SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Warga Tewas Misterius, Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Berujung Amuk Massa

      Warga Tewas Misterius, Dugaan Keterlibatan Oknum TNI Berujung Amuk Massa

      17/06/2026  ❘  12:06 WIB
    • Plt Gubernur SF Hariyanto Lepas Kontingen Riau ke Ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari Papua Barat

      Plt Gubernur SF Hariyanto Lepas Kontingen Riau ke Ajang Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026 di Manokwari Papua Barat

      17/06/2026  ❘  11:51 WIB
    • Astaka MTQ Kuansing Bersinar, Dishub Tuntaskan Pemasangan PJU Sebelum Pembukaan

      Astaka MTQ Kuansing Bersinar, Dishub Tuntaskan Pemasangan PJU Sebelum Pembukaan

      17/06/2026  ❘  07:48 WIB
    • Gempa Palu M6,7 Bikin Kantor Bupati hingga Hotel Rusak, BMKG Ungkap Kondisi Terkini yang Mengejutkan

      Gempa Palu M6,7 Bikin Kantor Bupati hingga Hotel Rusak, BMKG Ungkap Kondisi Terkini yang Mengejutkan

      16/06/2026  ❘  11:46 WIB
  • Nasional
    • Libur Sekolah Datang, Pemerintah Mendadak Hentikan Dapur MBG di Seluruh Indonesia

      Libur Sekolah Datang, Pemerintah Mendadak Hentikan Dapur MBG di Seluruh Indonesia

      17/06/2026  ❘  13:40 WIB
    • Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur dari Pembelaan Eks Wakil Kepala BGN

      Merasa Dibohongi, Elza Syarief Mundur dari Pembelaan Eks Wakil Kepala BGN

      17/06/2026  ❘  11:47 WIB
    • Purbaya Bongkar Konflik Pajak dan Bea Cukai, Ternyata Sulit Bekerja Sama Bertahun-tahun

      Purbaya Bongkar Konflik Pajak dan Bea Cukai, Ternyata Sulit Bekerja Sama Bertahun-tahun

      17/06/2026  ❘  07:54 WIB
    • BGN Evaluasi Program MBG, Audit Dapur dan Refocusing Penerima Jadi Prioritas

      BGN Evaluasi Program MBG, Audit Dapur dan Refocusing Penerima Jadi Prioritas

      17/06/2026  ❘  07:49 WIB
  • Ekonomi
    • Saat Asia Bingung Cari Arah, IHSG Malah Ngebut Sendirian

      Saat Asia Bingung Cari Arah, IHSG Malah Ngebut Sendirian

      17/06/2026  ❘  09:46 WIB
    • Rupiah Melemah ke Rp17.747 per Dolar AS Jelang Keputusan The Fed

      Rupiah Melemah ke Rp17.747 per Dolar AS Jelang Keputusan The Fed

      17/06/2026  ❘  09:39 WIB
    • Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rabu 17 Juni 2026: Antam Tembus Rp2,8 Juta, UBS dan GALERI 24 Masih Bertahan!

      Harga Emas Pegadaian Hari Ini Rabu 17 Juni 2026: Antam Tembus Rp2,8 Juta, UBS dan GALERI 24 Masih Bertahan!

      17/06/2026  ❘  08:50 WIB
    • Harga Perak Antam Hari Ini 16 Juni 2026 Tiba-Tiba Jatuh! Investor Dibuat Kaget, Kini Tinggal Rp46.600 per Gram

      Harga Perak Antam Hari Ini 16 Juni 2026 Tiba-Tiba Jatuh! Investor Dibuat Kaget, Kini Tinggal Rp46.600 per Gram

      16/06/2026  ❘  15:45 WIB
  • Politik
    • Datangi Rumah Jokowi, Rismon Sianipar Bawa Buku 800 Halaman dan Permintaan Maaf

      Datangi Rumah Jokowi, Rismon Sianipar Bawa Buku 800 Halaman dan Permintaan Maaf

      17/06/2026  ❘  11:45 WIB
    • PSI Balas PDIP soal Jokowi, Bestari: Belum Move On dan Terus Membicarakan

      PSI Balas PDIP soal Jokowi, Bestari: Belum Move On dan Terus Membicarakan

      15/06/2026  ❘  21:06 WIB
    • Eks Menpora Adhyaksa Dault Mencak-mencak Tuding Tyo Ardianto Hina Prabowo: Coba Bapakmu Digitukan!

