Bursa Asia Serentak Pesta, IHSG Dibuka Lompat 0,41 Persen
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Indeks Harga Saham Gabungan bergerak menguat pada awal perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Gerak indeks selaras dengan bursa saham utama kawasan Asia yang serentak menghijau. IHSG dibuka di posisi 6.366,01 poin atau naik 0,41 persen dari penutupan sebelumnya.
IHSG sudah menjalani penguatan selama sembilan hari bursa berturut-turut. Apabila hari ini kembali finis di jalur hijau, akan tercipta rekor kenaikan sepuluh hari tanpa putus. Momentum positif ini masih dijaga oleh berbagai sentimen yang berkembang pagi ini.
Pada perdagangan Selasa kemarin, 21 Juli 2026, IHSG ditutup melesat 1,74 persen ke level 6.340,02 poin. Sebanyak 421 saham menguat, 205 saham stagnan, dan hanya 169 saham yang melemah. Nilai transaksi kemarin tembus Rp21,50 triliun dengan volume 51,10 miliar lembar saham.
Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2,94 juta kali transaksi sepanjang sesi kemarin. Investor asing mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp31,36 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler saja, pembelian bersih asing mencapai Rp360,21 miliar.
Namun asing juga mencatatkan penjualan sebesar Rp328,86 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Beberapa saham papan atas justru ramai-ramai dilepas investor asing saat IHSG berpesta. PT Astra International Tbk tercatat mengalami net foreign sell sebesar Rp61,36 miliar.
PT Bumi Resources Tbk menyusul dengan pelepasan asing senilai Rp51,98 miliar. PT Amman Mineral Internasional Tbk juga dilepas senilai Rp48,38 miliar oleh investor luar negeri. PT Bakrie & Brothers Tbk dan PT Telkom Indonesia Tbk masing-masing mengalami penjualan bersih Rp46,59 miliar dan Rp34,30 miliar.
Di level Asia pagi ini, berbagai indeks saham utama bergerak serentak di zona hijau. Pada pukul 09.02 WIB, Nikkei 225 Jepang menguat 1,82 persen, CSI 300 China naik 0,12 persen. TAIEX Taiwan melesat 1,47 persen, Kospi Korea Selatan melonjak 5,67 persen, dan SETI Thailand menguat 0,42 persen.
Pasar hari ini akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia. Konsensus pasar memperkirakan BI Rate naik 25 basis poin menjadi 6 persen. Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas rupiah dan mengantisipasi tekanan inflasi ke depan.
Dari sisi eksternal, perhatian investor masih tertuju pada perkembangan konflik Timur Tengah. Harga minyak brent mulai turun ke kisaran 88 dolar AS per barel. Penurunan ini seiring meningkatnya harapan tercapainya gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.
Riset BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan teknikal terkini mengenai pergerakan IHSG. "Secara teknikal, IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan. Support berada di 6.220–6.250 dan resistance 6.360–6.400," sebut riset BRIDS.
Mereka mengingatkan momentum bullish memang masih terjaga kuat. Namun setelah reli yang cukup kuat dalam beberapa hari terakhir, risiko pengambilan untung jangka pendek tetap perlu diwaspadai. Saham pilihan BRIDS untuk perdagangan hari ini adalah BRMS, INET, dan RAJA.
Sementara CGS International Sekuritas Indonesia melihat beberapa pendorong positif lainnya. Kenaikan indeks saham di Wall Street, berlanjutnya aksi beli investor asing, dan penguatan rupiah menjadi sentimen baik. Investor juga tetap mencermati keputusan BI terkait suku bunga acuan hari ini.
"IHSG diprediksi akan melanjutkan penguatannya dengan kisaran support 6.245-6.150. Level resistance berada di area 6.435-6.530," tulis riset CGS International. Saham rekomendasi mereka antara lain SSIA, PGAS, MBMA, ANTM, ISAT, dan ENRG.
Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memberikan pandangan yang lebih optimis jangka menengah. Ia menyebut IHSG kemarin ditutup menguat 1,74 persen didukung aksi beli bersih asing sekitar Rp360 miliar. Saham yang paling banyak diborong asing meliputi ANTM, PTRO, BMRI, BBRI, dan BREN.
Keberhasilan IHSG menembus area resistance 6.300–6.320 menjadi sinyal teknikal positif. Selama indeks mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan masih terbuka lebar ke depan.
"IHSG berpotensi lanjut ke kisaran 6.700 hingga 6.850 jangka menengah. Syaratnya mampu bertahan di atas level 6.300," ujar Fanny Suherman.
Meski demikian, ia mengingatkan pelaku pasar untuk tetap waspada menghadapi risiko. Jika IHSG kembali turun dan menembus level 6.300, potensi koreksi menuju area 6.000 kembali terbuka. Untuk perdagangan hari ini, support diproyeksikan di 6.230-6.300 dan resistance di 6.380-6.470.
BNI Sekuritas membagikan sejumlah rekomendasi saham untuk strategi speculative buy hari ini. BBCA layak dibeli di area Rp6.425-Rp6.525 dengan target Rp6.650-Rp6.775 dan batas cut loss di bawah Rp6.350. TLKM bisa dibeli di Rp2.710-Rp2.750 menuju target Rp2.780-Rp2.900 dengan cut loss di bawah Rp2.680.
ANTM menjadi pilihan berikutnya dengan area beli Rp3.000-Rp3.060, target Rp3.090-Rp3.150, cut loss di bawah Rp2.990. BREN layak diborong di Rp3.440-Rp3.500 menuju target Rp3.540-Rp3.580 dengan batas aman di bawah Rp3.400. NCKL bisa diambil di Rp885 menuju Rp900-Rp910 dan JPFA di Rp2.060-Rp2.080 target Rp2.110-Rp2.160.
Pergerakan IHSG ke depan akan sangat dipengaruhi kemampuannya mempertahankan posisi di atas level psikologis 6.300. Area ini menjadi kunci untuk menjaga momentum penguatan pasar tetap berjalan. Keputusan Bank Indonesia siang nanti juga akan menjadi penentu arah jangka pendek bursa saham Indonesia. R-02

