Sepekan Bergelut Bara, Asap Karhutla Bengkalis Mulai Menipis
Tim Manggala Agni berjuang memadamkan api di lahan gambut. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Bengkalis mulai membuahkan hasil. Lokasi kejadian berada di Desa Pematang Pudu, Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis, Riau. Setelah sepekan bekerja keras, kondisi asap berkurang secara signifikan.
Perubahan terlihat jelas dari perbandingan kondisi pagi hingga sore Selasa, 21 Juli 2026. Empat regu Manggala Agni terus melakukan pendinginan dan mopping up secara rutin. Upaya ini berhasil menekan munculnya asap dari sejumlah titik panas.
Kepala Balai Dalkarhut Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto menyampaikan perkembangan positif tersebut. "Progress signifikan sudah mulai terlihat jelas di lapangan. Perbandingan pagi dan sore menunjukkan perbedaan asap yang mencolok," ujar Ferdian Selasa malam.
Tim akan melanjutkan operasi pada Rabu, 22 Juli 2026, dengan kekuatan penuh. Empat regu tetap diturunkan untuk memastikan tidak ada bara tersisa. Pembersihan lapisan gambut dilakukan secara bertahap dan teliti.
"Besok tim lanjut operasi dengan empat regu penuh untuk mopping up. Kami pastikan tidak ada lagi asap yang muncul dari tanah," tambahnya.
Selasa pagi tadi, tim bekerja di tengah cuaca kering tanpa bantuan hujan. Sumber air di sekitar lokasi semakin terbatas seiring berjalannya musim kemarau. Bara yang tersembunyi di bawah permukaan membuat proses pendinginan harus berulang.
Di beberapa titik, personel memanfaatkan kanal kecil dengan debit air yang terus menyusut. Lumpur di dasar kanal dibersihkan terlebih dahulu agar pompa bisa bekerja lancar. Air kemudian dialirkan menuju lokasi yang masih menyimpan panas tinggi.
Berdasarkan pemantauan sebelumnya, luas area terdampak diperkirakan mencapai sekitar 81 hektare. Fokus operasi kini bukan lagi memadamkan kobaran api di permukaan. Tim lebih mengutamakan menuntaskan bara tersembunyi di dalam lapisan gambut.
Bara di kedalaman tanah memiliki risiko memunculkan titik api baru kapan saja. Pendinginan yang hanya dilakukan di permukaan sering kali tidak menyelesaikan masalah secara tuntas. Karena itu metode pembongkaran lapisan tanah diterapkan secara hati-hati.
Ferdian memastikan seluruh personel yang bertugas dalam kondisi sehat prima. Pembagian tugas dan strategi operasi untuk hari berikutnya sudah disusun rapi. Setiap regu mengetahui area tanggung jawab masing-masing dengan jelas.
"Semua personel sehat dan pembagian tugas sudah dibagi dengan baik. Semoga langkah ini menjadi strategi penuntasan yang efektif," tuturnya.
Ia menegaskan Manggala Agni tidak akan terburu-buru mengakhiri operasi. Penarikan personel hanya dilakukan setelah seluruh lokasi dinyatakan benar-benar aman. Pengecekan ulang akan dilakukan berkala untuk memastikan tidak ada titik panas yang terlewat.
Dengan progres yang terus membaik, operasi Rabu diharapkan mampu menuntaskan sisa bara. Kawasan Pematang Pudu diharapkan benar-benar bebas dari asap dan risiko kebakaran kembali. Masyarakat sekitar juga diminta tetap waspada melaporkan tanda-tanda asap.
Kebakaran lahan gambut memiliki karakteristik yang berbeda dengan kebakaran permukaan biasa. Api bisa bertahan berbulan-bulan di bawah tanah tanpa terlihat dari atas. Hanya pendinginan menyeluruh yang bisa memutus siklus kebakaran tersebut. R-02

