Saham Telkom hingga Gudang Garam Jadi Incaran Utama Investor Asing
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Indeks Harga Saham Gabungan nyaris stagnan pada penutupan Selasa kemarin. Indeks hanya naik tipis 0,03 persen ke angka 6.039,52. Meski tenang, investor asing menyisipkan aksi beli pada saham pilihan.
Nilai transaksi mencapai Rp15,36 triliun dengan 26,48 miliar lembar saham. Sebanyak 422 saham menguat, 206 melemah, dan 165 tidak bergerak. Investor asing tercatat menjual bersih Rp830,60 miliar di seluruh pasar.
Namun di pasar reguler penjualan bersih mencapai Rp885,58 miliar. Sementara di pasar negosiasi dan tunai justru terjadi pembelian bersih. Nilai pembelian di segmen itu mencapai Rp54,98 miliar rupiah.
Sepuluh saham paling diborong asing dipimpin PT Telkom Indonesia sebesar Rp63,01 miliar. Disusul PT Chandra Asri Pacific senilai Rp62,50 miliar. PT Barito Renewables Energy menyusul dengan Rp48,65 miliar.
Posisi berikutnya ditempati PT Timah Rp45,32 miliar dan PT Aneka Tambang Rp39,32 miliar. Masuk pula PT Energi Mega Persada Rp30,19 miliar serta PT Archi Indonesia Rp23 miliar. Sisanya BRMS, BIPI, dan GGRM masing-masing di atas Rp13 miliar.
Pada pembukaan Rabu pagi, 15 Juli 2026, IHSG langsung melompat naik 0,47 persen ke 6.068. Indeks bergerak di zona hijau dengan kisaran terendah 6.039 dan tertinggi 6.074. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.572,06 triliun rupiah.
Sebanyak 303 saham menguat, 213 melemah, dan 216 stagnan. Volume perdagangan mencapai 5,88 miliar saham senilai Rp2,57 triliun. Pergerakan searah dengan indeks bursa saham se-Asia yang serentak naik.
Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memproyeksikan indeks berpotensi naik lebih tinggi. Target penguatan berada di rentang 6.137 hingga 6.254 poin. Namun ia mengingatkan risiko koreksi ke kisaran 5.974 hingga 6.020.
"Support kuat berada di 5.839 sementara resistance menanti di 6.286," ujar Herditya. Indikator teknikal menunjukkan momentum belum habis sepenuhnya. Pelaku pasar diminta cermat membaca setiap pergerakan harga.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova senada dengan optimisme tersebut. Selama bertahan di atas 5.887, IHSG berpeluang menembus target 6.264. Level tahanan bawah berikutnya ada di angka 5.739 dan 5.607.
S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia BBB dengan pandangan stabil. Hal ini menjaga kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi nasional. Sentimen positif datang pula dari inflasi AS yang turun ke angka 3,5 persen.
Angka itu lebih rendah dari perkiraan pasar sebesar 3,8 persen. Peluang kenaikan suku bunga The Fed kini makin mengecil. Dana asing berpotensi beralih masuk ke aset pasar negara berkembang.
BRI Danareksa Sekuritas menyoroti level psikologis enam ribu poin sebagai penopang utama. Pergerakan selanjutnya menuju resistance 6.100 hingga 6.130. Saham pilihan hari ini antara lain WIFI, SRTG, dan BIPI.
Bursa Efek Indonesia menambah kriteria penyaringan saham konsentrasi kepemilikan tinggi. Metode price-impact ratio kini menjadi acuan baru pengawasan. Rasio ini membandingkan lonjakan harga dengan kecepatan perputaran saham.
Saham yang naik tajam tanpa dukungan volume masuk daftar pantauan. BEI kini memantau total 51 saham, bertambah 37 dari sebelumnya. Langkah ini mencegah manipulasi harga yang merugikan investor.
Phintraco Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak konsolidasi di rentang 5.950–6.125. Indikator stochastic RSI sudah masuk zona jenuh beli. Saham unggulan yang disarankan meliputi WIFI, NCKL, MYOR, CTRA, dan MBMA.
CGS International Sekuritas menilai penguatan bursa Wall Street memberi dorongan. Namun ketegangan geopolitik dan arus dana keluar masih menjadi beban. Dukungan terdekat ada di 5.980 sementara hambatan di 6.100.
Panin Sekuritas justru memperkirakan potensi pelemahan indeks hari ini. Tingginya imbal hasil obligasi masih membebani sentimen pasar. Saham pilihan yang disarankan adalah MYOR, MBMA, dan AUTO. R-02

