SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Paradoks Ekonomi Sumatera, ISMEI Sumbagteng Desak Pemda Segera Integrasikan RPPLHD ke Tata Ruang

      Paradoks Ekonomi Sumatera, ISMEI Sumbagteng Desak Pemda Segera Integrasikan RPPLHD ke Tata Ruang

      09/06/2026  ❘  20:16 WIB
    • Tangis Bocah Pecah Pagi Itu, Seorang Anak di Rohil Temukan Ayahnya Tergantung di Rumah Kontrakan

      Tangis Bocah Pecah Pagi Itu, Seorang Anak di Rohil Temukan Ayahnya Tergantung di Rumah Kontrakan

      09/06/2026  ❘  13:05 WIB
    • Mafia Kayu Panik! Ratusan Log Ilegal Diamankan Satgas Kemenhut Saat Fajar Menyingsing

      Mafia Kayu Panik! Ratusan Log Ilegal Diamankan Satgas Kemenhut Saat Fajar Menyingsing

      09/06/2026  ❘  10:53 WIB
    • Wow! 953 Siswa SMA-SMK Negeri di Pekanbaru Diterima di Luar Sistem SPMB Online 2025, Bukti Saktinya Jalur Langit? 

      Wow! 953 Siswa SMA-SMK Negeri di Pekanbaru Diterima di Luar Sistem SPMB Online 2025, Bukti Saktinya Jalur Langit? 

      09/06/2026  ❘  09:50 WIB
  • Nasional
    • Harga Pertamax Melonjak Mulai Hari Ini, Ini Penjelasan Resmi Pertamina

      Harga Pertamax Melonjak Mulai Hari Ini, Ini Penjelasan Resmi Pertamina

      10/06/2026  ❘  08:20 WIB
    • Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bea Cukai, Klarifikasi Besar Segera Digelar

      Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bea Cukai, Klarifikasi Besar Segera Digelar

      10/06/2026  ❘  08:07 WIB
    • Lakukan Aktivitas Fotografer-Videografer Ilegal, Kementerian Imipas Deportasi 25 WNA

      Lakukan Aktivitas Fotografer-Videografer Ilegal, Kementerian Imipas Deportasi 25 WNA

      09/06/2026  ❘  20:35 WIB
    • Gegara Nilai TKA Anak Anjlok, Camat Ini Hancurkan Meja di Sekolah, Kini Terancam Dipecat!

      Gegara Nilai TKA Anak Anjlok, Camat Ini Hancurkan Meja di Sekolah, Kini Terancam Dipecat!

      09/06/2026  ❘  13:54 WIB
  • Ekonomi
    • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rabu 10 Juni 2026: UBS, GALERI 24 dan Antam Kompak Stabil, Segini Harganya

      Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rabu 10 Juni 2026: UBS, GALERI 24 dan Antam Kompak Stabil, Segini Harganya

      10/06/2026  ❘  08:25 WIB
    • BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Langsung Balik Menyerang Dolar AS

      BI Naikkan Suku Bunga, Rupiah Langsung Balik Menyerang Dolar AS

      09/06/2026  ❘  18:38 WIB
    • Dari Jurang ke Langit, IHSG Terbang 404 Poin dan Bikin Investor Tercengang

      Dari Jurang ke Langit, IHSG Terbang 404 Poin dan Bikin Investor Tercengang

      09/06/2026  ❘  18:27 WIB
    • Harga TBS Sawit Petani Plasma Rp3.768,52 per Kg, Turun Rp64!

      Harga TBS Sawit Petani Plasma Rp3.768,52 per Kg, Turun Rp64!

      09/06/2026  ❘  17:50 WIB
  • Politik
    • Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      Datang ke Istana Bersama Luhut, Chatib Basri Akhirnya Buka Suara Soal Jabatan Menkeu

      09/06/2026  ❘  19:17 WIB
    • Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      Dari Demo Jalanan ke Lingkar Kekuasaan, Said Iqbal Jadi Penasihat Khusus Presiden Prabowo

      08/06/2026  ❘  11:49 WIB
    • Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      Pigai Bikin Geger! Usul Sipil Duduki Jabatan Polri Picu Gelombang Perdebatan Nasional

      06/06/2026  ❘  19:35 WIB
    • Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      Plt Gubernur Riau; "Saya Tidak Ada Cium Tangan Bapak! Siapa Bapak Rupanya?"