      Eks Menpora Adhyaksa Dault Mencak-mencak Tuding Tyo Ardianto Hina Prabowo: Coba Bapakmu Digitukan!

      15/06/2026  ❘  07:24 WIB
    • Prabowo Diklaim Pemimpin Reformasi Jilid 2, Kepala Bakom Qodari Banggakan Satgas PKH

      Prabowo Diklaim Pemimpin Reformasi Jilid 2, Kepala Bakom Qodari Banggakan Satgas PKH

      14/06/2026  ❘  22:40 WIB
  • Hukrim
    • Kapal Barang Pembawa Sabu Rp26 Miliar Disergap, Tiga Pria Langsung Terseret Kasus Besar

      Kapal Barang Pembawa Sabu Rp26 Miliar Disergap, Tiga Pria Langsung Terseret Kasus Besar

      17/06/2026  ❘  13:15 WIB
    • Cemburu Buta Berujung Maut, Kisah Cinta Nursafika dan Brondong 23 Tahun Berakhir Berdarah

      Cemburu Buta Berujung Maut, Kisah Cinta Nursafika dan Brondong 23 Tahun Berakhir Berdarah

      17/06/2026  ❘  12:43 WIB
    • Datang Ambil Kacamata, Mahasiswi Ini Malah Temukan Temannya Tewas di Kamar Kos

      Datang Ambil Kacamata, Mahasiswi Ini Malah Temukan Temannya Tewas di Kamar Kos

      17/06/2026  ❘  09:08 WIB
    • Tikar di Atas Ranjang Bikin Warga Merinding, Tukang Urut Rohul Ditemukan Tewas Menggenaskan

      Tikar di Atas Ranjang Bikin Warga Merinding, Tukang Urut Rohul Ditemukan Tewas Menggenaskan

      17/06/2026  ❘  08:46 WIB
  • Umum
    • Panduan Membuat Cold Brew yang Halus, Segar, dan Minim Rasa Pahit

      Panduan Membuat Cold Brew yang Halus, Segar, dan Minim Rasa Pahit

      17/06/2026  ❘  07:53 WIB
    • Piagam Madinah Berusia 1.400 Tahun, Rahasia Nabi Muhammad Menyatukan Umat yang Masih Relevan hingga Kini

      Piagam Madinah Berusia 1.400 Tahun, Rahasia Nabi Muhammad Menyatukan Umat yang Masih Relevan hingga Kini

      16/06/2026  ❘  07:18 WIB
    • Shock! Sayur dan Buah Favorit Masyarakat RI Disebut Paling Banyak Mengandung Mikroplastik

      Shock! Sayur dan Buah Favorit Masyarakat RI Disebut Paling Banyak Mengandung Mikroplastik

      15/06/2026  ❘  11:39 WIB
    • Warga RI Masuk Daftar Negara Paling Dermawan di Dunia, Donasi Kalahkan Banyak Negara Maju

      Warga RI Masuk Daftar Negara Paling Dermawan di Dunia, Donasi Kalahkan Banyak Negara Maju

      15/06/2026  ❘  08:11 WIB
  • Riau
    • Bersama Wako Agung, Warga Rumbai Timur Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-242 Pekanbaru di Danau Bandar Kayangan

      Bersama Wako Agung, Warga Rumbai Timur Meriahkan Jalan Sehat HUT ke-242 Pekanbaru di Danau Bandar Kayangan

      17/06/2026  ❘  11:09 WIB
    • Pilihan Kedua Jadi Penyelamat, Ribuan Calon Murid di Riau Mulai Putar Haluan

      Pilihan Kedua Jadi Penyelamat, Ribuan Calon Murid di Riau Mulai Putar Haluan

      17/06/2026  ❘  09:28 WIB
    • Petir dan Angin Kencang Siap Turun, Daftar Wilayah Riau yang Harus Waspada

      Petir dan Angin Kencang Siap Turun, Daftar Wilayah Riau yang Harus Waspada

      17/06/2026  ❘  08:57 WIB
    • Jelang MTQ Riau ke-44, Kuansing Berbenah, Area Astaka Sudah Dipasangi 13 Titik PJU

