BPBD Inhil Bergerak Cepat, Bantuan Logistik Tiba Usai Abrasi Porak-porandakan Permukiman
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat membantu korban abrasi di Desa Sungai Nyiur. Foto : Istimewa
INHIL, SabangMerauke News - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Indragiri Hilir bergerak cepat membantu korban abrasi di Desa Sungai Nyiur. Bantuan logistik disalurkan kepada sembilan kepala keluarga setelah bencana merusak rumah, fasilitas umum, serta rumah tahfiz. Penanganan darurat terus dilakukan sambil menunggu langkah rehabilitasi kawasan terdampak.
BPBD Kabupaten Indragiri Hilir menyalurkan bantuan logistik bagi korban abrasi di Desa Sungai Nyiur, Kecamatan Tanah Merah. Penyaluran dilakukan melalui Bidang Kedaruratan dan Logistik bersama Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi. Langkah tersebut bertujuan memenuhi kebutuhan dasar warga selama masa tanggap darurat berlangsung.
Kepala BPBD Indragiri Hilir R Arliansyah memastikan bantuan telah diterima seluruh korban terdampak abrasi pesisir tersebut. “Bantuan sudah diserahkan kemarin dan diharapkan mengurangi beban warga terdampak longsor,” ujar Arliansyah. Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi lapangan setelah bencana terjadi.
Sebanyak sembilan kepala keluarga menerima paket bantuan berisi kebutuhan pokok untuk menunjang kehidupan sehari-hari sementara. Bantuan meliputi beras lima kilogram, gula, ikan kaleng, mi instan, minyak goreng, susu, serta teh. Seluruh bantuan disesuaikan kebutuhan mendesak masyarakat selama berada di lokasi pengungsian.
Arliansyah menegaskan penyaluran logistik menjadi bagian penting penanganan darurat sebelum rehabilitasi kawasan terdampak dilaksanakan. “Penyaluran bantuan bertujuan memenuhi kebutuhan dasar warga sambil menunggu penanganan lanjutan,” kata Arliansyah. BPBD juga terus berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan serta pemerintah desa.
Abrasi melanda Dusun II Desa Sungai Nyiur pada Selasa pagi sekitar pukul 09.30 WIB. Air laut surut memicu pergerakan tanah hingga retakan meluas menuju kawasan permukiman penduduk pesisir. Kondisi tersebut memaksa warga segera menyelamatkan diri demi menghindari risiko lebih besar.
Laporan kejadian diterima BPBD sekitar pukul 10.00 WIB dari Kepala Desa Sungai Nyiur. Tim Reaksi Cepat langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen serta membantu proses evakuasi korban. Petugas juga membongkar bangunan berisiko roboh sekaligus mendata kerusakan akibat abrasi.
Bencana tersebut mengakibatkan lima rumah warga mengalami kerusakan berat akibat pergeseran tanah pesisir. Satu rumah tahfiz, dermaga apung, sumur bor, serta jalan jerambah beton sepanjang seratus meter ikut rusak. Kerusakan infrastruktur memperberat aktivitas masyarakat setelah bencana melanda kawasan tersebut.
Meski kerusakan tergolong parah, tidak terdapat korban meninggal maupun korban mengalami luka akibat abrasi tersebut. Sebanyak sembilan kepala keluarga dengan total tujuh belas jiwa mengungsi ke rumah kerabat terdekat sementara. Pemerintah daerah memastikan kebutuhan dasar pengungsi tetap menjadi prioritas penanganan.
BPBD masih mengidentifikasi kebutuhan tambahan bagi korban selama proses penanganan darurat terus berlangsung di lapangan. Peralatan dapur, perlengkapan tidur, perlengkapan mandi, bahan pokok, serta Al-Qur’an menjadi kebutuhan mendesak saat ini. Bantuan lanjutan segera disalurkan sesuai hasil pendataan petugas lapangan.
BPBD Indragiri Hilir mengimbau masyarakat pesisir meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi abrasi serta pergerakan tanah susulan. Perubahan kondisi pasang surut air laut berpotensi memicu kerusakan baru pada kawasan pesisir rawan bencana. Warga diminta segera melapor kepada aparat jika menemukan retakan tanah maupun tanda bahaya lainnya.(R-04)

