Usai Bungkam Inggris, Argentina Terancam Hukuman FIFA Gara-Gara Spanduk Falkland
FIFA berpotensi menjatuhkan sanksi disiplin setelah skuad juara bertahan mengangkat spanduk dukungan terhadap klaim Argentina atas Kepulauan Falkland. Foto : Istimewa
ATLANTA, SabangMerauke News - Kemenangan dramatis Argentina atas Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 berubah menjadi sorotan internasional. FIFA berpotensi menjatuhkan sanksi disiplin setelah skuad juara bertahan mengangkat spanduk dukungan terhadap klaim Argentina atas Kepulauan Falkland. Insiden itu kembali memunculkan sengketa politik lama menjelang partai final.
Argentina memastikan tiket final Piala Dunia 2026 setelah menumbangkan Inggris dengan skor 2-1 di Atlanta. Dua gol menjelang laga berakhir membalikkan keadaan sekaligus menghentikan langkah pasukan Thomas Tuchel. Kemenangan itu langsung berubah menjadi kontroversi usai peluit panjang dibunyikan.
Para pemain Argentina berkumpul di tengah lapangan sambil membentangkan spanduk bertuliskan “Las Malvinas son Argentinas”. Kalimat tersebut berarti “Kepulauan Falkland adalah Argentina” dalam bahasa Indonesia. Aksi itu segera menarik perhatian publik internasional serta memicu pembahasan mengenai regulasi FIFA.
FIFA sebelumnya menegaskan larangan segala bentuk pesan politik selama pertandingan maupun seremoni resmi turnamen. Badan sepak bola dunia memiliki aturan disiplin terhadap aksi bermuatan politik dari pemain maupun federasi. Regulasi tersebut pernah diterapkan terhadap sejumlah negara pada turnamen internasional sebelumnya.
Juru bicara FIFA menegaskan aturan itu berlaku bagi seluruh peserta tanpa pengecualian. “Tindakan tersebut melanggar aturan mengenai aksi politik dan perilaku buruk tim,” demikian pernyataan FIFA pada kasus serupa sebelumnya. Pernyataan itu kembali menjadi perhatian setelah insiden terbaru melibatkan Argentina.
Kepulauan Falkland, atau Malvinas menurut Argentina, masih menjadi wilayah sengketa dengan Inggris hingga sekarang. Gugusan pulau tersebut berada sekitar 300 mil dari pesisir timur Argentina. Kedua negara tetap mempertahankan posisi masing-masing mengenai status kedaulatan wilayah itu.
Perselisihan mencapai puncak saat perang pecah antara Argentina dan Inggris pada 1982. Konflik berlangsung selama 74 hari dengan korban jiwa mencapai ratusan personel militer. Sebanyak 655 tentara Argentina serta 255 tentara Inggris dilaporkan meninggal selama perang berlangsung.
Tiga warga sipil Kepulauan Falkland turut menjadi korban dalam konflik bersenjata tersebut. Peristiwa itu meninggalkan luka sejarah sekaligus memperkuat sensitivitas isu Malvinas hingga sekarang. Setiap simbol politik mengenai wilayah tersebut selalu memicu perhatian internasional.
Argentina pernah menerima hukuman dari FIFA akibat tindakan serupa pada 2014. Federasi Sepak Bola Argentina dikenai denda sebesar 20 ribu pound sterling. Hukuman dijatuhkan setelah pemain membentangkan spanduk identik menjelang laga persahabatan melawan Slovenia.
Kasus lama tersebut menjadi rujukan penting dalam menilai insiden terbaru pada Piala Dunia 2026. Banyak pihak memperkirakan Komite Disiplin FIFA segera melakukan evaluasi menyeluruh. Proses pemeriksaan diperkirakan berlangsung sebelum pertandingan final melawan Spanyol digelar.
Kemenangan dramatis Argentina kini dibayangi ancaman sanksi administratif dari otoritas sepak bola dunia. Publik menunggu keputusan resmi FIFA mengenai konsekuensi aksi para pemain tersebut. Final Piala Dunia pun dipastikan berlangsung di tengah perhatian besar terhadap perkembangan kasus disiplin itu.(R-04)

