Natalius Pigai Tegaskan Hubungan Indonesia dan Prancis Semakin Strategis pada Bastille Day
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menghadiri Resepsi Diplomatik Hari Nasional Republik Prancis di Jakarta, Senin. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News - Pemerintah menegaskan komitmen memperkuat hubungan Indonesia dan Prancis melalui kemitraan strategis yang semakin luas. Momentum resepsi Hari Nasional Prancis menjadi simbol eratnya persahabatan sekaligus penguatan kerja sama berbagai sektor. Pesan tersebut disampaikan Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai saat mewakili Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.
Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai menghadiri Resepsi Diplomatik Hari Nasional Republik Prancis di Jakarta, Senin. Kehadiran Pigai mewakili Presiden Prabowo Subianto sebagai tamu kehormatan dalam perayaan Bastille Day tersebut. Agenda diplomatik itu menegaskan hubungan persahabatan Indonesia dan Prancis semakin berkembang menuju kemitraan strategis yang kuat.
Pigai menyampaikan ucapan selamat kepada pemerintah serta masyarakat Prancis atas peringatan Hari Nasional tersebut. Menurutnya, Bastille Day memiliki makna penting sebagai simbol kemerdekaan, demokrasi, serta nilai kewargaan modern. “Hari Bastille merupakan simbol kuat atas kemerdekaan, nilai-nilai kewargaan, dan semangat demokrasi,” ujar Pigai.
Pigai menilai kesamaan nilai demokrasi menjadi fondasi penting mempererat hubungan kedua negara selama bertahun-tahun. Fondasi tersebut memperkuat kerja sama lintas sektor menghadapi tantangan kawasan maupun dinamika global semakin kompleks. Hubungan bilateral juga dibangun melalui rasa saling menghormati, saling percaya, serta komitmen menjaga perdamaian internasional.
Dalam kesempatan itu, Pigai menyampaikan apresiasi kepada Duta Besar Prancis untuk Indonesia Fabien Penone. Penghargaan juga diberikan kepada Kedutaan Besar Prancis, komunitas Prancis, serta seluruh mitra strategis. Kontribusi seluruh pihak dinilai mempercepat perkembangan hubungan bilateral menuju tingkat lebih erat.
Pigai menyoroti peningkatan hubungan Indonesia dan Prancis selama beberapa tahun terakhir secara konsisten. Perkembangan tersebut terlihat terutama pada bidang politik, keamanan, pertahanan, serta kerja sama industri strategis. Intensitas komunikasi kedua negara terus meningkat melalui berbagai agenda diplomasi tingkat tinggi.
Salah satu momentum penting terjadi saat Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan kenegaraan menuju Prancis pada Mei 2026. Pertemuan Prabowo bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron menghasilkan kesepahaman memperkuat hubungan bilateral secara menyeluruh. Langkah tersebut menjadi pijakan menuju Kemitraan Strategis Komprehensif kedua negara.
Pigai menjelaskan kemitraan tersebut mencerminkan pendekatan diplomasi modern menghadapi tantangan geopolitik kawasan Indo-Pasifik saat ini. Ruang lingkup kerja sama mencakup pertahanan, keamanan maritim, industri strategis, serta penguatan ketahanan nasional bersama. “Kemitraan ini dibangun di atas kepercayaan, saling menghormati, dan visi bersama,” tegas Pigai.
Menurut Pigai, hubungan bilateral tidak berhenti pada kepentingan ekonomi maupun perdagangan semata. Kemitraan tersebut juga diarahkan memperkuat stabilitas kawasan melalui kolaborasi menghadapi tantangan keamanan masa depan. Indonesia dan Prancis memiliki kepentingan bersama menjaga perdamaian serta kemakmuran regional.
Pemerintah berharap hubungan kedua negara terus berkembang seiring meningkatnya tantangan global dalam berbagai sektor strategis. Diplomasi aktif menjadi instrumen penting memperluas kerja sama saling menguntungkan bagi kedua negara. Komitmen tersebut sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam membangun kemitraan internasional berkelanjutan.
Menutup sambutannya, Pigai mengajak Indonesia dan Prancis menjaga semangat persahabatan lintas generasi secara berkesinambungan. Hubungan erat diharapkan menghasilkan manfaat nyata bagi stabilitas kawasan maupun kesejahteraan masyarakat kedua negara. “Semoga persahabatan antara Indonesia dan Prancis senantiasa berkembang serta berkontribusi bagi masa depan yang lebih damai,” tutup Pigai.(R-04)

