Jangan Sepelekan Duduk Terlalu Lama! Kebiasaan Ini Ternyata Bisa Menurunkan Kinerja Otak
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News – Kebiasaan duduk terlalu lama ternyata bukan hanya berdampak pada kesehatan fisik, tetapi juga dapat mengganggu fungsi otak. Dosen Fisiologi Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr. dr. Zaenal Muttaqien Sofro, mengingatkan masyarakat agar tidak duduk lebih dari satu jam tanpa diselingi aktivitas bergerak.
Menurut Zaenal, posisi duduk dalam waktu lama menyebabkan aliran darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh akibat pengaruh gravitasi. Kondisi ini membuat suplai darah menuju otak menjadi kurang optimal sehingga berpotensi menurunkan kinerja organ vital tersebut.
"Posisi duduk yang terlalu lama membuat darah lebih banyak berkumpul di bagian bawah tubuh akibat gravitasi," jelas Zaenal, Jumat (17/7/2026).
Ia menegaskan, masyarakat sebaiknya membatasi waktu duduk maksimal satu jam. Setelah itu, disarankan untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan ringan selama sekitar dua menit sebelum kembali melanjutkan aktivitas.
Langkah sederhana tersebut dinilai efektif membantu memperlancar sirkulasi darah sehingga pasokan oksigen dan nutrisi ke otak tetap terjaga.
Zaenal menjelaskan, berdasarkan penelitian yang dilakukannya menggunakan orthostatic test, kemampuan tubuh menyesuaikan diri terhadap perubahan posisi sangat bergantung pada kondisi organ-organ utama, terutama jantung, paru-paru, dan sistem peredaran darah.
Apabila sistem tersebut bekerja dengan baik, maka fungsi otak juga akan berlangsung secara optimal. Sebaliknya, gangguan pada sistem sirkulasi dapat memengaruhi kemampuan otak dalam menjalankan berbagai fungsinya.
"Jika sistem dasar ini bekerja dengan baik, maka fungsi otak juga akan optimal. Sebaliknya, bila dasar ini terganggu, maka otak pun akan mengalami gangguan," ujarnya.
Selain mengurangi durasi duduk, Zaenal juga menekankan pentingnya olahraga secara rutin untuk menjaga kesehatan otak dan meningkatkan kebugaran tubuh.
Ia menjelaskan terdapat tiga prinsip utama agar olahraga memberikan manfaat maksimal. Pertama, aktivitas fisik harus melibatkan kelompok otot besar seperti tungkai dan lengan. Kedua, gerakan dilakukan secara ritmis, misalnya berjalan cepat, jogging, atau bersepeda dengan irama yang stabil.
Ketiga, olahraga dilakukan secara berkelanjutan selama sekitar 30 hingga 40 menit tanpa terlalu sering berhenti atau mengalami perubahan intensitas yang drastis.
Menurutnya, kombinasi aktivitas fisik yang tepat mampu meningkatkan kebugaran tubuh sekaligus memperbaiki sirkulasi darah ke otak sehingga fungsi kognitif tetap terjaga.
Zaenal pun mengajak masyarakat untuk mulai menerapkan kebiasaan sederhana, seperti berdiri dan bergerak setiap satu jam sekali, terutama bagi pekerja kantoran maupun pelajar yang menghabiskan banyak waktu di depan komputer.
"Dengan cara seperti itulah olahraga dapat meningkatkan kebugaran tubuh sekaligus membantu menjaga fungsi otak tetap optimal," pungkasnya. (R-05)

