Datuk Seri Muspidauan Apresiasi Kinerja PT Riau Petroleum, Dorong Perhatian Lebih Besar untuk Pelestarian Adat dan Budaya Melayu
Ketua Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan. Foto: Istimewa
RIAU, SabangMerauke News – Ketua Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Pekanbaru, Datuk Seri Muspidauan, memberikan apresiasi atas keberhasilan PT Riau Petroleum yang mampu mencatatkan kinerja positif melalui penguatan tata kelola perusahaan. Menurutnya, capaian tersebut membuktikan bahwa Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dapat dikelola secara profesional, transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Datuk Seri Muspidauan mengatakan, pengelolaan sumber daya alam yang baik tidak hanya berdampak pada peningkatan keuntungan perusahaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang pada akhirnya akan kembali kepada masyarakat melalui berbagai program pembangunan.
“Kami memberikan apresiasi kepada PT Riau Petroleum yang telah menunjukkan kinerja positif melalui penguatan tata kelola perusahaan. Pendampingan KPK RI menjadi bukti bahwa tata kelola yang transparan dan akuntabel akan melahirkan kepercayaan publik sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi daerah. Ini merupakan kebanggaan bagi masyarakat Riau,” ujar Datuk Seri Muspidauan, Ahad (26/7/2026).
Menurutnya, kekayaan alam yang dimiliki Provinsi Riau harus dikelola dengan penuh amanah agar manfaatnya dapat dirasakan oleh generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
“BUMD seperti Riau Petroleum merupakan aset strategis daerah. Karena itu, integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas harus terus dijaga agar hasil pengelolaan migas benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan dan peningkatan kesejahteraan,” katanya.
Muspidauan berharap, keberhasilan PT Riau Petroleum tidak hanya tercermin dari capaian laba perusahaan, tetapi juga semakin nyata melalui kontribusi sosial kepada masyarakat Riau. Menurutnya, sebagai BUMD kebanggaan daerah, Riau Petroleum diharapkan dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap pelestarian adat dan budaya Melayu.
“Kami berharap PT Riau Petroleum dapat semakin memperhatikan dan mendukung berbagai program Lembaga Adat Melayu sebagai mitra strategis dalam menjaga nilai-nilai budaya dan kearifan lokal di Provinsi Riau. Kemajuan ekonomi hendaknya berjalan seiring dengan pelestarian adat dan budaya Melayu,” ujarnya.
Selain itu, ia juga berharap perusahaan membuka peluang yang lebih luas bagi putra-putri daerah, khususnya anak-anak Melayu Riau, agar dapat memperoleh kesempatan bekerja dan berkarier di perusahaan maupun sektor pendukung industri migas.
“Anak-anak Melayu Riau harus mendapat ruang yang lebih besar untuk meningkatkan kompetensi dan memperoleh kesempatan kerja. Kehadiran BUMD hendaknya benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat tempatan sehingga mereka ikut merasakan hasil pengelolaan kekayaan alam daerah,” katanya.
Di bidang ekonomi kerakyatan, Muspidauan mendorong PT Riau Petroleum untuk terus memperluas program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui pembinaan dan pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di Kota Pekanbaru.
“UMKM merupakan tulang punggung ekonomi masyarakat. Kami berharap Riau Petroleum dapat semakin banyak memberikan pendampingan, bantuan permodalan, pelatihan, maupun akses pengembangan usaha kepada UMKM kecil agar mampu tumbuh dan naik kelas,” ungkapnya.
Ia juga menilai pelestarian lingkungan harus menjadi perhatian utama perusahaan, terutama dalam menjaga keberlangsungan Sungai Siak yang menjadi salah satu ikon sekaligus sumber kehidupan masyarakat Riau.
“Kami berharap PT Riau Petroleum turut berkontribusi dalam berbagai program pelestarian lingkungan, khususnya menjaga kebersihan dan kelestarian Sungai Siak. Sungai ini memiliki nilai sejarah, budaya, dan ekonomi yang sangat penting bagi masyarakat Riau sehingga perlu dijaga bersama oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk dunia usaha,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Riau Petroleum, Prof. Husnul Kausarian, Ph.D., sebelumnya menjelaskan bahwa perusahaan memperoleh pendampingan khusus dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) melalui fungsi Koordinasi dan Supervisi selama dua tahun berturut-turut, yakni pada 2025 hingga 2026, dalam pengelolaan Participating Interest (PI) 10 persen di Provinsi Riau.
Penguatan tata kelola tersebut berdampak pada meningkatnya transparansi, akuntabilitas, kepatuhan, dan profesionalisme perusahaan. Berdasarkan kompilasi kinerja tahun 2025, PT Riau Petroleum Rokan membukukan peningkatan laba sebesar Rp126,87 miliar, PT Riau Petroleum Mahato Rp30,19 miliar, PT Riau Petroleum Siak Rp395,87 juta, sementara PT Riau Petroleum Kampar juga mencatat peningkatan laba. Secara keseluruhan, peningkatan laba perusahaan mencapai Rp157,46 miliar dibandingkan sebelum implementasi penguatan tata kelola perusahaan.
Menutup keterangannya, Datuk Seri Muspidauan berharap keberhasilan tersebut dapat terus dipertahankan sekaligus menjadi inspirasi bagi BUMD lain di Indonesia dalam mengelola sumber daya alam secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.
“Semoga Riau Petroleum terus menjadi kebanggaan masyarakat Riau, menjaga amanah dalam mengelola kekayaan daerah, memperkuat kontribusi terhadap PAD, sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap adat Melayu, pemberdayaan masyarakat, UMKM, penciptaan lapangan kerja bagi putra daerah, serta pelestarian lingkungan. Dengan demikian, Riau Petroleum tidak hanya menjadi perusahaan yang unggul secara bisnis, tetapi juga menjadi BUMD yang dicintai masyarakat karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Riau,” tutupnya.
Selain itu, Datuk Seri Muspidauan berharap PT Riau Petroleum semakin memperkuat kontribusinya di bidang pendidikan dan kesehatan dengan mengedepankan nilai-nilai adat dan budaya Melayu sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia di Provinsi Riau.
“Kami juga berharap PT Riau Petroleum dapat memberikan perhatian yang lebih besar terhadap sektor pendidikan dan kesehatan yang berbasis adat dan kebudayaan Melayu. Program beasiswa bagi generasi muda Melayu, penguatan lembaga pendidikan yang melestarikan budaya Melayu, serta dukungan terhadap pelayanan kesehatan bagi masyarakat di kawasan adat akan menjadi investasi yang sangat berharga bagi masa depan Riau. Dengan demikian, kemajuan ekonomi yang diraih perusahaan dapat berjalan seiring dengan lahirnya generasi Melayu yang cerdas, sehat, berkarakter, dan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai adat serta budaya yang menjadi jati diri daerah ini,” ujar Datuk Seri Muspidauan.
Menurutnya, sebagai BUMD kebanggaan Provinsi Riau, PT Riau Petroleum memiliki peran strategis untuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, tetapi juga ikut memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui program-program sosial yang menyentuh aspek pendidikan, kesehatan, dan pelestarian budaya Melayu secara berkelanjutan. (R-03)

