Perak Antam Menguat Lagi! Harga Hari Ini Tembus Rp37.900 per Gram
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News – Harga perak PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali mengalami kenaikan pada perdagangan Sabtu (18/7/2026). Logam mulia nonemas ini menguat Rp200 per gram menjadi Rp37.900, seiring tren positif harga emas Antam dan kenaikan harga perak di pasar global.
Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia Antam, harga perak hari ini naik dari posisi sebelumnya Rp37.700 per gram menjadi Rp37.900 per gram. Kenaikan ini memperpanjang tren penguatan harga logam mulia yang dipengaruhi sentimen global.
Di pasar internasional, harga perak juga bergerak positif. Mengacu pada data Trading Economics, harga perak dunia naik 0,73 persen ke level US$55,90 per ons.
Penguatan harga tersebut terjadi setelah perak sempat bergerak di kisaran US$55,5 per ons, yang merupakan level terendah sejak akhir November 2025. Pergerakan harga masih dipengaruhi sejumlah faktor ekonomi global, termasuk kenaikan harga minyak yang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap inflasi.
Selain itu, pelaku pasar masih mencermati arah kebijakan moneter Amerika Serikat. Ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama turut memengaruhi pergerakan harga logam mulia, termasuk perak.
Dari sisi geopolitik, ketegangan di Timur Tengah juga menjadi perhatian investor. Serangan baru yang terjadi antara Iran dan Amerika Serikat serta gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz meningkatkan ketidakpastian pasar global.
Di saat bersamaan, sejumlah pejabat Federal Reserve memberikan sinyal kebijakan moneter yang lebih ketat. Presiden Federal Reserve Dallas, Lorie Logan, menyerukan perlunya kenaikan suku bunga, sementara Wakil Ketua The Fed Philip Jefferson menyatakan siap mendukung kebijakan yang lebih agresif apabila inflasi belum menunjukkan penurunan yang signifikan.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada pertemuan Federal Reserve bulan September berada di kisaran 50 persen.
Meski demikian, data ekonomi Amerika Serikat yang dirilis sepanjang pekan menunjukkan inflasi konsumen dan produsen pada Juni mengalami perlambatan, terutama karena turunnya biaya energi. Di sisi lain, harga impor justru meningkat di luar perkiraan, sehingga menambah ketidakpastian terhadap arah kebijakan moneter ke depan.
Bagi investor maupun masyarakat yang ingin membeli logam mulia, kenaikan harga perak Antam ini menjadi salah satu indikator bahwa permintaan aset lindung nilai masih tetap terjaga di tengah dinamika ekonomi dan geopolitik global. (R-05)