      Jelang MTQ Riau ke-44, Kuansing Berbenah, Area Astaka Sudah Dipasangi 13 Titik PJU

      17/06/2026  ❘  08:31 WIB
  • Sport
    • Messi Borong 3 Gol di Laga Argentina vs Aljazair

      Messi Borong 3 Gol di Laga Argentina vs Aljazair

      17/06/2026  ❘  11:51 WIB
    • Lionel Messi Menggila di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Miroslav Klose

      Lionel Messi Menggila di Piala Dunia 2026, Kini Sejajar dengan Miroslav Klose

      17/06/2026  ❘  11:49 WIB
    • Mbappe Pecahkan Rekor Prancis, Tinggal Selangkah Gusur Takhta Klose di Piala Dunia

      Mbappe Pecahkan Rekor Prancis, Tinggal Selangkah Gusur Takhta Klose di Piala Dunia

      17/06/2026  ❘  07:52 WIB
    • Spanyol Nyerang Terus, Tanjung Verde Ketawa Terakhir di Piala Dunia

      Spanyol Nyerang Terus, Tanjung Verde Ketawa Terakhir di Piala Dunia

      16/06/2026  ❘  09:40 WIB
  • Opini
    • Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      Kebangkitan Polandia Menjadi Kekuatan Baru Eropa

      11/06/2026  ❘  08:29 WIB
    • Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      Proses Remedy Framework FSC: APP Group Bergerak dalam Senyap, APRIL Group Tenggelam dalam Ketidakjelasan

      10/06/2026  ❘  19:27 WIB
    • PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      PHR Raup Laba Rp 16 Triliun, Alokasi Dana PI Blok Rokan Harus Jelas dan Transparan: Jangan Lagi Rp 18 Ribu per Bulan! 

      05/06/2026  ❘  12:26 WIB
    • Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      Penguatan Daya Saing UMKM Indonesia Melalui Implementasi Good Governance dan Penataan Pajak

      01/06/2026  ❘  15:34 WIB
  • Internasional
    • India Tiba-Tiba Blokir Telegram! Pemerintah Bertindak Keras Usai Skandal Bocornya Soal Ujian Kedokteran

      India Tiba-Tiba Blokir Telegram! Pemerintah Bertindak Keras Usai Skandal Bocornya Soal Ujian Kedokteran

      16/06/2026  ❘  15:23 WIB
    • Kesepakatan AS-Iran Buka Harapan Baru, Selat Hormuz Jadi Kunci Perhatian Dunia

      Kesepakatan AS-Iran Buka Harapan Baru, Selat Hormuz Jadi Kunci Perhatian Dunia

      16/06/2026  ❘  10:18 WIB
    • PBB Dukung Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah

      PBB Dukung Kesepakatan Damai Amerika Serikat dan Iran di Timur Tengah

      15/06/2026  ❘  07:48 WIB
    • AS-Iran Teken Kesepakatan Damai Hari Ini, Selat Hormuz Terbuka untuk Semua

      AS-Iran Teken Kesepakatan Damai Hari Ini, Selat Hormuz Terbuka untuk Semua

      14/06/2026  ❘  11:22 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Tragedi Pembantaian 2 Ekor Buaya di Kepulauan Meranti: Dugaan Warga Meleset dan Peringatan Keras Pawang

Ali Imran 27/12/2022  ❘  12:09 WIB • Riau
Bagikan :
Tragedi Pembantaian 2 Ekor Buaya di Kepulauan Meranti: Dugaan Warga Meleset dan Peringatan Keras Pawang

Warga belah seekor buaya diduga mangsa dua orang warga di Kepulauan Meranti. Foto: sabangmerauke news/ Ali

SABANGMERAUKE NEWS, Selatpanjang - Meninggalnya dua orang pekerja tual sagu yang diduga kuat akibat dimangsa buaya di Sungai Suir dan Sungai Penyagun di Kabupaten Kepulauan Meranti berujung pada kisah perih. Seakan hilangnya dua nyawa manusia dibalas dengan pembunuhan 2 ekor buaya yang diduga memangsanya.

