Tujuh Manfaat Ajaib Kelor yang Jarang Diketahui Orang
Daun Kelor. (sumber: istimewa)
SabangMerauke News – Tanaman kelor atau Moringa oleifera ternyata menyimpan kekayaan gizi luar biasa. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) telah membuktikan fakta tersebut. Tanaman yang mudah tumbuh ini dijuluki WHO sebagai tanaman ajaib.
Peneliti Pusat Riset Hortikultura dan Perkebunan BRIN, Ridwan, menyoroti kandungan kalsiumnya. "Kalsium kelor jauh lebih tinggi dibanding sumber lain," ujarnya. Setiap 100 gram susu sapi mengandung 143 miligram kalsium.
Berat serupa pada daun kelor kering menyimpan kalsium 17 kali lipat lebih banyak. Bahkan pada jenis tertentu, jumlahnya bisa mencapai 21 kali lipat. Angka itu setara dengan 3.000 miligram per seratus gram bahan.
Kadar proteinnya pun mencapai 25 hingga 34 persen. Nilai itu setara kandungan protein pada berbagai jenis kacang-kacangan. Angkanya hanya sedikit di bawah biji kedelai yang mencapai 36 persen.
Pemanfaatan kelor kini meningkat sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir. Tanaman ini diolah menjadi bahan pangan, obat, hingga produk kosmetik. Hal ini sejalan dengan makin luasnya pengetahuan akan khasiatnya.
Selain zat gizi dasar, kelor kaya senyawa metabolit sekunder. Zat ini berfungsi melawan bakteri, jamur, peradangan, dan kanker. Efek penurun berat badan serta kolesterol juga tercatat dalam studi ilmiah.
Senyawa bernama flavonoid menjadi zat yang paling dicari dari tanaman ini. "Senyawa ini sulit dibuat pabrik dan punya nilai ekonomi tinggi," jelas Ridwan. Kelor mengandung quercetin, kaempferol, apigenin, dan myricetin.
Penelitian ilmuwan Spanyol menunjukkan fakta mengejutkan. Kadar flavonoid kelor mencapai 327,2 miligram per seratus gram. Angka itu jauh melampaui 19 jenis sayuran salad yang biasa dikonsumsi.
Kisaran sayuran lain hanya berkisar antara 3,8 hingga 191 miligram saja. Flavonoid berperan penting sebagai antioksidan pelawan berbagai penyakit kronis. Zat ini tak bisa diproduksi oleh tubuh manusia maupun hewan.
Kandungan zat ini sangat bergantung pada lingkungan tumbuhnya. Kelor yang tumbuh saat musim kemarau kadarnya lebih tinggi. Menahan air tanaman selama 30 hari juga menaikkan konsentrasi zat bermanfaat tersebut.
Mengonsumsi daun kelor saat perut kosong di pagi hari memberi dampak positif. Tubuh memperoleh pasokan energi stabil dan kemampuan fokus lebih terjaga. Kebiasaan ini membawa tujuh manfaat utama bagi kesehatan jangka panjang.
Pertama, antioksidan kuatnya melawan stres oksidatif penyebab penyakit kronis. Kedua, zat isothiosianat meredakan peradangan dan nyeri sendi. Ketiga, kadar kolesterol turun sehingga risiko serangan jantung menurun.
Keempat, kandungan alaminya membantu menjaga kestabilan gula darah. Kelima, asupan vitamin dan mineral harian terpenuhi dengan baik. Keenam, kulit lebih sehat dan luka lebih cepat sembuh. Terakhir, seratnya menjaga kenyamanan saluran pencernaan.
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, pun berharap kelor setara ginseng Korea. Ia ingin khasiat kelor Indonesia diakui secara luas oleh dunia internasional. Potensi alam negeri ini siap menjadi andalan kesehatan masyarakat. R-02

