Kabar Baik dari BMKG! Hujan Diprediksi Guyur Riau, Titik Panas Tersisa 3 Lokasi
Ilustrasi
RIAU, SabangMerauke News – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah Riau berpotensi diguyur hujan pada Jumat (24/7/2026) mulai sore hingga dini hari. Di saat yang sama, jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau tercatat hanya tersisa tiga titik, menjadi kabar positif di tengah musim kemarau.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Elisa JS Kedang, mengatakan kondisi cuaca pada pagi hari didominasi udara kabur hingga berawan. Memasuki siang hari, cuaca berubah menjadi cerah berawan hingga berawan di sebagian besar wilayah.
Memasuki sore hingga malam hari, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Pelalawan.
"Hujan ringan hingga sedang diprakirakan terjadi pada sore hingga malam di sejumlah wilayah tersebut," kata Elisa.
BMKG juga memperkirakan hujan masih akan berlangsung hingga dini hari di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Bengkalis, serta Kota Dumai.
Meski demikian, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan. BMKG mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Potensi cuaca ekstrem tersebut diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kuantan Singingi pada sore, malam hingga dini hari.
Sementara itu, suhu udara di Provinsi Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara mencapai 55 hingga 100 persen.
Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan Riau, tinggi gelombang laut diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau masuk kategori rendah. Kondisi tersebut relatif aman bagi aktivitas pelayaran, meski nelayan dan pengguna transportasi laut tetap diimbau memantau perkembangan cuaca sebelum berlayar.
Di sisi lain, BMKG juga merilis perkembangan terbaru jumlah titik panas di Pulau Sumatera yang mencapai 161 titik. Aceh menjadi provinsi dengan hotspot terbanyak sebanyak 70 titik, disusul Sumatera Selatan 28 titik dan Kepulauan Bangka Belitung 16 titik.
Untuk Provinsi Riau, hanya terdeteksi tiga titik panas yang tersebar di Kota Dumai, Kabupaten Pelalawan, dan Kabupaten Siak.
Jumlah hotspot yang masih rendah ini menjadi indikasi positif terhadap upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Meski demikian, BMKG mengingatkan seluruh pihak agar tetap waspada karena musim kemarau mulai berlangsung di sejumlah wilayah, sehingga potensi munculnya titik panas baru tetap ada apabila tidak diantisipasi.
Masyarakat diimbau tidak melakukan pembakaran lahan serta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sejak dini. Dengan adanya potensi hujan di sejumlah daerah, diharapkan kondisi kelembapan lahan tetap terjaga sehingga risiko terjadinya karhutla dapat terus ditekan. (R-05)

