Gubernur BI Mundur
Merah Sendiri! IHSG Jatuh Saat Bursa Asia Semakin Menguat
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG berakhir melemah pada Senin, 27 Juli 2025. Pergerakan ini kontras dengan bursa saham sejumlah negara Asia yang menguat. IHSG ditutup di angka 6.185 atau turun 0,17 persen.
Indeks LQ45 juga ikut tergelincir mencapai 0,36 persen. Rentang perdagangan menyentuh puncak 6.219 dan titik terendah 6.144. Posisi ini makin mendekati area penopang penting di kisaran 6.100 hingga 6.000.
Nilai transaksi pasar mencapai Rp12,17 triliun. Terjadi atas 27,77 miliar lembar saham yang diperdagangkan. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1,81 juta kali.
Sebanyak 307 saham berhasil menguat, 341 melemah, dan 147 diam. Sektor infrastruktur, properti, dan kesehatan menjadi pemberat utama. Masing-masing terkoreksi 1,25 persen, 0,81 persen, dan 0,61 persen.
Saham-saham papan atas ikut terseret arus penurunan. Telkom Indonesia paling besar menekan indeks. Disusul Barito Renewables, Astra International, hingga Bank Rakyat Indonesia.
Sementara itu, bursa saham kawasan justru mencatatkan apresiasi luas. Shenzhen naik 2,93 persen, KOSDAQ 2,22 persen, TOPIX 1,37 persen. Indeks Shanghai, CSI300, dan bursa lain juga bergerak positif.
Penyebab utama perbedaan arah ini muncul dari kebijakan dalam negeri. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo resmi mengundurkan diri. Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran tersebut.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan hal itu. Keputusan presiden akan segera diterbitkan lewat Keppres. Pasar merespons langkah ini dengan penuh kehati-hatian tinggi.
Rajeev De Mello dari Gama Asset menyampaikan pandangannya. "Isu utamanya bukan individu, melainkan kemandirian institusi," katanya. Investor khawatir tekanan politik bisa mempengaruhi kebijakan moneter nanti.
Eugenia Victorino dari SEB juga senada dalam pandangannya. "Pasar tetap berhati-hati sampai kepastian calon gubernur terjaga," ujarnya. Kemandirian penuh lembaga menjadi syarat utama pemulihan kepercayaan.
Transisi kepemimpinan di bank sentral selalu membawa risiko ketidakpastian. Stabilitas nilai tukar dan suku bunga sangat bergantung pada kebijakan BI. Gangguan pada kestabilan ini berdampak langsung pada aliran dana asing.
IHSG yang kini berada di ambang batas penopang krusial butuh penopang nyata. Pasar menanti keputusan presiden yang akan mengisi kekosongan jabatan tersebut. Nama yang terpilih nanti akan menentukan arah pergerakan pasar ke depan. R-02

