Mengkhawatirkan! Sebanyak 1,9 Juta Pelajar Indonesia Kena Hipertensi, Lebih 3,6 Juta Siswa Giginya Berlubang
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News - Pemerintah mengungkap fakta mengkhawatirkan terkait kondisi kesehatan pelajar Indonesia. Hasil pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) menunjukkan sebanyak 1,91 juta siswa mengalami hipertensi, sementara lebih dari 3,6 juta pelajar menderita karies atau gigi berlubang, menjadikan persoalan kesehatan gigi sebagai temuan terbanyak di sekolah.
Data tersebut merupakan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan sejak 1 Januari hingga 14 Juli 2026 terhadap 8.824.185 siswa di 96.567 sekolah yang tersebar di 511 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Deputi III Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, mengatakan hasil pemeriksaan menunjukkan masalah kesehatan pada anak sekolah masih cukup tinggi dan membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak.
"Sebanyak 40,8 persen siswa mengalami karies atau gigi berlubang. Jumlahnya mencapai sekitar 3,6 juta siswa," kata Kurnia dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).
Selain karies gigi, pemerintah juga menemukan tingginya kasus hipertensi pada kalangan pelajar. Dari total siswa yang telah menjalani pemeriksaan, sekitar 21,7 persen atau 1,91 juta siswa mengalami peningkatan tekanan darah.
Tak hanya itu, anemia pada remaja putri juga menjadi persoalan serius. Pemeriksaan menunjukkan 27,3 persen remaja putri, atau sekitar 2,4 juta orang, mengalami anemia.
Temuan lain yang juga menjadi perhatian ialah obesitas yang dialami sekitar 591 ribu siswa atau 6,7 persen dari peserta pemeriksaan. Sementara 529 ribu siswa atau 6 persen mengalami serumen impaksi, yaitu penumpukan kotoran telinga yang dapat mengganggu pendengaran.
Melihat tingginya angka berbagai gangguan kesehatan tersebut, pemerintah berkomitmen memperluas cakupan Program Cek Kesehatan Gratis di lingkungan sekolah sepanjang 2026.
Kurnia menjelaskan, target nasional tahun ini adalah menjangkau 50.255.073 peserta didik di 303.263 sekolah di seluruh Indonesia.
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah merupakan salah satu program prioritas atau quick win Presiden Prabowo Subianto. Program ini dilaksanakan secara serentak mulai 4 Agustus 2025 dengan sasaran peserta didik usia 7 hingga 17 tahun.
Pelaksanaannya mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari SD, SMP, SMA, termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB) dan pondok pesantren.
Selain menyasar lingkungan sekolah, Program Cek Kesehatan Gratis juga tetap diberikan kepada masyarakat umum melalui berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia.
Pemerintah berharap melalui pemeriksaan kesehatan secara berkala, berbagai penyakit pada anak dapat terdeteksi lebih dini sehingga penanganan dapat dilakukan lebih cepat. Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda Indonesia sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat dan produktif di masa depan. (R-03)

