsos! Menu MBG untuk Siswa di Rokan Hilir Dinilai Tidak Layak Konsumsi dan 'Membagongkan'

      10/12/2025  ❘  21:41 WIB
    • Aksi Cepat Pilot Tempur Skadron 12, Paksa Pesawat Asing Mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru

      Aksi Cepat Pilot Tempur Skadron 12, Paksa Pesawat Asing Mendarat di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru

      10/12/2025  ❘  21:02 WIB
    • Tingkatkan Sinergi, KI Riau Teken MoU Bersama PTUN Pekanbaru

      Tingkatkan Sinergi, KI Riau Teken MoU Bersama PTUN Pekanbaru

      10/12/2025  ❘  20:46 WIB
    • Lagi, Nelayan di Rohil Kembali Temukan Mayat Mr X di Perairan Panipahan

      Lagi, Nelayan di Rohil Kembali Temukan Mayat Mr X di Perairan Panipahan

      10/12/2025  ❘  19:13 WIB
    • Pemkab Kepulauan Meranti dan Bulog Siapkan Pembangunan Gudang Stok Beras untuk Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

      Pemkab Kepulauan Meranti dan Bulog Siapkan Pembangunan Gudang Stok Beras untuk Perkuat Ketahanan Pangan Daerah

      10/12/2025  ❘  19:08 WIB
  • Sport
    • Tiga Pemain Asing Resmi Perkuat PSPS Pekanbaru

      Tiga Pemain Asing Resmi Perkuat PSPS Pekanbaru

      06/12/2025  ❘  13:40 WIB
    • Francis Yaghr Siap Gabung PSPS Setelah Lolos Tes Medis

      Francis Yaghr Siap Gabung PSPS Setelah Lolos Tes Medis

      05/12/2025  ❘  13:24 WIB
    • PSSI Jatuhkan Denda Rp 55 Juta ke PSPS Pekanbaru, Zidan Dilarang Bertanding 3 Laga

      PSSI Jatuhkan Denda Rp 55 Juta ke PSPS Pekanbaru, Zidan Dilarang Bertanding 3 Laga

      02/12/2025  ❘  14:30 WIB
    • Lampu Stadion Kaharuddin Nasution Belum Penuhi Standar VAR, PSPS Lakukan Peningkatan LUX

      Lampu Stadion Kaharuddin Nasution Belum Penuhi Standar VAR, PSPS Lakukan Peningkatan LUX

      29/11/2025  ❘  14:05 WIB
    • Liga Championship Libur Sebulan, Ini Jadwal Lengkap Pekan 13 dan Klasemen Terbaru Grup Barat

      Liga Championship Libur Sebulan, Ini Jadwal Lengkap Pekan 13 dan Klasemen Terbaru Grup Barat

      25/11/2025  ❘  20:21 WIB
  • Opini
    • Korupsi Membuka Pintu Bencana

      Korupsi Membuka Pintu Bencana

      09/12/2025  ❘  06:27 WIB
    • Krisis Ekologi: Ketika Logika Ekonomi Mengorbankan Keberlanjutan Lingkungan

      Krisis Ekologi: Ketika Logika Ekonomi Mengorbankan Keberlanjutan Lingkungan

      27/11/2025  ❘  09:22 WIB
    • Refleksi Hari Guru Nasional 2025: Menjaga Marwah Guru yang Luhur dan Jujur

      Refleksi Hari Guru Nasional 2025: Menjaga Marwah Guru yang Luhur dan Jujur

      26/11/2025  ❘  11:55 WIB
    • Obituari Chaidir, Dokter Hewan cum Cendekiawan di Kancah Politik Riau

      Obituari Chaidir, Dokter Hewan cum Cendekiawan di Kancah Politik Riau

      19/11/2025  ❘  12:29 WIB
    • Mengapa Terkesan Mudah

      Mengapa Terkesan Mudah 'Menggiring' Gubernur Riau ke Penjara?

