Tak Ada Lagi Zona Nyaman! Wali Kota Pekanbaru Evaluasi Pejabat Tiap Enam Bulan, yang Tak Berkinerja Siap Diganti
Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News – Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho menegaskan tidak ada lagi ruang bagi pejabat yang bekerja asal-asalan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru. Mulai sekarang, seluruh pejabat akan dievaluasi setiap enam bulan. Jika kinerjanya dinilai tidak memuaskan dan tidak menunjukkan perbaikan, mereka siap diganti.
Kebijakan ini menjadi bagian dari penerapan sistem manajemen talenta yang mulai diberlakukan di lingkungan Pemko Pekanbaru. Melalui sistem tersebut, evaluasi jabatan tidak lagi dilakukan setiap dua tahun seperti sebelumnya, melainkan setiap enam bulan agar pelayanan kepada masyarakat terus meningkat.
"Kita sudah menggunakan manajemen talenta, sehingga jabatan itu bukan lagi diganti per dua tahun, tapi bisa dievaluasi per enam bulan," ujar Agung Nugroho, Minggu (26/7/2026).
Menurut Agung, ukuran keberhasilan seorang pejabat bukan ditentukan oleh kedekatan dengan pimpinan atau kemampuan mencari perhatian atasan. Yang menjadi tolok ukur utama adalah hasil kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
"Kunci bagi saya, kerja itu bukan tentang cari muka. Tapi hasil yang saya butuhkan," tegasnya.
Agung menekankan bahwa seluruh pejabat, mulai dari camat, lurah hingga pejabat struktural lainnya, harus mampu menunjukkan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Mereka dituntut aktif turun ke lapangan, menyelesaikan persoalan warga, serta menghadirkan program yang berdampak langsung.
Ia mengaku memiliki banyak saluran informasi untuk memantau kinerja aparatur di lapangan. Karena itu, berbagai laporan masyarakat menjadi salah satu bahan penting dalam mengevaluasi pejabat.
"Masyarakat bisa melapor langsung seperti apa kinerja pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru. Saya punya jaringan lebih kuat daripada lurah, maka saya bisa dengar dari mana saja," katanya.
Agung mengingatkan agar tidak ada lagi pejabat yang enggan turun menemui masyarakat. Menurutnya, seorang pemimpin harus hadir di tengah warga untuk mengetahui persoalan secara langsung.
"Saya tidak mau mendengar, misalnya lurah yang malas, tidak mau turun ke lapangan. Saya saja sama Pak Wakil Wali Kota rajin turun ke lapangan," ujarnya.
Selain menekankan disiplin dan pelayanan, Agung juga meminta seluruh pejabat menjaga kekompakan serta menciptakan suasana kerja yang harmonis. Ia berharap setiap organisasi perangkat daerah mampu menghadirkan inovasi dan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Evaluasi berkala setiap enam bulan tersebut diharapkan mampu menciptakan budaya kerja yang lebih kompetitif dan profesional di lingkungan Pemko Pekanbaru. Dengan demikian, pejabat dituntut terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tidak merasa aman hanya karena telah menduduki jabatan tertentu.
Sebelumnya, pada Jumat (24/7/2026), Agung Nugroho kembali melakukan penyegaran birokrasi dengan melantik 39 pejabat pengawas di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru.
Pelantikan yang berlangsung di Gedung Utama Kompleks Perkantoran Pemerintah Kota Pekanbaru, Tenayan Raya, itu meliputi pengangkatan kepala seksi, kepala subbagian hingga lurah.
Langkah evaluasi berkala yang diiringi penyegaran jabatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa Pemko Pekanbaru ingin membangun birokrasi yang lebih responsif, profesional, dan berorientasi pada hasil kerja nyata bagi masyarakat. Dengan sistem ini, setiap pejabat dituntut membuktikan kinerjanya secara berkelanjutan, bukan sekadar mempertahankan jabatan. (R-05)

