Golkar Riau Susun Barisan Baru, SF Hariyanto Masuk Dewan Pertimbangan
SF Hariyanto. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Surat keputusan dari Dewan Pimpinan Pusat akhirnya turun. Dokumen itu mengakhiri penantian panjang pengurus Golkar Riau. Susunan baru langsung bergerak menyusun langkah organisasi.
DPP Partai Golkar menetapkan kepengurusan DPD I Golkar Riau periode 2025-2030. Komposisi baru memadukan kader senior dan generasi baru. Struktur tersebut disiapkan memperkuat organisasi hingga lima tahun mendatang.
Salah satu nama yang menarik perhatian ialah SF Hariyanto. Pelaksana Tugas Gubernur Riau itu ditempatkan sebagai Dewan Pertimbangan DPD I Golkar Riau. Penempatan tersebut tercantum dalam surat keputusan DPP.
Ketua DPD I Golkar Riau, Yulisman, menyebut kepengurusan kali ini disusun dengan pola seimbang. Pengurus lama tetap dipertahankan. Kader baru juga memperoleh ruang strategis.
Komposisinya terdiri atas 60 persen pengurus lama. Sisanya diisi wajah-wajah baru. Formasi tersebut diharapkan memperkuat pengalaman dan regenerasi sekaligus.
Yulisman mengatakan seluruh potensi partai dihimpun dalam kepengurusan baru. Tidak ada sekat di antara kelompok kader. Semua unsur diajak bergerak bersama.
"Komposisi ini menggabungkan pengalaman dan energi baru untuk memperkuat organisasi," ujar Yulisman usai Pleno I DPD I Golkar Riau, Jumat, 24 Juli 2026.
Penyusunan kepengurusan tidak hanya melibatkan kader lama. Tokoh yang sebelumnya ikut dalam bursa ketua juga dirangkul. Pendekatan itu dilakukan setelah pemilihan ketua berlangsung aklamasi.
Langkah tersebut memperlihatkan arah konsolidasi internal. Persaingan usai musyawarah tidak dibiarkan berlarut. Organisasi memilih memperkuat barisan.
Yulisman menjelaskan dirinya hanya mengusulkan nama pengurus. Seluruh keputusan akhir berada di tangan DPP. Mekanisme itu berlaku untuk semua struktur kepengurusan.
Tidak hanya pengurus harian yang diusulkan. Nama anggota Dewan Pertimbangan juga melalui proses serupa. Dewan lainnya mengikuti mekanisme yang sama.
"DPD mengusulkan nama, sedangkan keputusan sepenuhnya berada di tingkat DPP," kata Yulisman.
Masuknya SF Hariyanto dalam Dewan Pertimbangan memberi warna tersendiri. Posisi tersebut dinilai memiliki fungsi strategis. Dewan Pertimbangan memberi masukan terhadap arah organisasi.
Yulisman memastikan penempatan itu merupakan keputusan DPP. Struktur kepengurusan telah melalui proses evaluasi. Seluruh nama ditetapkan dalam surat keputusan resmi.
Golkar Riau juga membuka ruang bagi tokoh baru. Langkah tersebut tidak hanya menyasar kader internal. Figur yang ingin bergabung juga dipersilakan memperkuat partai.
Menurut Yulisman, organisasi membutuhkan seluruh potensi yang tersedia. Pengalaman kader senior tetap dipakai. Generasi muda ikut diberi kesempatan berkembang.
Komposisi kepengurusan memperlihatkan keberagaman usia. Pengalaman politik berpadu dengan semangat regenerasi. Seluruh unsur diharapkan saling melengkapi.
"Golkar ingin menghimpun seluruh potensi yang siap membesarkan partai," ucap Yulisman.
Pleno pertama digelar setelah surat keputusan diterima. Agenda utama membahas langkah organisasi ke depan. Pengurus mulai menyusun program kerja.
Konsolidasi internal menjadi prioritas awal. Struktur yang telah ditetapkan segera diaktifkan. Masing-masing bidang mulai menyiapkan agenda.
Golkar Riau juga bersiap menghadapi dinamika politik mendatang. Organisasi ingin menjaga soliditas hingga tingkat daerah. Mesin partai mulai dipanaskan sejak dini.
Masuknya tokoh dari berbagai latar memperlihatkan strategi inklusif. Organisasi tidak hanya mengandalkan kader lama. Regenerasi berjalan berdampingan dengan pengalaman.
Kepengurusan baru kini memikul tanggung jawab besar. Tantangan politik lima tahun mendatang tidak ringan. Soliditas internal akan menentukan langkah berikutnya.
Surat keputusan DPP kini bukan sekadar dokumen administratif. Dokumen itu menjadi titik awal pergerakan organisasi. Golkar Riau memasuki babak baru dengan komposisi yang lebih beragam. R-02