      11/11/2025  ❘  13:53 WIB
  • Internasional
    • Pertama di Dunia! Australia Resmi Larang Anak Pakai Media Sosial, Ini Alasannya

      Pertama di Dunia! Australia Resmi Larang Anak Pakai Media Sosial, Ini Alasannya

      10/12/2025  ❘  17:23 WIB
    • Mengenal Metode Miyawaki, Jurus Jepang Menghutankan Lahan Dalam Hitungan Tahun

      Mengenal Metode Miyawaki, Jurus Jepang Menghutankan Lahan Dalam Hitungan Tahun

      08/12/2025  ❘  08:04 WIB
    • Terancam Punah, Kelahiran 2 Anak Singa Putih di Venazuela Disebut

      Terancam Punah, Kelahiran 2 Anak Singa Putih di Venazuela Disebut 'Keajaiban Natal'

      04/12/2025  ❘  20:33 WIB
    • Sempat Disebut

      Sempat Disebut 'Bodoh', Fatima Bosch Asal Meksiko Dinobatkan Jadi Miss Universe 2025, Ini Profilnya

      21/11/2025  ❘  12:43 WIB
    • Membanggakan! ASN Pemkab Kepulauan Meranti Robert Saputra Raih Doktor Cumlaude di Charles University Republik Ceko, Ini Sosoknya 

      Membanggakan! ASN Pemkab Kepulauan Meranti Robert Saputra Raih Doktor Cumlaude di Charles University Republik Ceko, Ini Sosoknya 

      17/11/2025  ❘  08:45 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
biar jelas

Kasus Kematian Bayi Usia 1 Bulan, RSUD Arifin Achmad Dilaporkan ke Polda Riau, Padahal Baru Saja Terima Penghargaan Kualitas Pelayanan Terbaik

29/03/2024  ❘  22:02 WIB • Daerah
Bagikan :
Kasus Kematian Bayi Usia 1 Bulan, RSUD Arifin Achmad Dilaporkan ke Polda Riau, Padahal Baru Saja Terima Penghargaan Kualitas Pelayanan Terbaik

BA, orangtua bayi VAN didampingi kuasa hukumnya melaporkan RSUD Arifin Achmad ke Polda Riau, Jumat (29/3/2024). Foto: Adri

SABANGMERAUKE NEWS, Riau - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad dilaporkan ke Polda Riau buntut meninggalnya VAN, bayi usia 1 bulan yang diduga karena kelalaian penanganan medis. Laporan disampaikan oleh BA, ayah bayi VAN didampingi penasihat hukumnya Ali Akbar Siregar, SH, Jumat (29/3/2024) siang tadi.

Adapun laporan polisi (LP) tersebut diterima langsung oleh petugas piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Riau dengan nomor: LP/B/93/III/2024/SPKT/POLDA RIAU. 

"Hari ini saya mendampingi BA, orang tua bayi VAN untuk melaporkan RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau ke Mapolda Riau," ujar Ali Akbar kepada SabangMerauke News di halaman Mapolda Riau, Jumat sore.

Pelaporan hukum ini berlangsung hanya beberapa saat usai manajemen RSUD Arifin Achmad mendapatkan penghargaan dari Penjabat (Pj) Gubernur Riau, SF Hariyanto sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Provinsi Riau dalam kategori kualitas tertinggi kepatuhan penyelenggara pelayanan publik pemerintah daerah 2023.

Ali Akbar mengatakan, dirinya mendampingi BA orang tua bayi VAN untuk melaporkan RSUD Arifin Achmad atas dugaan kelalaian yang dilakukan pihak rumah sakit milik Pemprov Riau tersebut, diduga menyebabkan bayi VAN meninggal dunia pada Kamis (7/3/2024) silam.

Ia menerangkan, laporan berkaitan dengan dugaan pelanggaran Pasal 359 KUHP yang berbunyi "Barangsiapa karena kelalaiannya menyebabkan orang lain mati, dipidana dengan pidana penjara paling lama lima tahun penjara".

Selain itu, pelaporan juga terkait dugaan pelanggaran Pasal 276 Huruf C Undang-undang Nomor 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan yang berbunyi "Pasien berhak mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai  dengan kebutuhan medis, standar profesi, dan pelayanan yang bermutu". 

"Kami sudah laporkan dugaan kelalaian ini, selanjutnya kepolisian yang akan bekerja mengungkap kasus ini. Kami akan terus mengawal hingga tuntas," tegas Ali.

