Prabowo Bentuk Kampus Baru Universitas Republik Indonesia Dipimpin Jenderal Bintang 4, Tiru Konsep Sekolah Elit di Perancis
Presiden Prabowo Subianto. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk Universitas Republik Indonesia (URI), sebuah kampus baru yang diproyeksikan menjadi pusat pendidikan calon pemimpin bangsa di pemerintahan dan BUMN. Langkah ini menjadi gebrakan populis Prabowo dengan mengadopsi konsep sekolah elit Prancis yang selama ini dikenal melahirkan pejabat tinggi negara.
Prabowo melantik Donny Ermawan sebagai Gubernur URI di Istana Negara, Rabu (22/7/2026). Pensiunan jenderal bintang empat itu dipercaya memimpin lembaga yang akan membina sumber daya manusia unggul untuk mengisi posisi strategis di ASN, BUMN, hingga pemerintahan daerah.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan pembentukan URI bukan tindak lanjut langsung dari pertemuan Presiden dengan para rektor beberapa waktu lalu. Menurutnya, konsep kampus tersebut telah dipersiapkan sejak lama sebagai bagian dari strategi negara mencetak pemimpin masa depan.
“Itu sudah kita persiapkan lama,” kata Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Meniru konsep sekolah elit Prancis
Prasetyo menjelaskan, URI dirancang dengan mengacu pada praktik sejumlah negara yang memiliki lembaga pendidikan khusus bagi calon pemimpin pemerintahan. Salah satu model yang dijadikan rujukan adalah École nationale d'administration (ENA) di Prancis, yang kini bertransformasi menjadi Institut National du Service Public (INSP).
Menurut Prasetyo, di Prancis para pejabat pemerintahan, pejabat BUMN, hingga kepala daerah umumnya pernah mengikuti pendidikan di lembaga tersebut sebagai bagian dari pembentukan kapasitas kepemimpinan.
“Sehingga diharapkan semua memiliki kemampuan secara teknis maupun yang paling penting itu wawasan kebangsaan. Kita ini semua menjalankan amanah untuk kepentingan kebangsaan dan negara,” ujarnya.
Dipimpin jenderal bintang empat
Usai dilantik, Donny Ermawan menjelaskan bahwa URI akan menjadi lembaga pendidikan yang fokus pada pembinaan karakter, keterampilan manajerial, dan wawasan kebangsaan. Ia menyebut URI berbeda dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) yang lebih berfokus pada ketahanan nasional.
“Kalau kita ini lebih banyak kepada pendidikan managerial skill dilengkapi dengan wawasan kebangsaan, cinta kepada tanah air, patriotisme, punya karakter integritas yang tinggi, kejujuran, dan lain sebagainya,” kata Donny.
Donny menegaskan, program pendidikan URI memang dirancang mirip dengan ENA di Prancis, yakni mendidik dan melatih calon pemimpin agar memiliki karakter kuat, kemampuan berpikir strategis, dan keterampilan manajerial yang mumpuni.
Tiga institusi di bawah URI
Dalam struktur kelembagaannya, URI atau Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan akan membawahi tiga institusi utama:
- Badan pengelola sekolah unggulan.
- Badan pengelola perguruan tinggi.
- Lembaga Administrasi Negara (LAN) yang diperkuat fungsinya.
Donny menjelaskan, LAN nantinya tidak hanya membina ASN, tetapi juga menyiapkan karyawan BUMN agar memiliki kapasitas kepemimpinan yang sesuai dengan kebutuhan negara.
“Jadi penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara,” ujarnya.
Kampus dibangun di Bogor
Terkait lokasi, Donny mengatakan kampus permanen URI akan dibangun di kawasan Cikasungka, Bogor Utara, Jawa Barat. Lahan yang digunakan merupakan bekas area perkebunan sawit yang dikelola PTPN.
Sementara pembangunan kampus berlangsung, URI akan menggunakan kantor sementara di kawasan Jalan Merdeka Selatan dengan meminjam dua lantai gedung milik BUMN.
Pembangunan kampus URI akan dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Donny juga mengungkapkan bahwa seluruh peserta didik berpotensi memperoleh beasiswa, meski mekanismenya masih disusun.
Cetak pemimpin masa depan
URI akan menyelenggarakan pendidikan jenjang SMA selama tiga tahun dan pendidikan perguruan tinggi dengan regulasi tetap mengacu pada Kementerian Pendidikan Tinggi. Donny menyebut URI telah memulai program awal berupa pembinaan 399 pegawai baru BUMN melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD).
“Ini diharapkan juga seperti itu, kita akan mendidik, melatih baik karakternya ataupun pemikirannya, managerial skill akan kita berikan penanaman kepada mereka sehingga akan bisa menjadi pemimpin di masa depan,” kata Donny.
Dengan pembentukan URI, Prabowo menunjukkan langkah populisnya dalam membangun lembaga pendidikan kepemimpinan nasional yang terintegrasi, mulai dari SMA unggulan hingga perguruan tinggi, dengan tujuan mencetak generasi pemimpin Indonesia yang berintegritas, berwawasan kebangsaan, dan siap mengisi posisi strategis di pemerintahan maupun BUMN. (R-03)

