CCTV Bongkar Kericuhan DPRD Riau, Polda Mulai Petakan Calon Tersangka
Suasana tawuran di dalam gedung DPRD Riau menyusul perselisihan Pariaman Ihwan dengan Indra Gunawan Eet pada rapat Badan Anggaran. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Kericuhan hebat melanda Gedung DPRD Riau pada Kamis 16 Juli 2026. Insiden terjadi saat rapat pembahasan anggaran berlangsung di ruang sidang. Rekaman CCTV dan video warga menjadi bukti utama penyelidikan.
Polda Riau kini memegang kendali penuh penanganan kasus. Seluruh proses berjalan lewat tahapan penyelidikan yang ketat. Penetapan tersangka baru dilakukan jika bukti sudah sah.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Riau Kombes Pol Hasyim Risahondua buka suara soal perkembangan kasus. Laporan resmi dari Sekretaris Dewan sudah diterima kepolisian. Penanganan kasus kini berada di tahap verifikasi awal.
"Sekretaris Dewan sudah berkomunikasi secara lisan dengan kami," ujar Hasyim pada Sabtu 18 Juli 2026. "Mereka sudah melaporkan peristiwa ini secara resmi pada Jumat kemarin," tambahnya.
Penyidik belum memanggil saksi untuk diperiksa lebih lanjut. Tim masih mencocokkan data laporan dengan fakta di lapangan. Verifikasi administrasi harus selesai sebelum masuk tahap selanjutnya.
"Nanti kami telaah isi laporan yang masuk secara resmi," jelas Hasyim. "Semua orang di lokasi terekam jelas oleh kamera pengawas gedung," imbuhnya.
Tahap berikutnya adalah penyelidikan mendalam untuk mengungkap fakta. Polisi akan melacak identitas setiap pihak yang terlibat langsung. Bukti rekaman menjadi dasar kuat pemetaan peran masing-masing.
Berdasarkan rekaman yang ada, dugaan tindak pidana cukup beragam. Ada unsur penganiayaan, perusakan barang, hingga kerusuhan massal. Polisi akan mengembangkan tuduhan sesuai fakta yang ditemukan.
"Terlihat jelas aksi penganiayaan dalam rekaman yang beredar," kata Hasyim. "Kami akan susun tuduhan sesuai peristiwa yang sebenarnya terjadi," tegasnya.
Pemicu kericuhan bermula dari perselisihan dua anggota dewan. Keduanya berasal dari Fraksi Partai Golkar, Parisman Ihwan dan Indra Gunawan Eet. Ketegangan memuncak usai rapat Banggar bersama tim anggaran daerah.
Perdebatan sengit berubah jadi saling dorong dan pukul. Puluhan pendukung masing-masing tokoh ikut terlibat dalam bentrok. Situasi di dalam gedung berubah kacau balau seketika itu juga.
Sejumlah fasilitas gedung DPRD Riau mengalami kerusakan parah. Kursi, meja, dan peralatan ruangan terlempar ke mana-mana. Puing-puing berserakan di lorong gedung setelah keributan reda.
Petugas keamanan berinisial A terluka saat berusaha melerai massa. Ia mengalami luka robek di bagian kepala akibat pukulan keras. Korban kini menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Ketegangan tak berhenti di ruang rapat saja. Keributan meluas hingga ke area lobi dan halaman gedung. Warga sekitar merekam kejadian ini lewat ponsel masing-masing.
Polisi memastikan tak ada satu pun pihak yang lolos identifikasi. Semua rekaman kamera akan dianalisis satu per satu secara teliti. Siapa yang memulai kekerasan akan terungkap dengan pasti.
"Kami catat setiap gerak-gerik orang di lokasi kejadian," ujar Hasyim. "Bukti yang cukup akan menjadi dasar penentuan status tersangka," tambahnya.
Proses hukum berjalan lambat namun pasti demi keadilan. Polisi tak ingin terburu-buru mengambil keputusan yang keliru. Setiap orang berhak didengar keterangannya sebelum ditetapkan status.
Penyidik juga akan memanggil saksi mata yang merekam kejadian. Keterangan tambahan akan memperkuat bukti yang sudah ada. Kronologi kejadian akan tersusun utuh tanpa ada yang tertinggal.
Fraksi Golkar telah mengeluarkan pernyataan permohonan maaf resmi. Pihak partai menyesalkan tindakan tidak terpuji kadernya. Mereka berjanji akan memberikan sanksi internal bagi pelaku.
Ketua DPRD Riau juga turut meminta maaf kepada masyarakat. Badan Kehormatan dewan diminta memproses pelanggaran kode etik. Namun proses hukum kepolisian tetap berjalan di jalur tersendiri.
Insiden ini menjadi catatan kelam bagi lembaga perwakilan rakyat. Warga berharap kejadian serupa tak terulang lagi di masa depan. Dewan harus menjadi teladan bukan ajang pertikaian pribadi.
Polda Riau berkomitmen menuntaskan kasus ini secara transparan. Hasil penyelidikan akan diumumkan secepatnya kepada publik. Hukum berlaku sama bagi siapa saja tanpa pandang jabatan. R-02