      03/06/2026  ❘  15:16 WIB
  • Hukrim
    • Vonis 3 Tahun untuk Ajudan Sekretaris DPRD Pekanbaru, Hakim Nyatakan Terbukti Rintangi Penyidikan Dugaan Korupsi

      Vonis 3 Tahun untuk Ajudan Sekretaris DPRD Pekanbaru, Hakim Nyatakan Terbukti Rintangi Penyidikan Dugaan Korupsi

      10/06/2026  ❘  08:24 WIB
    • Kasus Pertalite 25 Liter Terdakwa Terancam 6 Tahun Denda Rp 60 Miliar, Hakim Minta Hadirkan Kasat Reskrim

      Kasus Pertalite 25 Liter Terdakwa Terancam 6 Tahun Denda Rp 60 Miliar, Hakim Minta Hadirkan Kasat Reskrim

      10/06/2026  ❘  08:20 WIB
    • Waduh! Uang Minyak PI Blok Rokan Dipinjam Adik Wakil Bupati Rohil Rp 6 Miliar, Kok Bisa?

      Waduh! Uang Minyak PI Blok Rokan Dipinjam Adik Wakil Bupati Rohil Rp 6 Miliar, Kok Bisa?

      10/06/2026  ❘  08:03 WIB
    • Hakim Murka! Adik Bupati Rohil Akhirnya Beberkan Aliran Dana Rp6 Miliar Dari PT SPRH

      Hakim Murka! Adik Bupati Rohil Akhirnya Beberkan Aliran Dana Rp6 Miliar Dari PT SPRH

      09/06/2026  ❘  20:26 WIB
  • Umum
    • Terkuak! Ini Daftar SMA-SMK Negeri di Pekanbaru yang Rekrut 953 Siswa di Luar Sistem SPMB 2025

      Terkuak! Ini Daftar SMA-SMK Negeri di Pekanbaru yang Rekrut 953 Siswa di Luar Sistem SPMB 2025

      09/06/2026  ❘  15:04 WIB
    • Hari Ini Penerimaan Murid Baru SMA-SMK Negeri di Riau Dimulai, Ini Jadwal dan Tahapannya

      Hari Ini Penerimaan Murid Baru SMA-SMK Negeri di Riau Dimulai, Ini Jadwal dan Tahapannya

      08/06/2026  ❘  08:32 WIB
    • BPOM Bongkar Kopi Lokal Berbahaya, Bisa Picu Gagal Ginjal hingga Kematian

      BPOM Bongkar Kopi Lokal Berbahaya, Bisa Picu Gagal Ginjal hingga Kematian

      07/06/2026  ❘  18:09 WIB
    • Duduk Terlalu Lama dan Stres Kerja Bisa Bikin Gemuk, Ini Temuan Mengejutkan Peneliti Dunia

      Duduk Terlalu Lama dan Stres Kerja Bisa Bikin Gemuk, Ini Temuan Mengejutkan Peneliti Dunia

      07/06/2026  ❘  08:08 WIB
  • Riau
    • Wali Kota Pekanbaru: Kita Dorong Masjid Paripurna Lebih Mandiri

      Wali Kota Pekanbaru: Kita Dorong Masjid Paripurna Lebih Mandiri

      10/06/2026  ❘  08:34 WIB
    • Kloter BTH-07 Tiba di Tanah Air, Total 2.211 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali dari Tanah Suci

      Kloter BTH-07 Tiba di Tanah Air, Total 2.211 Jemaah Haji Riau Sudah Kembali dari Tanah Suci

      10/06/2026  ❘  08:01 WIB
    • Azimat Peninggalan Naskah Kuno yang terawat di Museum Sang Nila Utama Riau

      Azimat Peninggalan Naskah Kuno yang terawat di Museum Sang Nila Utama Riau

      09/06/2026  ❘  20:56 WIB
    • Pendaftaran SPMB SMP Pekanbaru Dimulai 22 Juni dan SD 29 Juni

      Pendaftaran SPMB SMP Pekanbaru Dimulai 22 Juni dan SD 29 Juni

      09/06/2026  ❘  20:52 WIB
  • Sport
    • Ole Romeny Menggila, Indonesia Bungkam Mozambik dan Bikin Ranking FIFA Merangkak Naik

      Ole Romeny Menggila, Indonesia Bungkam Mozambik dan Bikin Ranking FIFA Merangkak Naik

      10/06/2026  ❘  08:11 WIB
    • John Herdman Pasang Target Gila! Timnas Indonesia Tak Cuma Menang, Mozambik Harus Dibungkam

      John Herdman Pasang Target Gila! Timnas Indonesia Tak Cuma Menang, Mozambik Harus Dibungkam

