Sempat Merosot, IHSG Melompat Jadi yang Terkuat di Seluruh Bursa Asia
Ilustrasi perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan Senin (13/7/2026) dengan penguatan tajam. Indeks melesat 1,92% ke posisi 6.037 sekaligus jadi yang terbaik di Asia. Sebelumnya sempat menyentuh level terendah harian di angka 5.898.
Berdasarkan data Bloomberg, pencapaian ini melampaui seluruh bursa lain di kawasan. Indeks Malaysia menguat 0,41%, Thailand 0,39%, dan Hong Kong hanya 0,16%. Bahkan bursa Korea Selatan, Tiongkok, dan Jepang justru tercatat melemah signifikan.
Penguatan ini berbanding terbalik dengan arus modal asing di sesi pertama. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp274,8 miliar. Nilai beli tercatat Rp1,4 triliun sementara nilai jual mencapai Rp1,7 triliun.
Saham yang paling banyak dilepas antara lain Mitra Adiperkasa, BCA, dan Astra International. Sebaliknya, asing menumpuk saham Barito Pacific, Bumi Resources Minerals, dan BRI. VKTR serta Telkom juga masuk daftar akumulasi asing hari ini.
Lompatan IHSG dipicu keputusan S&P Global Ratings yang dirilis hari ini. Lembaga itu mempertahankan peringkat kredit jangka panjang Indonesia di level BBB. Peringkat jangka pendek tetap di A-2 dengan prospek stabil.
"Kami menegaskan peringkat kredit Indonesia pada level BBB dan A-2," tulis S&P dalam laporan resminya. "Outlook stabil mencerminkan kepercayaan pada disiplin fiskal pemerintah," tambahnya.
S&P mengakui tekanan ekonomi akibat harga energi dan suku bunga global. Pelemahan rupiah serta akumulasi utang juga menjadi catatan pengawasan. Namun lembaga menilai seluruh tekanan itu bersifat sementara dan akan membaik.
Pemerintah dinilai berupaya mengendalikan belanja demi memperkuat kondisi fiskal. Perbaikan tata kelola sumber daya alam juga disebut berpotensi besar. Langkah ini bisa menaikkan penerimaan negara dan nilai ekspor jangka panjang.
"Pemusatan pengelolaan SDA dapat mengurangi kebocoran pendapatan," ungkap S&P. "Penerapan aturan yang konsisten akan mendorong kinerja ekonomi lebih baik," lanjutnya.
Sektor barang baku, energi, dan perindustrian menjadi pendorong utama penguatan. Masing-masing mencatatkan kenaikan 2,96%, 2,65%, dan 2,44% sepanjang hari. Saham grup Bakrie, Prajogo Pangestu, dan Sinar Mas ikut melonjak tajam.
Perbankan pelat merah menjadi penopang terbesar indeks hari ini. Saham Bank Mandiri menguat 4,16% ke Rp4.250 dan menyumbang 13,96 poin. Nilai transaksinya saja mencapai Rp582 miliar dari 140 juta lembar saham.
Saham Bank Rakyat Indonesia naik 2,86% ke Rp2.870 dan menyumbang 11,74 poin. Volume perdagangannya mencapai 211 juta lembar senilai Rp597 miliar. BNI dan BCA juga turut menyumbang poin positif bagi IHSG.
Deretan emiten lain memberi dukungan tak kalah besar. Amman Mineral menyumbang 11,43 poin, VKTR 8,04 poin, dan Barito Pacific 7,58 poin. United Tractors, Ekamas Mora, dan Bumi Resources Minerals melengkapi sepuluh besar penyumbang.
Saham energi dan migas juga tampil menonjol di sesi penutupan. Pertamina Gas Negara melesat 4,44% sementara Pertamina Geothermal naik 3,98%. Saham Bumi Resources pun tercatat melonjak hingga 3,52% pada akhir perdagangan.
Total transaksi harian mencapai 26,34 miliar lembar saham senilai Rp12,15 triliun. Perdagangan berlangsung dalam 2,7 juta kali transaksi yang tercatat di bursa. Sebanyak 377 saham naik, 250 turun, dan 167 bergerak diam.
Analis Phintraco Sekuritas menilai keputusan S&P sangat positif bagi pasar. Hal ini membuktikan fundamental ekonomi Indonesia tetap kokoh di mata dunia. Kepercayaan investor terjaga meski ketidakpastian global masih terasa.
"Peringkat stabil mendukung arus modal masuk ke pasar keuangan," jelas Phintraco. "Saham dan obligasi pemerintah akan semakin diminati investor asing," tutupnya. R-02

