Peringkat Kredit Aman, Rupiah Malah Ambruk Tembus Rp18.109
Ilustrasi nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup melemah pada Senin (13/7/2026). Kurs pasar spot turun 44 poin atau 0,24% ke angka Rp18.109. Sebelumnya penutupan hari Jumat berada di posisi Rp18.069 per dolar AS.
Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate juga mencatat penurunan. Kurs JISDOR turun 62 poin atau 0,34% menjadi Rp18.131. Pelemahan ini terjadi meski S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia.
Lembaga pemeringkat itu tetap menetapkan peringkat BBB untuk jangka panjang. Prospek ekonomi Indonesia juga dinilai stabil berkat disiplin fiskal. Keputusan ini sempat memberi jeda namun tak cukup mengangkat rupiah.
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan pergerakan selanjutnya. "Rupiah berfluktuasi dan berpotensi melemah di Rp18.100–18.150 besok," ujarnya. Sentimen eksternal dan internal saling berperan menekan nilai tukar ini.
Penyebab utama datang dari ketegangan militer antara Amerika Serikat dan Iran. Kedua belah pihak saling melancarkan serangan rudal serta drone pada akhir pekan. Iran bahkan mengklaim telah menutup kembali jalur vital Selat Hormuz.
"Kekerasan ini merusak harapan kesepakatan damai bulan lalu," jelas Ibrahim. "Perjanjian yang bertujuan membuka selat kembali kini terancam gagal total," tambahnya. Serangan Iran kini meluas hingga ke Qatar dan Uni Emirat Arab.
AS membantah klaim penutupan jalur pelayaran tersebut. Presiden Donald Trump menegaskan kapal komersial tetap bisa lewat dengan perlindungan AS. Namun aktivitas pengiriman barang sudah melambat drastis sejak kemarin.
Selat Hormuz menjadi jalur keluar masuk sekitar 20% pasokan energi dunia. Gangguan di sini berisiko memperketat stok minyak mentah global. Biaya angkut dan asuransi kapal diprediksi akan naik tajam seketika.
Kekhawatiran baru muncul soal lonjakan harga energi yang berulang. Hal ini memicu risiko tekanan inflasi kedua di pasar dunia. Pelaku pasar kini meyakini The Fed akan menahan suku bunga tinggi lebih lama.
Risalah rapat kebijakan Federal Reserve bulan Juni juga memperkuat dugaan itu. Sejumlah pejabat sentral AS masih melihat ruang untuk menaikkan bunga lagi. Rapat penentuan kebijakan berikutnya akan digelar pada 28–29 Juli mendatang.
Tekanan dari dalam negeri turut memperberat beban rupiah saat ini. Pasar merespons negatif kasus dugaan korupsi yang menyeret mantan Jampidsus. Nama Febrie Adriansyah terseret dalam skandal yang disebut mega korupsi itu.
"Kasus hukum ini merusak lingkungan bisnis dan kepastian hukum," tegas Ibrahim. "Sistem hukum yang lemah pasti menurunkan kepercayaan investor asing," lanjutnya. Situasi ini disebut berpotensi menggagalkan target pertumbuhan ekonomi 8%.
Aparat penegak hukum seharusnya menjadi benteng anti korupsi. Justru kini mereka menjadi aktor utama dalam kasus yang mencoreng nama baik negara. Ini menjadi ujian berat bagi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Pelemahan rupiah berjalan beriringan dengan mata uang kawasan lain. Rupee India turun 0,31%, yen Jepang 0,26%, dan baht Thailand 0,23%. Peso Filipina, dolar Singapura, yuan, dan dolar Taiwan juga ikut melemah tipis.
Kondisi ini menunjukkan sentimen global yang masih berpihak pada dolar AS. Investor cenderung mencari aset aman saat ketidakpastian meningkat. Arus dana pun beralih dari pasar negara berkembang ke AS.
Pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan segera mengambil langkah penyeimbang. Stabilitas kurs sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat. Harga kebutuhan pokok dan biaya produksi sangat bergantung pada kurs ini. R-02