      09/06/2026  ❘  10:24 WIB
    • Jhon Arias Menggila! Kolombia Hajar Yordania, Alarm Bahaya Piala Dunia 2026 Mulai Berbunyi

      Jhon Arias Menggila! Kolombia Hajar Yordania, Alarm Bahaya Piala Dunia 2026 Mulai Berbunyi

      08/06/2026  ❘  11:20 WIB
    • Haaland Dibungkam, Odegaard Menyelamatkan Muka! Norwegia Nyaris Tumbang dari Maroko

      Haaland Dibungkam, Odegaard Menyelamatkan Muka! Norwegia Nyaris Tumbang dari Maroko

      08/06/2026  ❘  09:09 WIB
  • Opini
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
    • Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      Magnifica Humanitas sebagai Seruan Moral di Tengah Revolusi AI

      29/05/2026  ❘  07:00 WIB
    • Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      Ketika Integritas Akademik Dipertaruhkan dalam Gelombang Artificial Intelligence

      28/05/2026  ❘  13:53 WIB
  • Internasional
    • New York Mendadak “Lockdown”, Kedatangan Donald Trump Bikin Manhattan Lumpuh Total

      New York Mendadak “Lockdown”, Kedatangan Donald Trump Bikin Manhattan Lumpuh Total

      09/06/2026  ❘  12:42 WIB
    • Sah! Belgia Resmikan PSK Jadi Pekerja Formal, Kini Bisa Dapat Pesangon dan Asuransi

      Sah! Belgia Resmikan PSK Jadi Pekerja Formal, Kini Bisa Dapat Pesangon dan Asuransi

      08/06/2026  ❘  07:50 WIB
    • Konflik Iran Memanas, Paus Leo XIV Tolak Pembenaran Perang AS

      Konflik Iran Memanas, Paus Leo XIV Tolak Pembenaran Perang AS

      07/06/2026  ❘  13:52 WIB
    • Gila! Pemuda Ini Nginap di Hotel Mewah Rp19 Juta Semalam Cuma Bayar Rp160 Doang

      Gila! Pemuda Ini Nginap di Hotel Mewah Rp19 Juta Semalam Cuma Bayar Rp160 Doang

      05/06/2026  ❘  11:14 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Ngeri! Ternyata Bumi Sudah 5 Kali Mengalami Kepunahan Massal, Simak di Sini

14/01/2023  ❘  11:36 WIB • Nasional
Bagikan :
Ngeri! Ternyata Bumi Sudah 5 Kali Mengalami Kepunahan Massal, Simak di Sini

Ilustrasi kepunahan Dinosaurus. Foto: Net

SABANGMERAUKE NEWS - Dinosaurus musnah setelah peristiwa kepunahan massal yang disebabkan oleh tabrakan asteroid di Bumi pada 66 juta tahun yang lalu. 

Namun, sepanjang sejarah Bumi, planet ini telah mengalami lima kali kepunahan massal dengan penyebab yang beragam, apa saja?

1. Kepunahan massal periode Ordoviscian-Silurian

Dilansir dari National Geographic, periode Ordovician-Silurian yakni dari 485 hingga 444 juta tahun yang lalu dan merupakan masa perubahan dramatis bagi kehidupan di Bumi.
 
Selama rentang waktu 30 juta tahun, keragaman spesies berkembang, tetapi saat periode ini berakhir, menandai peristiwa kepunahan massal yang pertama bagi Bumi. 

Penyebab kepunahan massal di Bumi di masa itu, terjadinya glasial besar-besaran yang mengunci air dalam jumlah besar di lapisan es yang menutupi sebagian besar daratan kutub selatan.

Serangan es ini diduga dipicu oleh munculnya Pegunungan Appalachian Amerika Utara. Pelapukan skala besar dari batuan yang baru terangkat ini pun menyedot karbon dioksida dari atmosfer dan mendinginkan planet secara drastis. 

Dampaknya, permukaan laut anjlok hingga ratusan meter, makhluk-makhluk yang hidup di permukaan dangkal melihat habitat mereka menyusut secara dramatis.

Kepunahan massal ini diketahui membunuh sekitar 85 persen semua spesies, yang paling parah terkena dampaknya adalah organisme laut. 

2. Kepunahan massal Devonian 

Akhir Periode ini dimulai pada 383 juta tahun yang lalu, dan peristiwa kepunahan massal ini melenyapkan sekitar 75 persen dari semua spesies di Bumi selama rentang waktu sekitar 20 juta tahun. 