Warga yang mencari keberadaan korban turut menangkap buaya yang diyakini sebagai pemangsa lewat pawang. Mereka bahkan membelah perut hewan predator itu untuk memastikan keberadaan tubuh korban di dalamnya. Namun dari hasil pembelahan tersebut, warga tidak menemukan potongan tubuh manusia.

Kepala Desa Lukun, Kecamatan Tebingtinggi Timur, Anwar Din mengatakan korban bernama Slamet Ma’arif (37) warga Desa Kriting, Kecamatan Petanahan, Kabupaten Kebumen yang bekerja di kilang Sagu di desanya diduga telah menjadi korban keganasan buaya di Sungai Suir pada Sabtu, (24/12/2022) kemarin.

Buaya yang diduga memangsa Slamet telah ditangkap pada Minggu (25/12/2022). Warga pun beramai-ramai membelah perut buaya tersebut. Padahal pawang buaya mengatakan hewan ini bukanlah predator yang memangsa korban. Namun perkataan pawang tak digubris.

Warga ngotot membelah perut buaya karena sekilas perut satwa liar tersebut tampak besar. Mereka yakin betul buaya itu baru saja menghabisi manusia dan menelannya. 

Setelah dibelah, benar kata pawang, di dalam perut buaya itu memang tidak ada tanda-tanda binatang ini habis melahap manusia. Tapi apa daya, buaya itu sudah mati.

“Setelah dibelah ternyata tidak ada potongan tubuh Slamet di dalam (perut buaya), kami sangat sedih,” kata Anwar.

Tindakan warga mendapatkan kecaman dan keprihatinan dari Komunitas Pencinta Satwa Riau. Anwar pun memastikan tidak ada niat dari warganya untuk membunuh buaya.

“Bukan kita membunuh, namun warga hanya ingin memastikan bahwa ada korban di dalamnya, kami melihat perut buaya itu membesar, makanya dibelah, itu saja,” tuturnya.

Setelah dua hari dilakukan pencarian, jasad Slamet akhirnya ditemukan, jauh dari tempat ia diterkam buaya. Korban sudah ditemukan pagi ini, Senin (26/12/2022) sekira pukul 09:00 WIB.

“Korban ditemukan sejauh 3 kilometer dari tempat kejadian. Kondisinya sudah tidak bernyawa dan jasadnya masih utuh,” ujarnya.

Terkait kejadian ini, Kepala Desa Lukun itu merasa sangat dilema. Menurutnya sudah menjadi rutinitas warganya beraktivitas di sungai. Mereka bekerja sebagai perakit tual sagu (pohon rumbia) sebelum dibawa ke kilang.

Anwar menyebut, boleh jadi warganya geram. Ini bukan kali pertama buaya menewaskan masyarakat Kepulauan Meranti. Padahal, kata Anwar, selama ini warganya hidup damai dengan alam. Mereka tidak pernah mengganggu habitat buaya dan hidup berdampingan.

“Sudah beberapa kali warga kami menjadi korban keganasan buaya, sekarang kejadian lagi. Kami tidak tahu lagi harus berbuat apa, semua pekerja sagu mengeluh. Padahal selama ini kami menganggap, kami tidak pernah merusak habitatnya, kita hidup berdampingan dengan hewan buas itu, di mana warga bekerja di sungai yang banyak buayanya,” ungkapnya.

Tragedi Kedua Buaya

Selang satu hari setelah kejadian di Sungai Suir, buaya kembali memangsa korban yang juga seorang pekerja sebagai perakit tual sagu di Sungai Penyagun, Kecamatan Rangsang.

Korban bernama Zainal Bin Tahar (50) warga Desa Penyagun. Ia diterkam Buaya ketika sedang mengikatkan tual sagu di dalam sungai, Minggu (25/12/2022) sore. Kejadian yang menimpa korban pada pukul 16:00 WIB, itu dibenarkan oleh saudara kandungnya.

“Kejadian saat itu, di mana adik saya sedang bekerja untuk mengikatkan tual sagu ke pohon dan pada saat itu langsung diserang oleh Buaya,” kata abang kandung Zainal, Muhammad Nur.

Sementara itu Kepala Desa Penyagun, Syaiful mengatakan jika warganya yang menjadi korban tersebut ditemukan pada Minggu (25/12/2022) malam sekira pukul 22:00 WIB.

