Kecelakaan Kerja, Manajemen PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam, Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi
Jenazah Ahmad Kusaeri (47), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Medan PTPN IV Regional III yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, dipulangkan ke kampung halamannya tanpa dilakukan autopsi. Foto : Ilustrasi
ROKAN HILIR, SabangMerauke News - Jenazah Ahmad Kusaeri (47), karyawan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Medan PTPN IV Regional III di Rokan Hilir, Riau yang meninggal dunia akibat kecelakaan kerja, dipulangkan ke kampung halamannya tanpa dilakukan autopsi.
Sementara itu, proses penyelidikan masih terus berlangsung. Pihak kepolisian diketahui baru melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekitar lima jam setelah insiden terjadi. Keterlambatan tersebut diduga karena tidak adanya koordinasi dari pihak perusahaan kepada kepolisian sesaat setelah kecelakaan terjadi.
Kanit Reskrim Polsek Pujud, Ipda A. Rambe, saat dikonfirmasi mengatakan penanganan perkara tersebut kini telah diambil alih oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Rokan Hilir.
"Kasusnya sudah diambil alih oleh Satreskrim Polres Rohil," ujar Ipda Rambe.
Diketahui, kecelakaan kerja itu terjadi pada Senin (20/7/2026) sekitar pukul 13.45 WIB di area loading ramp PKS Tanjung Medan, Kecamatan Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, saat kejadian Ahmad Kusaeri hendak menarik besi yang berada di dekat capstand dan bermaksud menekan tombol capstand (electromotor bollard). Namun posisi tubuh korban berada terlalu dekat dengan bollard saat tali capstand sedang menggulung.
Akibatnya, tali tersebut tiba-tiba melilit tubuh korban hingga korban terjatuh dan kepalanya membentur bollard dengan keras. Akibatnya, kepala korban hancur lebur dan meninggal di tempat.
Rekan kerja korban yang melihat kejadian itu langsung memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban ke RS Awal Bros Bagan Batu untuk mendapatkan penanganan medis.
Peristiwa ini menjadi sorotan karena proses olah TKP baru dilakukan beberapa jam setelah kejadian. Selain itu, jenazah korban juga telah dipulangkan ke kampung halamannya tanpa dilakukan autopsi.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak manajemen PTPN IV Regional III belum memberikan keterangan resmi terkait kronologi lengkap kejadian. (R-02)

