SabangMeraukeNEWS.com

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum
  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan

    https://sabangmeraukenews.com

Copyright ©
sabangmeraukeNEWS.com
All rights reserved

https://sabangmeraukenews.com

  • Daerah
    • Kecelakaan Kerja, Management PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam; Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      Kecelakaan Kerja, Management PKS Tanjung Medan PTPN IV di Rohil Masih Bungkam; Jenazah Korban Dipulangkan Tanpa Otopsi

      20/07/2026  ❘  22:39 WIB
    • Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      Penggunaan Rumah untuk Ibadah Picu Protes Warga Medan Amplas

      20/07/2026  ❘  19:26 WIB
    • Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Hancurkan Tiga Rumah Mewah

      Ledakan Dahsyat di Grand Polonia Hancurkan Tiga Rumah Mewah

      20/07/2026  ❘  19:12 WIB
    • Tangan Diborgol di Video Viral, Warga Tanjungpinang dan Agam Diduga Disekap di Myanmar

      Tangan Diborgol di Video Viral, Warga Tanjungpinang dan Agam Diduga Disekap di Myanmar

      20/07/2026  ❘  19:00 WIB
  • Nasional
    • Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      Terlanjur Ucap Kasar, Hotman Paris Akhirnya Meminta Maaf ke Wartawan

      20/07/2026  ❘  18:48 WIB
    • PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      PN Jakarta Selatan Menolak Praperadilan Roy Suryo, Status Tersangka Tetap Berlaku

      20/07/2026  ❘  14:16 WIB
    • Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      Wow! DJP Libatkan Tentara dan Polisi Desa Awasi Kepatuhan Pajak

      20/07/2026  ❘  13:23 WIB
    • Istana Peringatkan Hotman Paris Tak Bawa-bawa Nama Prabowo dalam Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie

      Istana Peringatkan Hotman Paris Tak Bawa-bawa Nama Prabowo dalam Kasus Korupsi Eks Jampidsus Febrie

      20/07/2026  ❘  13:17 WIB
  • Ekonomi
    • BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      BPS Catat IPH Turun di 34 Provinsi

      20/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      Menanti Keputusan BI, IHSG Melesat ke 6.231 Poin

      20/07/2026  ❘  18:29 WIB
    • Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      Tak Semua Jatuh, Rupiah Melemah Saat Mata Uang Asia Lain Naik

      20/07/2026  ❘  18:18 WIB
    • Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      Lewat Riau Bhayangkara Run, BRK Syariah Kampanyekan Gaya Hidup Sehat dan Literasi Keuangan Syariah

      20/07/2026  ❘  13:13 WIB
  • Politik
    • Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      Bupati Siak Afni Curhat Soal Pemangkasan DBH, Wapres Gibran: Sayakan Mantan Wali Kota Juga!

      17/07/2026  ❘  20:17 WIB
    • Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      Memalukan! Pimpinan Pusat Golkar Murka Lihat Kericuhan 2 Kadernya di DPRD Riau

      17/07/2026  ❘  14:01 WIB
    • KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      KPK Tetapkan Bupati Sukoharjo Tersangka, PDIP Tegaskan OTT Langsung Dipecat

      12/07/2026  ❘  13:39 WIB
    • PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      PDIP Sebut Diri Partai Penyeimbang, PSI Minta Penjelasan Terbuka untuk Publik

      10/07/2026  ❘  09:35 WIB
  • Hukrim
    • Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      Teror Curanmor Pekanbaru Berakhir! Pelaku 16 TKP Ditangkap Saat Bersembunyi di RTH

      20/07/2026  ❘  16:15 WIB
    • Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      Pledoi Gubernur Riau Abdul Wahid: Minta Dibebaskan dan Barang Miliknya yang Disita Dikembalikan

      20/07/2026  ❘  13:07 WIB
    • Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      Buronan Narkotika Sembunyi di Bengkalis, Terbongkar Laporan Warga Lewat Telepon Darurat

      20/07/2026  ❘  12:21 WIB
    • Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      Tak Berkutik saat Digerebek, Pengedar Sabu di Rohil Ditangkap bersama Puluhan Paket Siap Edar

      19/07/2026  ❘  19:03 WIB
  • Umum
    • Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      Mulut Terasa Pahit Saat Bangun Tidur? Bisa Jadi Tanda Asam Lambung hingga Kurang Minum