 

Di masa ini, kepunahan massal terjadi dengan penurunan drastis kadar oksigen laut, yang memberikan pukulan besar pada conodont dan kerabat purba cumi-cumi dan gurita yang disebut goniatites. 

Peneliti mengungkapkan cukup sulit menentukan penyebab kepunahan massal yang terjadi pada periode Devonian Akhir ini. 

Namun, kemudian diketahui bahwa peristiwa vulkanisme menjadi pemicu bencana tersebut.

Meletusnya gunung berapi Viluy Traps memuntahkan 240.000 mil kubik lava di tempat yang sekarang disebut sebagai Siberia. 

Letusan vulkanik tersebut memuntahkan gas rumah kaca dan sulfur dioksida, yang dapat menyebabkan hujan asam. Asteroid mungkin juga berkontribusi. 

3. Kepunahan massal Permian-Triassic 

Kehidupan di Bumi pada sekitar 252 juta tahun yang lalu menghadapi apa yang disebut Great Dying. Peristiwa kepunahan massal itu merupakan satu-satunya bencana terburuk yang pernah dialami planet Bumi.

Selama sekitar 60.000 tahun, 96 persen dari semua spesies laut dan sekitar tiga dari setiap empat spesies di darat mati. Hutan-hutan di dunia musnah dan baru puluh sekitar 10 juta tahun kemudian. 

Dari lima kepunahan massal yang dialami Bumi, Permian-Triassic adalah satu-satunya yang memusnahkan sejumlah besar spesies serangga. 

Bahkan, ekosistem laut membutuhkan waktu empat hingga delapan juta tahun untuk pulih. Satu-satunya penyebab kepunahan massal terbesar adalah meletusnya Siberian Traps, yakni kompleks vulkanik yang sangat besar yang memuntahkan 720.000 mil kubik lava melintasi tempat yang sekarang ini Siberia. 

 

Letusan itu melepaskan 14,5 triliun ton karbon, lebih dari 2,5 kali lipat jika setiap ons terakhir bahan bakar fosil di Bumi digali dan dibakar. 

Pemanasan global di masa Permian-Triassic ini menjadi bencana kepunahan massal terburuk dan paling mengerikan. 

Sebab, dalam sejuta tahun setelah kejadian itu, suhi air laut di Bumi dan tanah naik antara minus 3 hingga 1 derajat Celsius (25 hingga 34 derajat Fahrenheit). 

Bahkan, pada 250,5 juta tahun yang lalu, suhu permukaan laut di daerah khatulistiwa mencapai 40 derajat Celsius, setara suhu maksimum standar bak mandi air panas.

4. Kepunahan massal Triassic-Jurassic 

Setelah Bumi dihantam Great Dying dan membutuhkan waktu yang sangat lama untuk pulih. Dengan cepat, makhluk pembangun terumbu yang berbeda mulai bertahan, vegetasi mulai tumbuh subur menutupi daratan, menjadi rumah bagi sekelompok reptil yang archosaurus, yakni cikal bakal burung, buaya, pterosaurus, dan dinosaurus nonavian. 

Akan tetapi sekitar 201 juta tahun yang lalu, kehidupan mengalami pukulan besar lainnya dengan hilangnya secara tiba-tiba hingga 80 persen dari semua spesies darat dan laut. Pada akhir Trias, suhu Bumi menghangat dengan rata-rata penurunan antara minus 15 dan minus 11 derajat Celsius, didorong oleh empat kali lipat tingkat CO2 di atmosfer. 

Kondisi ini mungkin dipicu oleh sejumlah besar gas rumah kaca dari Provinsi Magmatik Atlantik Tengah, sebuah provinsi beku besar di Pangaea tengah, super benua pada saat itu. 

Kenaikan karbon dioksida mengasamkan lautan Trias, sedangkan di darat, vertebrata yang dominan adalah kelompok buaya yang ukurannya jauh lebih besar dari sekarang, banyak yang mati. Dinosaurus paling awal dengan cepat melakukan diversifikasi.

5. Kepunahan massal Cretaceous-Paleogene 

Peristiwa kepunahan Cretaceous-Paleogene adalah kepunahan massal terbaru dan satu-satunya peristiwa yang secara definitif terkait dengan dampak tabrakan asteroid besar. 

Sekitar 76 persen dari semua spesies di planet ini, termasuk semua dinosaurus nonavian, punah. Pada 66 juta tahun yang lalu, sebuah asteroid berdiameter sekitar 7,5 mil atau sekitar 12 Km lebih, menghantam perairan yang sekarang menjadi Semenanjung Yucatan Meksiko. 

Asteroid itu menghantam Bumi dengan kecepatan 72.420 Km/jam, saat membentur perairan ini, batu raksasa itu membuang sejumlah besar debu, puing dan belerang ke atmosfer, menyebabkan pendinginan global yang parah. 

Bahkan, benturan masifnya meninggalkan kawah selebar lebih dari 193 Km. Dalam semalam, ekosistem pendukung kehidupan dinosaurus nonavian pun runtuh, menyebabkan tsunami hebat dan bencana mematikan lainnya.

Kepunahan massal Bumi hari ini 

Kepunahan massal bagi Bumi di hari ini, perlahan mulai terjadi. Bumi saar ini sedang mengalami krisis keanekaragaman hayati dan perkiraan baru menunjukkan, kepunahan mengancam hingga satu juta spesies tumbuhan dan hewan. 

Sebagian besar penyebab kepunahan spesies itu disebabkan oleh aktivitas manusia seperti deforestasi atau penggundulan hutan, perburuan, dan penangkapan ikan berlebihan. 

Ancaman serius lainnya termasuk penyebaran spesies dan penyakit invasif dari perdagangan manusia, serta polusi dan perubahan iklim yang disebabkan oleh manusia. Saat ini, kepunahan terjadi ratusan kali lebih cepat dari biasanya. 

Jika semua spesies yang ada saat ini ditetapkan sebagai spesies sangat terancam punah, hampir punah, atau rentan punah di abad berikutnya.

Jika tingkat kepunahan itu terus berlanjut tanpa melambat, kita dapat mendekati tingkat kepunahan massal dalam waktu 240 hingga 540 tahun. (RE-01)

Editor: Dwi Fatimah
Tags :sabangmerauke newssabangmeraukekepunahan massalkepunahankepunahan massal yang terjadi di bumi

BERITA TERKAIT :

  • Bertemu di London, Ini Yang Dibahas Luhut Pandjaitan dan Surya Paloh

    Bertemu di London, Ini Yang Dibahas Luhut Pandjaitan dan Surya Paloh

    Politik •
    14/01/2023 ❘ 10:22 WIB
  • 2 Menteri NasDem Irit Bicara Soal Reshuffle: Ah, Ngaco Aja, Jangan Tanya Saya!

    2 Menteri NasDem Irit Bicara Soal Reshuffle: Ah, Ngaco Aja, Jangan Tanya Saya!

    Politik •
    13/01/2023 ❘ 20:59 WIB
  • Pemprov Riau Canangkan Lahan 10 Hektar untuk Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Otak

    Pemprov Riau Canangkan Lahan 10 Hektar untuk Pembangunan Rumah Sakit Jantung dan Otak

    Riau •
    13/01/2023 ❘ 20:44 WIB
  • Ini Sebab Anggota DPRD Mencak-mencak SMA Plus Provinsi Riau Tak Lulus Akreditasi

    Ini Sebab Anggota DPRD Mencak-mencak SMA Plus Provinsi Riau Tak Lulus Akreditasi

    Umum •
    13/01/2023 ❘ 19:43 WIB
  • Unek-unek Ma’ruf Amin Soal Capres dan Cawapres 2024: Kalau Bukan Kiai Setidaknya Santri

    Unek-unek Ma’ruf Amin Soal Capres dan Cawapres 2024: Kalau Bukan Kiai Setidaknya Santri

    Politik •
    13/01/2023 ❘ 19:29 WIB
Idul adha lindawati HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    SF Hariyanto Reshuffle Massal 236 Pejabat Pemprov Riau, Ini Daftarnya

    26/05/2026  ❘  19:16 WIB
  • Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    Hasil Audit Inspektorat Riau Terkait Bisnis Seragam Siswa SMA Negeri, 31 Sekolah Diperintahkan Kembalikan Rp 566 Juta ke Orangtua

    31/05/2026  ❘  15:10 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • SF Hariyanto Mutasi 77 Kepala SMAN, SMKN, dan SLB se-Riau, Ini Daftar Kepsek Baru

    SF Hariyanto Mutasi 77 Kepala SMAN, SMKN, dan SLB se-Riau, Ini Daftar Kepsek Baru

    26/05/2026  ❘  19:40 WIB
  • Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    Kejari Kepulauan Meranti Terus Dalami Kasus Dugaan Korupsi BUMD PT Bumi Meranti, Kerugian Negara Masih Dihitung 

    29/05/2026  ❘  19:14 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan