BMKG: Sebagian Besar Riau Diguyur Hujan, Hotspot Tinggal 14 Titik
Ilustrasi
RIAU, SabangMerauke News — Kabar baik datang dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru. Sebagian besar wilayah Provinsi Riau diprakirakan berpotensi diguyur hujan pada Rabu (22/7/2026), sementara jumlah titik panas (hotspot) di Riau tercatat menurun menjadi 14 titik.
Kondisi ini menjadi angin segar bagi masyarakat Riau di tengah upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat hujan berpotensi membantu menekan risiko meluasnya titik api di sejumlah daerah rawan.
Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Deby C, menjelaskan bahwa pada pagi hari cuaca di Riau didominasi udara kabur hingga berawan. Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, serta Kota Dumai.
“Pada siang hingga sore hari, hujan ringan berpotensi terjadi di hampir sebagian besar wilayah Provinsi Riau,” ujar Deby dalam keterangannya, Rabu (22/7/2026).
Memasuki malam hari, cuaca diprediksi masih cerah berawan hingga berawan. Hujan ringan diprakirakan turun di sebagian wilayah Kabupaten Indragiri Hilir dan Kota Dumai. Sementara pada dini hari, kondisi cuaca kembali didominasi udara kabur hingga berawan.
Meski hujan diprakirakan meluas, BMKG tetap mengeluarkan peringatan dini agar masyarakat waspada terhadap potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan tersebut meliputi sebagian Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Bengkalis, dan Kota Dumai pada pagi hingga siang atau sore hari.
Suhu udara di Riau diperkirakan berkisar antara 23 hingga 32 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 60–100 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 10–30 kilometer per jam.
Sementara itu, tinggi gelombang laut di wilayah perairan Provinsi Riau diprakirakan berada pada kisaran 0,5 hingga 1,25 meter atau kategori rendah. Dengan kondisi tersebut, aktivitas pelayaran skala kecil relatif aman dilakukan, namun masyarakat tetap diminta memperhatikan perkembangan cuaca terbaru.
Di sisi lain, kondisi karhutla di Riau menunjukkan tren positif. BMKG mencatat jumlah titik panas di Pulau Sumatera hingga pukul 23.00 WIB mencapai 151 titik. Provinsi Bangka Belitung menjadi wilayah dengan hotspot terbanyak yakni 41 titik, disusul Aceh 35 titik dan Sumatera Selatan 33 titik.
Untuk Provinsi Riau sendiri, terdeteksi sebanyak 14 titik panas, menurun dibandingkan beberapa hari sebelumnya. Penurunan ini menjadi sinyal positif dalam pengendalian karhutla di wilayah Bumi Lancang Kuning.
Sebaran hotspot di Riau meliputi Kabupaten Bengkalis sebanyak 11 titik, Kabupaten Indragiri Hilir satu titik, Kabupaten Siak satu titik, dan Kota Dumai satu titik.
BMKG mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dengan potensi hujan yang meluas dan penurunan hotspot, diharapkan risiko karhutla di Riau dapat terus ditekan. (R-05)

