Resmi Bertambah Jadi 7! Ini Nama-Nama Calon Sekjen PBB Pengganti António Guterre
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News - Persaingan menuju kursi tertinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) semakin memanas. Jumlah kandidat yang akan memperebutkan jabatan Sekretaris Jenderal PBB resmi bertambah menjadi tujuh orang setelah Uganda mencalonkan Olara Otunnu sebagai kandidat terbaru.
Pencalonan tersebut diumumkan pada Sabtu (25/7), sekaligus menambah daftar tokoh dunia yang akan bersaing menggantikan António Guterres. Masa jabatan Guterres sebagai Sekretaris Jenderal PBB akan berakhir pada 31 Desember 2026 setelah memimpin organisasi internasional tersebut selama dua periode.
Berdasarkan informasi yang disampaikan PBB kepada negara-negara anggotanya, pemerintah Uganda secara resmi mengajukan nama Olara Otunnu sebagai calon Sekretaris Jenderal.
Otunnu bukan sosok baru di lingkungan PBB. Pria berusia 75 tahun itu pernah menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBB sekaligus Perwakilan Khusus untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata pada periode 1997 hingga 2005, ketika organisasi tersebut dipimpin oleh Kofi Annan.
Selain berkarier di PBB, Otunnu juga pernah menjadi Duta Besar Uganda untuk PBB serta menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Uganda. Pada 2011, ia sempat mencalonkan diri sebagai Presiden Uganda melalui partai oposisi Uganda People's Congress, namun kalah dari Presiden Yoweri Museveni yang telah memimpin negara itu sejak 1986.
Sebelum Otunnu masuk dalam bursa pencalonan, enam kandidat lainnya telah lebih dahulu mengikuti debat publik yang disiarkan melalui televisi pada Kamis (23/7).
Daftar 7 Kandidat Sekretaris Jenderal PBB
Berikut tujuh kandidat yang kini bersaing memperebutkan jabatan Sekretaris Jenderal PBB periode berikutnya:
- Michelle Bachelet (Chile)
- Maria Fernanda Espinosa (Ekuador)
- Rafael Grossi (Argentina)
- Rebeca Grynspan (Kosta Rika)
- Carolyn Rodrigues-Birkett (Guyana)
- Macky Sall (Senegal)
- Olara Otunnu (Uganda)
Selanjutnya, proses seleksi akan memasuki tahapan penting. Sebanyak 15 anggota Dewan Keamanan PBB dijadwalkan menggelar pemungutan suara tertutup atau straw poll pertama pada 30 Juli 2026.
Pemungutan suara tersebut dilakukan secara anonim untuk mengukur tingkat dukungan terhadap masing-masing kandidat. Jika belum menghasilkan kandidat yang memenuhi syarat, proses dapat dilanjutkan melalui beberapa putaran pemungutan suara berikutnya.
Untuk lolos, seorang kandidat harus memperoleh sedikitnya sembilan suara dari anggota Dewan Keamanan serta tidak mendapatkan hak veto dari lima anggota tetap Dewan Keamanan PBB.
Lima negara pemegang hak veto tersebut adalah Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, dan Rusia.
Setelah memperoleh dukungan Dewan Keamanan, nama kandidat terpilih akan diajukan kepada Majelis Umum PBB untuk mendapatkan pengesahan sebagai Sekretaris Jenderal PBB yang baru.
Sekretaris Jenderal terpilih dijadwalkan mulai menjalankan tugasnya pada 1 Januari 2027, menggantikan António Guterres yang mengakhiri masa jabatannya pada penghujung tahun 2026. (R-05)