 

Dibeberkan, korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. Kondisi kakinya sebelah kanan sudah putus akibat terkaman buaya tersebut. Bahkan, saat ditemukan, jasad korban ditunggui oleh buaya yang menerkamnya itu. Jaraknya hanya 200 meter dari lokasi kejadian.

“Saat ditemukan, jasad korban dijaga oleh buaya di tepi sungai dekat pohon nipah,” kata Syaiful.

Buaya yang diduga memangsa Zainal itu juga ditangkap berkat bantuan pawang. Lagi-lagi perut buaya dibelah untuk memastikan apakah hewan buas ini telah memangsa anggota tubuh korban. Namun, setelah perut buaya itu dibelah, potongan tubuh korban juga tidak ditemukan.

“Keinginan warga yang membelah bukan untuk membunuh, namun untuk mencari potongan tubuh korban yang hilang akibat digigit buaya tersebut. Ternyata setelah dibelah juga tidak ditemukan. Jadi sekali lagi bukan kita mau dan bermaksud mau membunuh, karena anggota tubuh yang kita temukan ada yang tak lengkap yakni kakinya sebelah kanan yang hilang dari lutut ke bawah,” jelasnya.

Syaiful memastikan tidak ada warganya yang merusak habitat buaya tersebut.

“Sungai Penyagun ini panjangnya hampir 20 kilometer, sangat banyak buayanya. Saya memastikan tidak ada habitatnya terganggu. Mungkin korban memang sudah ajalnya, korban pun tahu buaya itu mengintai, orang itu juga sudah waspada, namun mau bagaimana lagi, sudah nasibnya,” ungkapnya.

Mewakili masyarakat, dirinya sebagai kepala desa mengharapkan agar pihak terkait seperti BBKSDA Riau untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat karena buaya tersebut tentunya bertambah terus, namun tidak boleh dibunuh.

“Apakah dipindahkan ke penangkaran, atau ada solusi lain,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Besar (Kababes) BKSDA Riau, Genman Suhefti Hasibuan yang dikonfirmasi melalui panggilan telepon genggam mengaku prihatin atas kedua korban yang meninggal dunia dampak dari keganasan buaya di Kepulauan Meranti.

Ia menduga ada pihak yang merusak habitat mereka. Sehingga memicu sifat buaya yang buas menjadi lebih buas hingga menimbulkan korban jiwa. Disebutkan, walaupun buaya memangsa manusia hingga tewas, namun keberadaan buaya dilindungi oleh Undang-undang nomor 25 Tahun 1990.

“Karena itu, siapa pun yang berada di wilayah hukum Republik Indonesia, berkewajiban melakukan perlindungan terhadap buaya,” katanya.

Dia juga mengimbau agar masyarakat tidak melakukan upaya anarkis terhadap hewan tersebut. Artinya, siapa pun orang yang berada di wilayah hukum Indonesia, wajib melindungi keberadaan buaya.

“Untuk itu, kami berharap tak ada pihak yang melakukan perbuatan anarkis kepada hewan ini. Karena besar ancamannya hingga berujung pidana,” ungkapnya.

Genman tak menampik bahwa tidak ada manusia yang tak terganggu terhadap keberadaan buaya yang ada di dekatnya. Bahkan buaya juga demikian.

Menurutnya, meskipun habitat mereka tak rusak, keberadaan manusia di sungai itulah yang menyebabkan mereka merasa terganggu dan menjadi waspada.

“Pastinya buaya merasa terganggu, walaupun habitatnya tidak rusak dan warga juga merasa tidak merusak, kita kan belum tahu. Habitatnya buaya itukan luas, sepanjang wilayah sungai. Oleh karenanya kita mengimbau kepada masyarakat agar berhati-hati beraktivitas di sungai,” ujarnya.

Genman berharap agar warga bisa beradaptasi dengan kehidupan buaya di sungai. Di mana sungai memang jadi tempat beranak pinaknya buaya muara.

“Beraktivitas jangan sembarangan, jangan turun ke sungai atau menyentuh air,” pesannya.

 

Menurutnya, tindakan penangkapan semua buayanya di sungai untuk dimasukkan ke dalam penangkaran tak mungkin dilakukan. Apalagi habitat buaya memang di sungai. Terlebih keberadaan mereka sudah lebih dulu di sana ketimbang manusia. Karenanya, manusialah yang harus mawas diri dan tetap waspada.

