Sungai Singingi Memanas, Polisi Hanguskan 6 Rakit Tambang Emas Ilegal
Petugas polisi membakar rakit penambang emas liar di Sungai Sengingi. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Asap kembali membumbung dari tepian Sungai Singingi. Bukan berasal dari mesin tambang. Api sengaja dinyalakan polisi untuk memusnahkan sarana Penambangan Emas Tanpa Izin atau PETI.
Operasi berlangsung dalam dua lokasi berbeda. Polsek Singingi Hilir dan Polsek Singingi bergerak bersamaan. Seluruh penindakan dilakukan pada Kamis pagi hingga siang, 23 Juli 2026.
Langkah itu berawal dari laporan masyarakat. Informasi masuk melalui Layanan Kepolisian 110. Warga melaporkan dugaan aktivitas PETI di Kecamatan Singingi Hilir.
Laporan diterima sekitar pukul 08.57 WIB. Lokasinya berada di lahan Koperasi Timbul Sakato. Tepatnya di Desa Tanjung Pauh.
Polres Kuantan Singingi langsung merespons laporan tersebut. Koordinasi dilakukan dengan Polsek Singingi Hilir. Tim kemudian bergerak menuju lokasi.
Petugas menyusuri aliran Sungai Singingi. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap. Setiap titik dicermati dengan teliti.
Sekitar pukul 10.30 WIB, tim menemukan empat unit dompeng. Seluruh alat berada di Pulau Singkawang dan Pulau Lidah. Mesin itu tidak sedang beroperasi.
Meski tanpa aktivitas, alat tetap dimusnahkan. Polisi merusak seluruh sarana. Api kemudian menghanguskan dompeng tersebut.
Tidak ada pelaku ditemukan di lokasi. Tidak ada penangkapan dilakukan. Barang bukti juga tidak diamankan.
Polisi menilai langkah cepat diperlukan. Sarana yang dibiarkan utuh berpotensi dipakai kembali. Pemusnahan dianggap cara paling efektif.
Kapolsek Singingi Hilir Iptu Alferdo Krisnata Kaban menegaskan komitmen penindakan. Operasi serupa akan terus dilakukan. Lingkungan menjadi prioritas utama. "Kami terus menindak aktivitas PETI demi menjaga kelestarian lingkungan," ujar Alferdo.
Ia juga meminta dukungan masyarakat. Informasi dari warga dinilai sangat penting. Respons cepat bergantung pada laporan tersebut. "Masyarakat diharapkan aktif memanfaatkan layanan 110," kata Alferdo.
Pada hari yang sama, operasi kembali berlangsung. Kali ini di Desa Kebun Lado. Wilayah tersebut berada di Kecamatan Singingi.
Informasi berasal dari pemberitaan media daring. Dugaan aktivitas PETI kembali mencuat. Polsek Singingi segera melakukan penyelidikan.
Kapolsek Singingi memerintahkan Kanit Reskrim memimpin operasi. Personel langsung menuju lokasi. Pemeriksaan dilakukan menyeluruh.
Petugas menemukan dua unit rakit PETI. Kondisinya juga tidak beroperasi. Namun alat masih layak digunakan.
Keputusan langsung diambil di lapangan. Rakit dirusak terlebih dahulu. Setelah itu, petugas membakarnya.
Pelaku kembali tidak ditemukan. Tidak ada perlawanan terjadi. Lokasi sudah kosong saat polisi datang.
Tidak terdapat barang bukti lain. Polisi hanya menemukan sarana tambang. Seluruhnya dimusnahkan di tempat.
Kapolsek Singingi AKP Azhari memastikan operasi terus berlanjut. Informasi masyarakat tetap menjadi dasar tindakan. Media juga ikut membantu pengawasan. "Setiap laporan akan segera kami tindaklanjuti," ujar Azhari.
Ia menegaskan penindakan tidak berhenti. Aktivitas tambang ilegal tetap menjadi target. Penegakan hukum terus dilakukan.
PETI masih menjadi persoalan serius di Kuansing. Aktivitas ilegal kerap berpindah lokasi. Pola tersebut menyulitkan penindakan.
Saat petugas datang, pelaku sering menghilang. Yang tersisa hanya rakit. Mesin dan jejak aktivitas masih terlihat.
Kondisi tersebut memunculkan tantangan baru. Penindakan sarana belum tentu memutus jaringan. Aparat masih memburu pelaku utama.
Tambang ilegal juga membawa dampak lingkungan. Aliran sungai berisiko tercemar. Kerusakan ekosistem dapat berlangsung lama.
Penggunaan alat berat dan dompeng mempercepat kerusakan. Sedimen sungai berubah. Habitat perairan ikut terganggu.
Karena itu, operasi terus diperkuat. Polisi mengandalkan patroli lapangan. Informasi warga menjadi senjata utama.
Polres Kuansing berharap kerja sama terus terbangun. Warga diminta tidak takut melapor. Identitas pelapor tetap dilindungi.
Penertiban kali ini menghanguskan enam sarana PETI. Namun pekerjaan aparat belum selesai. Perburuan pelaku tambang emas ilegal masih terus berlanjut. R-02