      19/07/2026  ❘  12:29 WIB
    • Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      Jangan Buang Sisa Nasi! Begini Cara Mengubahnya Jadi Kompos yang Bikin Tanaman Subur

      19/07/2026  ❘  08:22 WIB
    • AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      AI Mengubah Dunia Kerja, Anak Muda Wajib Kuasai Keterampilan Ini Sebelum Terlambat

      18/07/2026  ❘  13:30 WIB
    • Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      Anak Tak Mau Ditinggal di Sekolah? Terapkan 7 Langkah Ini agar Proses Adaptasi Lebih Cepat

      18/07/2026  ❘  09:55 WIB
  • Riau
    • Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      Pemprov Riau Akselerasi Cek Kesehatan Gratis, Targetkan Pemenuhan Asta Cita Presiden RI

      20/07/2026  ❘  20:48 WIB
    • Tunggakan Rp4,2 triliun, Pemprov Riau Cari Jalan Keluar Lewat Obligasi

      Tunggakan Rp4,2 triliun, Pemprov Riau Cari Jalan Keluar Lewat Obligasi

      20/07/2026  ❘  18:37 WIB
    • Pilih Riau Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional, Plt Gubri Sampaikan Apresiasi Kepada MPR RI

      Pilih Riau Jadi Tuan Rumah Sarasehan Nasional, Plt Gubri Sampaikan Apresiasi Kepada MPR RI

      20/07/2026  ❘  17:46 WIB
    • Penataan PKL, Wako Agung Nugroho Minta Masyarakat Tidak Dirikan Bangunan di Lokasi Terlarang

      Penataan PKL, Wako Agung Nugroho Minta Masyarakat Tidak Dirikan Bangunan di Lokasi Terlarang

      20/07/2026  ❘  17:13 WIB
  • Sport
    • Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      Spanyol Lengkapi Gelar Piala Dunia 2026 Setelah Menjuarai Piala Eropa 2024

      20/07/2026  ❘  09:19 WIB
    • Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      Resmi Juara Piala Dunia 2026, Spanyol Kantongi Hampir Rp1 Triliun dan Cincin Bersejarah FIFA

      20/07/2026  ❘  09:06 WIB
    • Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      Resmi! Kylian Mbappe Jadi Top Skor Piala Dunia 2026, Rekornya Bikin Dunia Terkejut

      20/07/2026  ❘  07:57 WIB
    • Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      Mimpi Messi Pupus, Ferran Torres Bawa Spanyol Juara Dunia

      20/07/2026  ❘  06:37 WIB
  • Opini
    • 2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      2 Orang Tewas Dimangsa di Konsesi PT Madukoro Lestari, Mengapa Kementerian Kehutanan Gegabah Terbitkan Izin HTI di Sarang Harimau? 

      17/07/2026  ❘  10:49 WIB
    • Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      Catatan Kritis tentang Masa Depan Cagar Biosfer Giam Siak Kecil Bukit Batu

      14/07/2026  ❘  13:51 WIB
    • Republik Amplop

      Republik Amplop

      13/07/2026  ❘  13:17 WIB
    • Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      Terjebak Paradigma Daratan: Anggota DPR-DPD Dapil Riau Harus Kepung Pansus Demi Kepulauan Meranti

      13/07/2026  ❘  12:14 WIB
  • Internasional
    • PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      PBB Selidiki Serangan AS ke Proyek Nuklir Iran di Khuzestan

      20/07/2026  ❘  11:56 WIB
    • FIFA Resmi Menjual Potongan Rumput Asli Final Piala Dunia 2026 Sebagai Suvenir Premium

      FIFA Resmi Menjual Potongan Rumput Asli Final Piala Dunia 2026 Sebagai Suvenir Premium

      20/07/2026  ❘  10:17 WIB
    • Balasan Pedas Mojtaba Khamenei ke Trump Bikin Geger: Tanda Tangan Presiden AS Tak Berharga

      Balasan Pedas Mojtaba Khamenei ke Trump Bikin Geger: Tanda Tangan Presiden AS Tak Berharga

      20/07/2026  ❘  08:05 WIB
    • Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      Dua Tentara AS Tewas! Sasaran Serangan Melebar ke Infrastruktur Sipil Iran

      19/07/2026  ❘  10:44 WIB
  • lain
      -->
    • Advertorial
    • -->
    • Foto
    • Indeks
Bukan omon omon

Hingga Juli 2026, Sebanyak 3.098 Warga Urus Paspor di Imigrasi Selatpanjang, Tersimpan Kisah Warga Kepulauan Meranti Mengadu Nasib di Malaysia

19/07/2026  ❘  19:00 WIB • Daerah
Bagikan :
Hingga Juli 2026, Sebanyak 3.098 Warga Urus Paspor di Imigrasi Selatpanjang, Tersimpan Kisah Warga Kepulauan Meranti Mengadu Nasib di Malaysia

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Selatpanjang, Zaqi Yunahar. Foto : Istimewa

SELATPANJANG, SabangMerauke News - Jumlah permohonan paspor di Kantor Imigrasi Kelas II TPI Selatpanjang terus menunjukkan tren positif sepanjang tahun 2026. Hingga Juli 2026, tercatat sebanyak 3.098 warga Kabupaten Kepulauan Meranti telah mengajukan permohonan paspor untuk berbagai keperluan perjalanan ke luar negeri, dengan Malaysia masih menjadi negara tujuan utama.

Meningkatnya permohonan paspor tersebut menunjukkan tingginya mobilitas masyarakat Kepulauan Meranti yang memiliki kedekatan geografis dengan Malaysia. Selain untuk mengunjungi keluarga, paspor juga banyak digunakan masyarakat untuk keperluan berobat, menjalankan usaha, maupun aktivitas bisnis lintas negara. Meskipun tidak dipungkiri banyak warga di perbatasan negara ini mengurus paspor melancong ini untuk bekerja. 

Berdasarkan data Kantor Imigrasi Selatpanjang, sepanjang Januari hingga Juli 2026 jumlah permohonan paspor telah mencapai 3.098 pemohon. Sementara pada tahun 2025 lalu, jumlah permohonan paspor tercatat sebanyak 5.882 pemohon.

Kondisi tersebut mencerminkan tingginya antusiasme masyarakat dalam mengurus dokumen perjalanan luar negeri sekaligus menunjukkan semakin aktifnya aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan.

Kepala Seksi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Selatpanjang, Zaqi Yunahar, mengatakan Malaysia masih menjadi destinasi yang paling banyak dituju masyarakat Kepulauan Meranti karena letaknya yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kepulauan Meranti.

Menurutnya, sebagian besar masyarakat mengurus paspor untuk keperluan mengunjungi keluarga yang berada di Malaysia, menjalani pengobatan, hingga melakukan aktivitas perdagangan dan bisnis.

Ia menjelaskan, tingginya permohonan paspor juga menjadi indikator meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan keimigrasian yang cepat, mudah, dan profesional.

Meski demikian, Zaqi mengingatkan masyarakat agar memastikan seluruh dokumen persyaratan telah lengkap dan sesuai ketentuan sebelum mengajukan permohonan paspor.

"Pemohon diharapkan memastikan seluruh dokumen persyaratan sudah lengkap dan valid sebelum mengajukan permohonan. Hal ini penting agar proses verifikasi dapat berjalan lancar sehingga penerbitan paspor bisa dilakukan lebih cepat," ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mengajukan permohonan paspor melalui prosedur resmi yang telah ditetapkan serta menghindari penggunaan jasa pihak yang tidak bertanggung jawab.

Dengan kelengkapan dokumen dan kepatuhan terhadap prosedur yang berlaku, diharapkan pelayanan penerbitan paspor di Kantor Imigrasi Selatpanjang dapat terus berjalan optimal sehingga kebutuhan masyarakat terhadap dokumen perjalanan internasional dapat terpenuhi secara cepat, aman, dan tertib.

 

Di balik tingginya angka permohonan paspor di Kabupaten Kepulauan Meranti, tersimpan potret dinamika sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah perbatasan. Bagi sebagian warga, paspor bukan sekadar dokumen perjalanan, melainkan pintu untuk mencari penghidupan yang dinilai lebih menjanjikan di negeri jiran, Malaysia.

Setiap tahun, ribuan warga Kepulauan Meranti mengurus paspor dengan berbagai tujuan. Namun, tidak sedikit di antaranya yang berangkat untuk bekerja sebagai tenaga kerja migran. Dorongan ekonomi, keterbatasan lapangan pekerjaan, hingga kedekatan geografis dengan Malaysia menjadi faktor yang mendorong masyarakat memilih merantau ke luar negeri.

Mayoritas yang berangkat merupakan penduduk usia produktif. Mereka terdiri dari lulusan sekolah menengah, perguruan tinggi, hingga masyarakat yang telah memiliki pengalaman kerja. Dengan harapan memperoleh penghasilan yang lebih baik, mereka rela meninggalkan kampung halaman dan keluarga demi memperbaiki taraf hidup.

Fenomena tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi daerah. Di satu sisi, tenaga kerja migran memberikan kontribusi melalui remitansi yang membantu perekonomian keluarga. Namun di sisi lain, keluarnya tenaga kerja produktif dalam jumlah besar menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi ketersediaan sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah.

Kondisi ini sekaligus menjadi pengingat penting bagi pemerintah daerah untuk terus memperkuat sektor ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan investasi yang mampu menyerap tenaga kerja lokal. Upaya tersebut diharapkan dapat memberikan lebih banyak pilihan bagi masyarakat untuk membangun masa depan tanpa harus meninggalkan kampung halaman.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kepulauan Meranti memiliki posisi strategis yang dapat menjadi modal dalam mengembangkan perdagangan, industri, pariwisata, serta sektor ekonomi lainnya. Dengan pengelolaan potensi yang optimal, wilayah ini memiliki peluang untuk tumbuh sebagai kawasan perbatasan yang mampu menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada akhirnya, tingginya permohonan paspor tidak hanya mencerminkan mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi gambaran mengenai tantangan sekaligus peluang pembangunan di daerah. Keberhasilan menciptakan iklim ekonomi yang lebih kuat akan sangat menentukan apakah Kepulauan Meranti mampu menjadi daerah yang semakin menarik untuk berkarya, bekerja, dan membangun masa depan bagi generasi mudanya.

Keterbatasan lapangan pekerjaan di daerah menjadi salah satu faktor yang mendorong masyarakat memilih merantau. Ketika hasil tangkapan nelayan tidak menentu, sektor perkebunan belum mampu memberikan penghasilan yang memadai, sementara kesempatan kerja formal masih terbatas, bekerja di Malaysia menjadi pilihan yang dinilai paling realistis bagi banyak keluarga.

Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Malaysia, Kepulauan Meranti memiliki hubungan historis, budaya, dan sosial yang telah terjalin sejak lama. Kesamaan bahasa, budaya Melayu, serta ikatan kekeluargaan lintas negara turut mempermudah mobilitas masyarakat untuk mencari nafkah di negeri tetangga tersebut.

Namun, fenomena tersebut juga menyisakan persoalan. Tidak sedikit warga yang berangkat menggunakan paspor kunjungan atau melalui jalur nonprosedural sehingga berisiko menghadapi persoalan hukum maupun ketenagakerjaan di negara tujuan.

"Kalau tak ke Malaysia, nak makan apa anak-anak kami?" ujar Alfian, warga Selatpanjang, sembari memperlihatkan paspor yang telah berkali-kali digunakannya untuk menyeberang ke Malaysia.

 

Berdasarkan data tidak resmi yang dihimpun berbagai pihak, diperkirakan sekitar 10 ribu warga Kepulauan Meranti saat ini bekerja di Malaysia sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI). Sebagian telah melalui prosedur resmi, namun sebagian lainnya berangkat menggunakan paspor pelancong tanpa izin kerja yang sesuai dengan ketentuan negara tujuan.

Kondisi tersebut membuat mereka rentan menghadapi berbagai persoalan, mulai dari penangkapan oleh otoritas imigrasi Malaysia, sengketa ketenagakerjaan, hingga perlindungan hukum yang terbatas. Tidak sedikit pula yang mengalami kecelakaan kerja, penahanan di pusat detensi imigrasi, bahkan kehilangan nyawa saat bekerja di luar negeri.

Meski demikian, bagi sebagian besar pekerja migran, risiko tersebut dianggap sebagai konsekuensi yang harus dihadapi demi memenuhi kebutuhan keluarga di kampung halaman.

"Kalau kerja di kampung, penghasilannya hanya cukup untuk beberapa hari. Di Malaysia, kalau sedang ada pekerjaan dan rezeki bagus, bisa membawa pulang sekitar tiga sampai lima juta rupiah setiap bulan. Itu sudah sangat berarti bagi kami," kata Ari, warga Selatpanjang, Kepulauan Meranti yang baru kembali bekerja dari Johor sambil menunjukkan bekas luka akibat kecelakaan kerja yang pernah dialaminya.

Setiap musim keberangkatan, Pelabuhan Internasional Selatpanjang kembali dipenuhi calon penumpang yang hendak menuju Malaysia. Bagi sebagian masyarakat, perjalanan tersebut bukan sekadar merantau, melainkan ikhtiar untuk mempertahankan kehidupan keluarga di tengah terbatasnya peluang ekonomi di daerah.

Di sisi lain, keberadaan pekerja migran juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Kabupaten Kepulauan Meranti melalui remitansi atau kiriman uang kepada keluarga di kampung halaman. Dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, membiayai pendidikan anak, membangun rumah, hingga menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Ketua Perkumpulan Pekerja Migran Lokal Nusantara (PPMLN), Husbi Kurniallah, menilai kontribusi ekonomi para pekerja migran asal Kepulauan Meranti selama ini sangat besar dan patut mendapat perhatian pemerintah.

"Berdasarkan data Imigrasi Selatpanjang, ada sekitar 10 ribu masyarakat Meranti yang bekerja di Malaysia. Kalau dihitung misalnya enam ribu orang saja yang aktif bekerja dengan pendapatan rata-rata lima juta rupiah per bulan, maka uang yang berputar di daerah ini mencapai sekitar Rp30 miliar setiap bulan atau sekitar Rp360 miliar dalam setahun," ujar Husbi.

Menurutnya, dana tersebut menjadi penopang ekonomi ribuan keluarga di Kepulauan Meranti. Selain memenuhi kebutuhan rumah tangga, remitansi juga mendorong perputaran ekonomi lokal melalui pembangunan rumah, pembelian barang, biaya pendidikan, hingga kegiatan usaha masyarakat.

Husbi mengingatkan bahwa ketergantungan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan di Malaysia juga menjadi tantangan tersendiri bagi daerah. Karena itu, pemerintah diharapkan mampu menciptakan lebih banyak lapangan pekerjaan dan meningkatkan investasi agar masyarakat memiliki alternatif pekerjaan di daerah sendiri.

"Kalau akses masyarakat Meranti untuk bekerja di Malaysia tertutup, tentu dampaknya akan sangat besar terhadap ekonomi masyarakat. Karena itu, pemerintah perlu memberikan perhatian serius, baik terhadap perlindungan pekerja migran maupun penciptaan lapangan kerja di daerah," katanya.

Ia menambahkan, pekerja migran asal Kepulauan Meranti tidak hanya berjuang menghidupi keluarganya, tetapi juga berkontribusi terhadap roda perekonomian daerah. Oleh sebab itu, perlindungan terhadap pekerja migran sekaligus penguatan ekonomi lokal dinilai menjadi dua hal yang harus berjalan beriringan agar masyarakat memiliki masa depan yang lebih baik di kampung halamannya sendiri. (R-01)

Editor: Ali Imran

BERITA TERKAIT :

Lindawati Tahun Baru Islam HUT 60 tahun BRK syariah Lowongan kerja Novotel Terbaru

TERPOPULER

  • 35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    35 Kolonel TNI AD Pecah Bintang Jadi Jenderal, Ini Daftar Lengkapnya

    10/07/2026  ❘  21:35 WIB
  • KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    KPK Tuntut Gubernur Riau Abdul Wahid 8,5 Tahun Penjara, Denda Rp 500 Juta dan Bayar Uang Pengganti Rp 1,45 Miliar 

    09/07/2026  ❘  12:45 WIB
  • Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    Laba Agrinas Palma Nusantara Cuma Rp 2,7 Miliar Padahal Kelola 4 Juta   Hektare Kebun Sawit, Ada Apa?

    06/07/2026  ❘  23:23 WIB
  • Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    Kuasa Hukum Don Ritto Klaim Uang Sitaan Berasal dari Proyek Pelabuhan Kalimantan Timur

    14/07/2026  ❘  17:07 WIB
  • Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    Sopir Truk Tangki Dipecat Massal, TNI Polri Diterjunkan Pasok BBM di SPBU Medan

    14/07/2026  ❘  21:00 WIB
Kempo Dojo AKRI cafe Idul adha dprd pekanbaru

    Follow Us

  • Copyright ©
    SabangMeraukeNEWS.com

    Berita

  • Daerah
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Politik
  • Hukrim
  • Umum

    Berita

  • Riau
  • Sport
  • Opini
  • Internasional
  • Advertorial
  • Indeks

    Halaman

  • Redaksi
  • Tentang
  • Pedoman
  • Disclaimer
  • Info Iklan
  • SOP Perlindungan Wartawan