“Melindungi satwa liar ini kan bukan hanya menjadi tugas BKSDA. Namun sudah menjadi kewenangan bersama,” bebernya.

Menurutnya, peran pemerintah benar-benar diharapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Di mana pemerintah daerah melalui Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Pertanahan dan Lingkungan Hidup Kepulauan Meranti harus berperan aktif melakukan pengawasan terhadap kilang sagu yang beroperasi di dalam sungai yang menjadi habitat buaya, agar tidak lagi membuang limbah ke dalam sungai.

“Maka dari itu di sinilah keberadaan pemerintah benar-benar diperlukan. Seperti mengatur jalannya usaha di sana sehingga tidak menimbulkan pencemaran lingkungan. Seperti keberadaan usaha kilang sagu yang berpotensi menimbulkan rusaknya ekosistem sungai,” ujarnya.

Misalnya, kata dia, air sungai yang semakin mengeruh akibat limbah ampas sagu tentu akan mengganggu buaya. Menurut Genman, walaupun warga tidak merasa merusak habitat buaya, namun secara tidak langsung limbah membuat reptil tersebut terganggu.

“Katakanlah buaya tidak mati, namun makanannya kan ikut mati, jika sudah begitu semua diserang termasuk manusia,” ungkapnya.

“Minimal bersama-sama kita jaga lingkungan sekitar, agar satwa yang ada lingkungan sana mampu untuk berkembang biak. Sehingga kita mampu hidup berdampingan dengan seluruh makhluk hidup di sana,” pungkasnya. (R-01)

Editor: Dwi Fatimah
Tags :sabangmerauke newssabangmeraukebuaya mangsa manusiabuaya rawa

BERITA TERKAIT :

  • Tren Kelapa Sawit 2022: Konglomerat Sawit Berjaya, Rakyat Jelata Sengsara!

    Tren Kelapa Sawit 2022: Konglomerat Sawit Berjaya, Rakyat Jelata Sengsara!

    Ekonomi •
    27/12/2022 ❘ 10:51 WIB
  • Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Jenazah Wanita Dibuang di Jalan Raya Bogor

    Polisi Ungkap Pelaku Pembunuhan Jenazah Wanita Dibuang di Jalan Raya Bogor

    Daerah •
    27/12/2022 ❘ 09:35 WIB
  • Puluhan Hutan dan Lahan Adat di Jambi Habis Dilalap Api

    Puluhan Hutan dan Lahan Adat di Jambi Habis Dilalap Api

    Daerah •
    27/12/2022 ❘ 08:15 WIB
  • Bos BUMN Baja Jadi Dirjen Imigrasi, Kekayaan Silmy Karim Tembus Rp 208 Miliar

    Bos BUMN Baja Jadi Dirjen Imigrasi, Kekayaan Silmy Karim Tembus Rp 208 Miliar

    Nasional •
    27/12/2022 ❘ 07:29 WIB
  • Tambah Lagi Kader Nasdem yang Hengkang, Kali Ini Ketua Wantim Siswono Yudo Husodo

    Tambah Lagi Kader Nasdem yang Hengkang, Kali Ini Ketua Wantim Siswono Yudo Husodo

    Politik •
    26/12/2022 ❘ 22:04 WIB
Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    Ini Daftar 22 PKS di Riau yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Diduga Mainkan Harga TBS Kelapa Sawit

    10/06/2026  ❘  16:53 WIB
  • Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    Pengadilan Dikepung Massa, SF Hariyanto Bersaksi di Sidang Panas Dugaan Korupsi Gubernur Abdul Wahid

    03/06/2026  ❘  10:05 WIB
  • Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    Kejagung Tahan Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, Irjen Sony Sonjaya dan Mayjen Lodewyk Pusung! 

    03/06/2026  ❘  17:47 WIB
  • Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

    Nama Bupati Inhu Terseret! Dani Nursalam Bongkar Misteri Handphone dan CCTV Jelang OTT KPK

    04/06/2026  ❘  18:23 WIB
  • Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    Lengkap! Ini Daftar 280 PKS di 15 Provinsi yang Dilaporkan Mentan ke Kapolri Dugaan Permainan Harga TBS Kelapa Sawit Petani

    12/06/2026  ❘  12:05 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan