Uzbekistan Bikin Geger! Fabio Cannavaro Siapkan Pasukan Gila Menuju Piala Dunia 2026
Timnas Uzbekistan (getty images)
JAKARTA, SabangMerauke News - Timnas Uzbekistan mulai memanaskan mesin menuju Piala Dunia FIFA 2026 dengan cara diam-diam menyeramkan, Senin, 26 Mei 2026. Pelatih Fabio Cannavaro resmi mengumumkan daftar sementara berisi 30 pemain menuju turnamen terbesar di dunia. Dunia sepak bola mulai melirik Uzbekistan sebagai ancaman baru yang bergerak tanpa banyak suara.
Negara Asia Tengah tersebut memang tidak memiliki sorotan sebesar Brasil atau Prancis. Namun perlahan, Uzbekistan membangun generasi emas paling menjanjikan sepanjang sejarah sepak bola mereka. Kini mimpi besar itu mulai dibawa menuju panggung dunia.
Fabio Cannavaro tampak serius menyusun pasukan tempur untuk Amerika Serikat. Legenda Italia tersebut menggabungkan pemain muda liar dengan senior berpengalaman. Campuran itu membuat Uzbekistan terlihat seperti tim kecil dengan rasa lapar raksasa.
Federasi Sepak Bola Uzbekistan atau UFA memastikan daftar tersebut masih bersifat sementara. Empat pemain nantinya bakal dicoret sebelum putaran final dimulai. Situasi itu membuat persaingan internal skuad semakin panas sejak awal persiapan.
Uzbekistan dijadwalkan berangkat dari Tashkent menuju New York pada Selasa, 26 Mei 2026. Perjalanan panjang tersebut menjadi langkah awal petualangan terbesar sepak bola Uzbekistan. Banyak pemain terlihat membawa wajah serius saat mulai memasuki masa pemusatan latihan.
Selama berada di Amerika Serikat, Uzbekistan bakal menjalani dua laga uji coba penting. Mereka dijadwalkan menghadapi Timnas Kanada pada 1 Juni 2026. Setelah itu, ujian jauh lebih berat menanti ketika bertemu Timnas Belanda pada 8 Juni 2026.
Dua pertandingan tersebut dianggap sangat penting bagi Cannavaro. Ia ingin melihat kesiapan mental dan organisasi permainan tim sebelum memasuki atmosfer Piala Dunia. Laga melawan Belanda bahkan disebut sebagai simulasi tekanan sesungguhnya.
“Kami ingin datang dengan kesiapan maksimal,” ujar Fabio Cannavaro, pelatih Timnas Uzbekistan, Senin, 26 Mei 2026. Juara dunia 2006 bersama Italia itu menilai skuad Uzbekistan memiliki semangat luar biasa. Ia juga menyebut para pemain mulai menunjukkan karakter kompetitif.
Salah satu perhatian terbesar publik tertuju kepada Abdukodir Khusanov. Bek muda Uzbekistan tersebut kini bermain bersama Manchester City di Liga Inggris. Kehadirannya membuat pertahanan Uzbekistan terasa lebih modern dan agresif.
Khusanov menjadi simbol perubahan sepak bola Uzbekistan beberapa tahun terakhir. Dulu pemain Asia Tengah jarang dilirik klub elite Eropa. Kini Uzbekistan mulai mengirim bakat muda menuju liga terbaik dunia.
Performa Khusanov bersama Manchester City membuat namanya cepat melejit. Kecepatan, duel udara, dan keberanian membaca permainan menjadi kekuatan utamanya. Banyak pengamat mulai menyebutnya sebagai salah satu bek muda Asia terbaik saat ini.
Namun Cannavaro tidak hanya bergantung kepada Khusanov. Uzbekistan juga masih memiliki penyerang senior Eldor Shomurodov yang menjadi andalan lini depan. Pengalaman bermain di Turki bersama Istanbul Basaksehir membuatnya tetap menjadi figur penting tim.
Shomurodov dikenal sebagai penyerang pekerja keras dengan insting tajam di kotak penalti. Dalam beberapa tahun terakhir, ia menjadi wajah paling populer sepak bola Uzbekistan. Kini tanggung jawab besar kembali berada di pundaknya.
Selain Shomurodov, Cannavaro juga membawa sejumlah pemain abroad lain. Jaloliddin Masharipov tetap menjadi motor serangan kreatif dari lini tengah. Sementara Otabek Shukurov memberi keseimbangan permainan lewat pengalaman internasional.
Nama Abbosbek Fayzullaev juga mulai mencuri perhatian pencinta sepak bola Asia. Gelandang muda tersebut tampil cukup menjanjikan bersama Istanbul Basaksehir. Kecepatan dan keberaniannya membuat Uzbekistan memiliki senjata tambahan di lini serang.
Meski banyak pemain berkarier di luar negeri, fondasi skuad tetap berasal dari kompetisi domestik. Klub-klub seperti Pakhtakor, Nasaf, dan Neftchi masih mendominasi isi tim nasional. Situasi tersebut menunjukkan perkembangan liga lokal Uzbekistan cukup stabil beberapa tahun terakhir.
Wakil Presiden Pertama UFA, Ravshan Irmatov, menjelaskan alasan membawa 30 pemain sekaligus. Federasi ingin mengantisipasi cedera menjelang turnamen dimulai. Persaingan internal juga dianggap penting menjaga kualitas latihan tetap tinggi.
“Kami harus siap menghadapi segala kemungkinan,” kata Ravshan Irmatov, Senin, 26 Mei 2026. Mantan wasit terkenal Asia itu menilai Piala Dunia membutuhkan kesiapan maksimal. Uzbekistan tidak ingin kehilangan pemain penting mendekati pertandingan pertama.
Perjalanan Uzbekistan menuju Piala Dunia sebenarnya terasa seperti cerita film olahraga klasik. Negara ini bertahun-tahun hidup dalam bayang-bayang kekuatan besar Asia. Namun perlahan, mereka mulai membangun identitas baru lewat pembinaan usia muda.
Generasi sekarang dianggap sebagai kelompok pemain paling berbakat sepanjang sejarah Uzbekistan. Banyak pemain muda mulai menembus kompetisi luar negeri sejak usia dini. Situasi itu membuat mental dan pengalaman mereka berkembang lebih cepat.
Cannavaro sendiri dipercaya membawa sentuhan baru dalam permainan Uzbekistan. Mantan kapten Italia tersebut dikenal menyukai organisasi pertahanan disiplin dengan transisi cepat. Gaya itu mulai terlihat dalam beberapa pertandingan terakhir Uzbekistan.
Meski begitu, tantangan sesungguhnya baru dimulai saat Piala Dunia bergulir. Uzbekistan tergabung dalam grup berat bersama lawan-lawan berbahaya. Namun skuad ini justru terlihat menikmati status underdog.
Uzbekistan bakal membuka perjalanan melawan Timnas Kolombia pada 18 Juni 2026. Duel tersebut diprediksi menjadi ujian mental pertama bagi para pemain muda. Atmosfer Piala Dunia kemungkinan terasa jauh berbeda dibanding laga biasa.
Setelah itu, lawan yang lebih menakutkan sudah menunggu. Uzbekistan harus menghadapi Timnas Portugal pada 24 Juni 2026. Tim Eropa tersebut datang sebagai salah satu favorit juara turnamen.
Banyak pengamat memprediksi Portugal bakal mendominasi grup. Namun Cannavaro menolak timnya datang hanya sebagai pelengkap jadwal pertandingan. Ia ingin Uzbekistan bermain tanpa rasa takut menghadapi siapa pun.
“Kami datang untuk bersaing, bukan sekadar menikmati suasana,” ujar Fabio Cannavaro. Pelatih asal Italia itu meminta pemainnya tampil berani melawan tim besar. Ia percaya tekanan justru bisa memunculkan kejutan.
Pertandingan terakhir grup mempertemukan Uzbekistan dengan Timnas RD Kongo pada 28 Juni 2026. Laga tersebut berpotensi menentukan nasib menuju fase gugur. Banyak pengamat memprediksi perebutan tiket lolos bakal berlangsung sengit hingga laga terakhir.
Di luar lapangan, antusiasme publik Uzbekistan terus meningkat mendekati turnamen. Media lokal mulai ramai membahas peluang sejarah tim nasional. Jalanan Tashkent bahkan dipenuhi atribut sepak bola sejak pengumuman skuad diumumkan.
Bagi sebagian besar pemain Uzbekistan, Piala Dunia terasa seperti mimpi masa kecil. Banyak dari mereka tumbuh dengan menyaksikan turnamen dunia lewat layar televisi kecil. Kini mereka justru bakal berdiri langsung di tengah panggung terbesar sepak bola.
Fabio Cannavaro memahami situasi emosional tersebut dengan sangat baik. Sebagai mantan juara dunia, ia tahu tekanan Piala Dunia bisa menghancurkan mental pemain muda. Karena itu, ia berusaha menjaga suasana skuad tetap santai dan lapar kemenangan.
Uzbekistan memang belum masuk daftar favorit juara dunia. Namun sepak bola selalu menyukai cerita kejutan dari tim-tim yang diremehkan. Cannavaro kini mencoba membawa negaranya menuju kisah ajaib berikutnya di Amerika Serikat. R-02
Daftar Pemain Timnas Uzbekistan di Piala Dunia 2026
Kiper: Utkir Yusupov (Navbahor), Botirali Ergashev (Neftchi), Abduvokhid Nematov (Nasaf)
Bek: Avazbek Ulmasaliyev (AGMK), Jakhongir Urozov (Dinamo), Rustam Ashurmatov (Esteghlal), Umar Eshmurodov (Nasaf), Abdukodir Khusanov (Manchester City), Abdulla Abdullayev (Dibba), Farrukh Sayfiyev (Neftchi), Khojiakbar Alijonov (Pakhtakor), Sherzod Nasrullayev (Pakhtakor), Bekhruz Karimov (Surkhon)
Gelandang: Sherzod Esanov (Bukhara), Odil Khamrobekov (Tractor), Akmal Mozgovoy (Pakhtakor), Otabek Shukurov (Baniyas), Jamshid Iskanderov (Neftchi), Jasur Jaloliddinov (Sogdiana), Aziz Ganiyev (Al Bataeh), Umarali Rakhmonaliyev (Sabah)
Penyerang: Abbosbek Fayzullaev (Istanbul Basaksehir), Jaloliddin Masharipov (Esteghlal), Doston Khamdamov (Pakhtakor), Oston Urunov (Persepolis), Ruslan Jiyanov (Navbahor), Aziz Amonov (Dinamo), Sherzod Temirov (Erbil), Igor Sergeev (Persepolis), Eldor Shomurodov (Istanbul Basaksehir).

