Pemprov Riau Gelar Operasi Pasar Murah di Pekanbaru dan Kampar Selama Lima Hari
Pemerintah Provinsi Riau kembali menggelar operasi pasar murah guna menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pokok. Foto : Istimewa
RIAU, SabangMerauke News - Pemerintah Provinsi Riau kembali menggelar operasi pasar murah guna menjaga pasokan dan stabilitas harga bahan pokok. Kegiatan berlangsung selama lima hari berturut-turut dengan lokasi bergilir di Kota Pekanbaru serta Kabupaten Kampar. Program melibatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah sebagai penyedia kebutuhan pokok.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti, menyampaikan operasi pasar dimulai Senin. Kegiatan berlangsung hingga Jumat dengan total lima lokasi pelayanan bagi masyarakat pada pekan ini. “Pekan ini ada lima kali operasi pasar murah di Pekanbaru dan Kabupaten Kampar,” ujar Tetty, Senin.
Operasi pasar perdana digelar di Kantor Lurah Rumbai Bukit, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, sejak pagi. Selanjutnya kegiatan berpindah menuju Kantor Desa Tarai Bangun, Kabupaten Kampar, pada Selasa, 14 Juli 2026. Lokasi dipilih untuk memudahkan masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
Pada Rabu, 15 Juli, operasi pasar kembali berlangsung di Kantor Lurah Sialang Munggu, Kecamatan Tuah Madani. Kegiatan berlanjut Kamis, 16 Juli, di Kantor Lurah Mentangor, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru. Rangkaian operasi pasar ditutup Jumat, 17 Juli, di Kantor Lurah Palas, Kecamatan Rumbai.
Pemprov Riau memanfaatkan operasi pasar sebagai langkah menjaga daya beli masyarakat menghadapi dinamika harga pangan. Program tersebut juga bertujuan memperlancar distribusi bahan pokok menuju berbagai wilayah pelayanan masyarakat. “Operasi pasar murah menjaga ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi, serta kestabilan harga,” kata Tetty.
Berbagai komoditas penting tersedia dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar pada umumnya saat ini. Beras SPHP dijual Rp60 ribu per lima kilogram guna memenuhi kebutuhan rumah tangga masyarakat. Beras Anak Daro dan Sokan dipasarkan Rp83 ribu per lima kilogram serta Rp165 ribu per sepuluh kilogram.
Gula pasir dijual Rp18 ribu per kilogram, sedangkan Minyakita dibanderol Rp15.500 setiap kemasan. Garam kristal dipasarkan Rp2 ribu per 200 gram dan garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram. Telur ayam dijual Rp49 ribu setiap papan sehingga lebih terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan menengah.
Pemerintah berharap operasi pasar mampu mengendalikan inflasi sekaligus memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok. Masyarakat diharapkan datang sesuai jadwal agar pelayanan berlangsung tertib selama kegiatan berlangsung setiap harinya. “Masyarakat diharapkan mengantre tertib serta membawa kantong belanja dari rumah,” tutup Tetty.
Langkah berkelanjutan tersebut menjadi bagian strategi Pemprov Riau menjaga stabilitas harga pangan sepanjang tahun berjalan. Sinergi pemerintah, BUMD, serta masyarakat diharapkan memperkuat ketahanan pangan sekaligus mengendalikan tekanan inflasi daerah. Operasi pasar murah menjadi solusi nyata menghadirkan bahan pokok terjangkau bagi masyarakat Riau.(R-04)

