Kemendikdasmen Perkuat Kerja Sama Pendidikan dengan Thailand dan Singapura
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperluas kerja sama internasional bersama Thailand serta Singapura dalam sektor pendidikan. Foto : Istimewa
SINGAPURA, SabangMerauke News - Pemerintah memperkuat kolaborasi pendidikan bersama Thailand dan Singapura melalui pertukaran guru, pertukaran murid, serta pengembangan kecerdasan artifisial. Langkah tersebut menjadi strategi mempercepat transformasi pendidikan nasional sekaligus mengurangi kesenjangan layanan pendidikan antardaerah.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperluas kerja sama internasional bersama Thailand serta Singapura dalam sektor pendidikan. Kesepakatan tersebut dibahas saat pertemuan bilateral pada rangkaian ASEAN Education Ministers Meeting di Singapura. Fokus pembahasan mencakup pertukaran guru, pertukaran murid, hingga pengembangan pembelajaran berbasis kecerdasan artifisial.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti menyampaikan pembaruan kerja sama Indonesia bersama Thailand segera ditandatangani kembali. Perjanjian sebelumnya telah berakhir meski berbagai program kolaborasi tetap berjalan selama beberapa tahun terakhir. “Bulan depan akan ada penandatanganan kerja sama memperkuat pertukaran guru, pertukaran murid, pembelajaran AI, serta pelatihan AI,” ujar Abdul Mu’ti.
Kerja sama tersebut diharapkan memperluas kesempatan belajar bagi peserta didik serta tenaga pendidik kedua negara. Program pertukaran menjadi sarana memperkuat kompetensi akademik sekaligus meningkatkan pengalaman pendidikan lintas budaya kawasan ASEAN. Pemerintah menilai kolaborasi regional semakin penting menghadapi perkembangan teknologi pendidikan global.
Menteri Pendidikan Thailand Prasert Jantararuangtong menyambut positif penguatan hubungan pendidikan bersama Indonesia pada berbagai jenjang pembelajaran. Kesepakatan baru juga mencakup pengakuan kualifikasi akademik, penelitian bersama, serta peluang beasiswa antarkedua negara. “Kesepakatan Bersama ini menjadi langkah penting untuk memperluas kerja sama pendidikan bersama Indonesia,” katanya.
Selain memperkuat hubungan regional, Indonesia memanfaatkan teknologi sebagai solusi mengurangi kesenjangan pendidikan nasional. Pemerintah menargetkan akses pembelajaran digital semakin merata hingga wilayah terpencil melalui dukungan jaringan internet. Pemanfaatan kecerdasan artifisial menjadi bagian penting dalam strategi transformasi pendidikan nasional.
Abdul Mu’ti menegaskan teknologi digital membuka kesempatan belajar lebih luas bagi seluruh peserta didik Indonesia. Pemanfaatan AI juga mendukung pembelajaran jarak jauh pada daerah dengan keterbatasan layanan pendidikan berkualitas. “Teknologi termasuk AI menjadi strategi menghilangkan kesenjangan pelajar kota dan pelosok negeri,” tegas Abdul Mu’ti.
Meski demikian, pemerintah mengingatkan AI bukan pengganti kemampuan berpikir manusia dalam proses pembelajaran sehari-hari. Kreativitas, refleksi, serta kemampuan berpikir kritis tetap menjadi fondasi utama pendidikan masa depan Indonesia. AI hanya berfungsi membantu penyusunan informasi serta mempercepat proses belajar peserta didik.
“AI bisa membantu menyusun narasi, tetapi kemampuan berpikir kritis tetap tidak tergantikan,” jelas Abdul Mu’ti. Pendekatan tersebut menjadi perhatian utama Indonesia saat membahas transformasi pendidikan bersama negara-negara ASEAN. Forum menteri pendidikan juga menghasilkan kesepakatan memperkuat pemerataan layanan pendidikan dan pendidikan inklusif.
Negara-negara ASEAN sepakat mempercepat transformasi digital melalui pemanfaatan teknologi serta kecerdasan artifisial dalam pembelajaran sekolah. Indonesia turut mendorong pengembangan pembelajaran AI dan koding sejak jenjang pendidikan dasar secara bertahap. Langkah tersebut disesuaikan dengan kesiapan tenaga pendidik serta sarana pendidikan nasional.
Saat ini AI dan koding telah diterapkan sebagai mata pelajaran pilihan mulai kelas lima sekolah dasar. Pemerintah menargetkan kedua mata pelajaran tersebut menjadi pelajaran wajib setelah seluruh persiapan nasional terpenuhi. “Ke depan AI akan menjadi mata pelajaran wajib ketika sumber daya manusia dan fasilitas telah siap,” ujar Abdul Mu’ti.
Dalam pertemuan terpisah, Abdul Mu’ti juga berdiskusi bersama Menteri Pendidikan Singapura Desmond Lee mengenai kerja sama pendidikan. Kedua negara membahas pembaruan nota kesepahaman yang terakhir ditandatangani pada 2017 agar tetap relevan menghadapi tantangan global. Pembahasan turut memastikan keberlanjutan Sekolah Indonesia Singapura sebagai bagian penting hubungan pendidikan kedua negara.
Desmond Lee menilai pembaruan nota kesepahaman penting menjelang enam puluh tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura pada 2027. Kerja sama baru diharapkan memperkuat inovasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia kawasan ASEAN. Kolaborasi tersebut menjadi pijakan mempercepat transformasi pendidikan Indonesia menghadapi era digital.(R-04)