Gandeng Ahli Kesehatan

Sebelumnya Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPMM) Kota Pekanbaru telaj melakukan pendampingan terhadap orangtua bayi VAN atas kematian putrinya tersebut. FPPMM bahkan menggandeng ahli hukum kesehatan Dian Wahyuni S.KM, MH dalam mengurai secara tuntas kasus meninggalnya bayi VAN. Pengkajian secara hukum, khususnya dari sisi pelayanan medis telah dilakukan intensif.

"TRC PPA Riau siap menerima, membantu dan bergandengan dengan FPPMM sampai masalah ini tuntas dan terang benderang," kata Dian Wahyuni yang merupakan Ketua Tim Reaksi Cepat PPA Riau.

Dian Wahyuni menyinggung soal kinerja Dewan Pengawas RSUD Arifin Achmad yang semestinya bukan cuma mengawasi dari sisi keuangan saja, tapi lebih memperhatikan pengawasan di aspek pelayanan.

"Kasus-kasus yang menyangkut dengan pelayanan di RSUD Arifin Achmad terjadi bukan kali ini saja," tegas Dian.

Desakan FPPMM Pekanbaru

FPPMM Pekanbaru telah mendesak manajemen RSUD Arifin Achmad milik Pemprov Riau membeberkan secara bertanggung jawab dan transparan penyebab VAN, bayi berumur 1 bulan meninggal dunia pada Kamis (7/3/2023) lalu.

Sejak peristiwa terjadi dua pekan lalu, hingga kini pihak rumah sakit dinilai tak memberikan penjelasan yang rasional dan memadai atas penyebab kematian VAN yang diduga karena kesalahan obat dan penanganan medis.

 

Sementara, manajemen RSUD Arifin Achmad dalam klarifikasinya hanya menyebut petugas medis sudah bekerja sesuai SOP dan tidak ada kesalahan dalam pemberian obat kepada bayi VAN. Namun, penjelasan rumah sakit tidak bisa diterima oleh BA, orangtua bayi VAN.

Ketua Forum Pemuda Peduli Masyarakat Miskin (FPPMM) Agus Riano Putra menilai, dari pengumpulan informasi yang dilakukan pihaknya, banyak hal yang tidak transparan dikemukakan RSUD Arifin Achmad dalam penanganan bayi VAN. Hal yang paling krusial yakni pemberian obat yang tidak direkomendasikan untuk bayi. Selain itu, pihaknya juga menyoroti penanganan yang dilakukan tim medis sebelum bayi VAN meninggal dunia.

FPPMM mempertanyakan penjelasan Wakil Direktur RSUD Arifin Achmad Annisa Indrasari yang menyebut petugas RSUD bekerja sesuai SOP dan tidak ada kesalahan dalam pemberian obat.

"Itu kan bahasa teori dia saja, kenapa dia tidak jelaskan penyebab utama kematian? Kenapa tidak jelaskan soal obat? Bagaimana mungkin pasien masuk dengan keluhan utama sakit mata, tapi tidak dilayani dokter spesialis mata sejak masuk rumah sakit hingga meninggal dunia? Ini masih satu soal yang yang harus dijawab. Apakah kondisi seperti itu yang disebut oleh dia (Annisa) sesuai SOP,? tanya Agus Riano.

Keluarga Bayi Tak Puas

Sebelumnya, pihak keluarga bayi usia 1 bulan yang meninggal dunia di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau membantah klarifikasi dari manajemen rumah sakit soal kematian sang bayi. Pihak keluarga pun menyatakan bersedia jika jenazah bayi dilakukan autopsi untuk memastikan penyebab bayi VAN yang diduga karena kesalahan penggunaan obat dan dugaan penundaan penanganan medis.

"Untuk membuktikannya, kami siap untuk dilakukan autopsi. Hanya dengan autopsi dapat diketahui apa penyebab anak kami meninggal dunia," kata BA, orang tua bayi VAN kepada SabangMerauke News, Senin (18/3/2024).

BA curiga dengan tanda-tanda fisik pada bayinya saat meninggal dunia. Dimana keadaan wajahnya menghitam dan perut membesar hingga pusat perut menonjol ke atas.

Keanehan lainnya yakni terjadi kenaikan berat badan yang cukup fantastis, sebelumnya hanya 2,7 kilogram namun saat meninggal menjadi 3,1 kilogram.

BA juga membantah penjelasan RSUD Arifin Ahmad yang menyebut kalau ibu bayi VAN memberikan susu dalam keadaan terbaring. Menurut BA, pemberian susu dilakukan dalam posisi bayi digendong duduk oleh istrinya.

Menurut BA, bayi VAN saat masuk ruang IGD kesadarannya tidak lemah. Ia mengaku bayi VAN awalnya dalam keadaan demam, namun saat dibawa ke puskesmas sebelum masuk rumah sakit, sudah mulai menurun.

BA mengeluhkan soal dugaan belum adanya tindakan terhadap kondisi mata bayi VAN yang meninggal dunia. Kondisi mata VAN masih bengkak namun diduga belum mendapat tindakan medis.

Menurut BA, tidak mungkin pihaknya melarang pemberian obat sesuai yang disarankan oleh tim medis. Sebagai orang awam, mereka sama sekali tidak mengetahui jenis dan tata cara pemberian obat.

"Kan tidak mungkin kami bilang jangan dikasih obat ini jangan kasih obat itu. Kami tidak tahu tentang obat-obatan. Saya rasa siapapun yang dirawat di rumah sakit pasti akan menyerahkan sepenuhnya kepada dokter di rumah sakit," jelas BA.

Penjelasan RSUD Arifin Achmad

Wakil Direktur Medik dan Perawatan RSUD Arifin Achmad, Annisa Indrasari menyatakan kematian bayi VAN di Rumah Sakit Umum Daerah Arifin Achmad Provinsi Riau bukan disebabkan oleh kelalaian dalam pelayanan. Menurutnya, VAN masuk ke ruang IGD pada tanggal 5 Maret 2024 sekitar pukul 21.00 WIB dan keesokan harinya dipindahkan ke ruang Anggrek 1. Dari asesmen perawat pagi, menurutnya VAN sudah mengalami demam selama dua hari.

"Mata sebelah kanan pasien merah dan membengkak serta kesadarannya juga lemah. Dan akan dikonsultasikan ke dokter spesialis mata," jelas Annisa.

Pada hari yang sama, sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga pasien mengeluhkan bahwa mata anaknya semakin merah.

"VAN semakin rewel dan di situ perawat langsung menghubungi dokter anak. Setelah menghubungi dokter tersebut, keluarga korban dianjurkan untuk memberikan kompres mata menggunakan NACL serta memberikan resep obatnya. Perawat juga mengatakan bahwa resep obat yang diberikan berguna untuk mengurangi nyeri pada mata anak," tambahnya.

 

Pada tanggal 7 Maret 2024 sekitar pukul 08.00 WIB, dari pergantian shift malam, menurut Annisa kesadaran pasien cukup bagus. Setelah itu, dokter spesialis anak akan merencanakan untuk melakukan konsultasi gizi dan konsultasi mata.

Namun, kata Annisa,, dalam waktu 40 menit sekitar pukul 10.30 WIB, orang tua melaporkan kepada perawat bahwa VAN tidak sadarkan diri.

"Pada saat dilakukan RJP tampak keluar susu dari hidung. Dan dokter bertanya kepada ibu pasien apakah anak baru diberikan susu sebelumnya. Dan ibu pasien mengatakan dirinya baru memberikan susu kepada VAN dalam posisi berbaring dan sekitar pukul 11.00 WIB pasien dinyatakan meninggal dunia di hadapan keluarga," terangnya.

Annisa membantah telah terjadi malpraktik atas kematian VAN. 

"Semua prosedur dilakukan sesuai dengan SOP dan berdasarkan persetujuan dari pihak pasien. Tidak ada kesalahan dalam pemberian obat atau resep seperti yang diduga oleh keluarga pasien. Semua proses dilakukan dengan koordinasi yang baik dan tidak hanya berdasarkan keputusan dari satu dokter saja," terang Annisa.

Kronologi Versi Orangtua Bayi

Sebelumnya diwartakan, seorang bayi berusia 1 bulan, VAN meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Provinsi Riau. Orangtua bayi mungil tersebut menilai kematian sang anak akibat dugaan kesalahan penanganan medis, utamanya dugaan salah obat.

BA, orangtua bayi VAN menuturkan anaknya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit pada Kamis (7/3/2024) lalu.

BA menceritakan, VAN pada Senin (4/3/2024) mengalami demam ringan dan mata sebelah kanannya gatal-gatal. Keesokan harinya, tepatnya Selasa (5/3/2024) malam, VAN dibawa ke klinik dokter anak karena kondisi matanya sudah mulai membengkak. Namun, karena keterbatasan alat, oleh dokter anak di klinik tersebut, BA diarahkan membawa VAN ke RSUD Arifin Achmad.

"Kemudian saya bersama istri dan anak saya malam itu juga langsung ke RSUD Arifin Achmad," ujar BA kepada SabangMerauke News, Kamis (14/3/2024).

Bayi VAN tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Arifin Achmad sekitar pukul 9 malam. Sejam kemudian, setelah diobservasi dokter, VAN dipasang infus.

Menurut BA, terhitung hingga jam 4 subuh, sudah beberapa dokter secara bergantian memeriksa VAN. Ia heran hasil diagnosa awal dari tiap dokter yang memeriksa justru berbeda-beda.

"Diagnosa dokternya berbeda-beda. Katanya kena gigit hewanlah. Kemudian ganti dokter lagi katanya herves. Terakhir kata dokternya ada bekas luka jadi kena keringat," ujar BA. 

 

Esok harinya, Rabu (6/3/2024) sore, akhirnya bayi VAN mendapatkan kamar rawat inap, setelah 18 jam lebih berada di IGD menunggu mendapatkan kamar rawat inap. Kata BA, infus masih terpasang pada bayi VAN.

Menurut BA, sore itu pihak tenaga medis menyebut kalau dokter yang ready bertugas hanya dokter umum, sementara dokter spesialis anak sudah pulang.

"Besok aja ke poli anak," tutur BA orang tua bayi menirukan ucapan dokter umum yang berbicara kepada dirinya.

BA menjelaskan, sekitar pukul 4 sore, perawat RSUD masuk ke kamar menemui dirinya untuk memberikan resep obat dari dokter. Perawat tersebut menyarankan BA membeli obat di apotek RSUD Arifin Achmad. Namun ternyata stok obat yang diberikan perawat itu habis di apotek rumah sakit.

Karena obat yang diberikan perawat habis di apotek rumah sakit, sang perawat tersebut mengarahkan BA untuk mencari di apotek umum di luar rumah sakit. BA lantas membeli obat dari salah satu apotek ternama di Pekanbaru.

Tiba di rumah sakit, BA menyerahkan obat yang dibelinya kepada perawat. Namun, perawat tersebut justru memberi petunjuk kepada BA cara pemberian obat untuk VAN.

"Perawat langsung mengambil alat suntik tanpa jarum dan mempraktekkan kepada saya cara pemberian obat. Dosisnya 1,7 cc, diminum 4 kali sehari dengan cara disuntikan ke mulut bayi," kata BA.

"Jadwal minum obat yang disarankan perawat yakni pukul 18.00 WIB, pukul 24.00 WIB, pukul 06.00 WIB dan pukul 12.00 WIB," cerita BA.

Namun, bukannya membaik dan sembuh, keesokan harinya, Kamis (7/3/2024), bayi VAN meninggal dunia di ruang rawat inap rumah sakit.

BA menduga, kematian bayinya VAN diduga akibat pemberian obat tersebut. Soalnya, belakangan diketahui pada kotak kemasan, obat yang diberikan tertulis untuk anak berusia 1 tahun ke atas. Sementara, bayi VAN baru berumur 1 bulan 7 hari.

"Kami menduga (kematian) ini karena faktor obat dan adanya dugaan kesalahan penanganan medis," kata BA. (KB-03/Adri Sudiyanto)

Editor: Raya Desmawanto
Tags :RSUD Arifin AchmadBayi VANKematian Bayi VANPolda RiauSabangMeraukeNews

BERITA TERKAIT :

  • Dapat Perintah Bupati Jenguk Mariana Warga Kuansing Pengidap Kanker Payudara Stadium 3, Plt Kadinkes: Kita Jamin Biaya Pengobatannya ke Pekanbaru!

    Dapat Perintah Bupati Jenguk Mariana Warga Kuansing Pengidap Kanker Payudara Stadium 3, Plt Kadinkes: Kita Jamin Biaya Pengobatannya ke Pekanbaru!

    Daerah •
    28/03/2024  ❘  20:09 WIB
  • Pemkab Kabupaten Kepulauan Meranti Berhasil Turunkan Stunting dan Miskin Ekstrem Tinggal 1 Persen Tahun 2024

    Pemkab Kabupaten Kepulauan Meranti Berhasil Turunkan Stunting dan Miskin Ekstrem Tinggal 1 Persen Tahun 2024

    Advertorial •
    28/03/2024  ❘  18:14 WIB
  • 3.508 Personel Gabungan Dikerahkan Untuk Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024

    3.508 Personel Gabungan Dikerahkan Untuk Operasi Ketupat Lancang Kuning 2024

    Daerah •
    28/03/2024  ❘  15:22 WIB
  • Hakim Konstitusi Saldi Isra Dilaporkan Dugaan Miliki Afiliasi Politik dengan PDI Perjuangan, Ini Isi Putusan MKMK

    Hakim Konstitusi Saldi Isra Dilaporkan Dugaan Miliki Afiliasi Politik dengan PDI Perjuangan, Ini Isi Putusan MKMK

    Nasional •
    28/03/2024  ❘  15:42 WIB
  • Anwar Usman Paman Gibran Kena Sanksi Etik Lagi, Ini Tindakannya yang Diadukan ke MKMK

    Anwar Usman Paman Gibran Kena Sanksi Etik Lagi, Ini Tindakannya yang Diadukan ke MKMK

    Hukrim •
    28/03/2024  ❘  13:56 WIB
Lowongan kerja Kini Rohil Novotel Terbaru
DPRD Pekanbaru Hakordia

TERPOPULER

  • Inilah 65 Caleg Terpilih DPRD Provinsi Riau Periode 2024-2029, PDI Perjuangan Tumbangkan Beringin Kuning Golkar 

    Inilah 65 Caleg Terpilih DPRD Provinsi Riau Periode 2024-2029, PDI Perjuangan Tumbangkan Beringin Kuning Golkar 

    06/03/2024  ❘  11:34 WIB
  • Ini Perkiraan Nama-nama Caleg Terpilih DPRD Kota Pekanbaru Hasil Pemilu 2024, PKS Rebut 8 Kursi

    Ini Perkiraan Nama-nama Caleg Terpilih DPRD Kota Pekanbaru Hasil Pemilu 2024, PKS Rebut 8 Kursi

    21/02/2024  ❘  11:46 WIB
  • Jadi Fokus Penertiban Satgas PKH, Ini Daftar Lengkap dan Penyebaran Hutan Konservasi di Riau

    Jadi Fokus Penertiban Satgas PKH, Ini Daftar Lengkap dan Penyebaran Hutan Konservasi di Riau

    16/06/2025  ❘  11:02 WIB
  • Inilah 436 Perusahaan Kelapa Sawit Dalam Kawasan Hutan yang Terima

    Inilah 436 Perusahaan Kelapa Sawit Dalam Kawasan Hutan yang Terima 'Pengampunan' dari Kemenhut, Total Luasan 790 Ribu Hektare

    16/02/2025  ❘  19:33 WIB
  • Bergerak! Jampidsus Bentuk Pokja Satgas Penertiban Kawasan Hutan dari 20 Kejati di Indonesia Termasuk Riau, Ini Daftar Personelnya

    Bergerak! Jampidsus Bentuk Pokja Satgas Penertiban Kawasan Hutan dari 20 Kejati di Indonesia Termasuk Riau, Ini Daftar Personelnya

    23/02/2025  ❘  14:26 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe DPRD Pekanbaru Hari HAM Sedunia 2025

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan