Gempa Empat Kali Guncang Bukittinggi dalam Waktu Kurang dari Enam Jam
Lokasi pusat gempa di Sumatera Barat, Sabtu, 18 Juli 2026. (sumber: BMKG)
SUMBAR, SabangMerauke News – Wilayah Bukittinggi, Sumatera Barat, diguncang empat kali gempa tektonik. Kejadian berlangsung Sabtu (18/7/2026) dalam rentang waktu singkat. Seluruh peristiwa tercatat oleh alat pemantau resmi BMKG.
Gempa pertama terjadi pukul 06.49 WIB berkekuatan magnitudo 2,1. Tak lama kemudian pukul 07.26 WIB tercatat gempa kedua M 1,6. Dua jam kemudian pukul 10.10 WIB guncangan M 2,9 kembali terasa.
Guncangan terkuat muncul pukul 11.58 WIB dengan kekuatan M 3,1. Kepala Stasiun Geofisika Padang Panjang Dr Suaidi Ahadi menjelaskan penyebabnya. Keempat gempa berstatus dangkal akibat pergerakan Sesar Sianok.
"Pusat gempa dan kedalaman menunjukkan aktivitas sesar lokal," kata Suaidi. "Sumbernya murni dari pergerakan kerak bumi jalur Sianok," tambahnya.
Episenter gempa terkuat berada 7 kilometer barat laut Bukittinggi. Kedalaman pusat gempa hanya lima kilometer di bawah permukaan tanah. Sementara gempa M 2,9 berpusat 6 kilometer arah sama dengan kedalaman tujuh kilometer.
Dua gempa pagi hari memiliki kedalaman sekitar empat kilometer saja. Semuanya terjadi di wilayah sekitar kota Bukittinggi. Guncangan dangkal biasanya terasa lebih nyata di permukaan.
Gempa M 2,9 dirasakan warga dengan intensitas II-III MMI. Getaran terasa seperti truk besar melintas dekat bangunan. Benda gantung di dalam rumah tampak bergerak bergoyang-goyang.
Sedangkan gempa M 3,1 berintensitas II MMI saja. Sebagian warga merasakan guncangan ringan di tempat tinggal. Benda-benda ringan yang digantung ikut berayun pelan.
"Hingga kini belum ada laporan kerusakan bangunan atau korban," ujar Suaidi. "Struktur bangunan di sana masih aman dari dampak serius," imbuhnya.
Tim pemantau BMKG terus memantau perkembangan setelah kejadian. Setelah gempa M 2,9 dipantau hingga pukul 10.27 WIB aman. Belum terdeteksi adanya getaran susulan sama sekali.
Pemantauan dilanjutkan setelah gempa M 3,1 hingga pukul 12.20 WIB. Hasilnya tetap belum ditemukan tanda aktivitas susulan. Namun pengawasan tetap diperketat untuk mengantisipasi hal tak terduga.
Suaidi mengimbau masyarakat tidak panik menyikapi kejadian ini. Warga diminta tak mudah percaya berita yang belum jelas kebenarannya. Informasi gempa hanya diambil dari saluran resmi BMKG.
"Gunakan laman web, aplikasi InfoBMKG, atau akun media sosial resmi," tegasnya. "Jangan sebar kabar yang bisa menimbulkan kepanikan berlebih di masyarakat," katanya.
Warga juga diharapkan tetap waspada terhadap risiko gempa lain. Kenali langkah keselamatan saat terjadi guncangan di dalam maupun luar rumah. Ketenangan menjadi kunci bertindak cepat dan tepat saat darurat. R-02
BERITA TERKAIT :
-
Prakiraan Cuaca
Siang Terik Menyengat, 8 Titik Panas Mulai Muncul di Riau

