Kampung Narkoba Digempur Lagi, Empat Pria Positif Narkoba Terjaring Razia
Polisi menangkap empat pria terduga pengedar sabu di Kampung Narkoba, Kampung Dalam, Jalan Pangeran Hidayat, Pekanbaru. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Satresnarkoba Polresta Pekanbaru kembali menggencarkan perang melawan narkotika. Tiga kawasan yang selama ini diduga menjadi titik rawan peredaran narkoba disisir dalam operasi malam. Hasilnya, empat pria diamankan setelah diduga terlibat penyalahgunaan narkotika.
Operasi berlangsung pada Sabtu malam, 11 Juli 2026. Tim bergerak menyisir Kampung Dalam, Kampung Terendam, dan Jalan Pangeran Hidayat. Ketiga lokasi tersebut sebelumnya telah dipetakan berdasarkan hasil penyelidikan kepolisian.
Razia dipimpin Kasat Resnarkoba Polresta Pekanbaru AKP Noki Loviko. Ia didampingi Wakasat AKP Safril serta Kanit II IPDA Efrain Wildana. Tim Opsnal Satresnarkoba ikut diterjunkan untuk memperkuat operasi.
AKP Noki mengatakan operasi dilakukan melalui patroli, penyelidikan, dan penindakan. Polisi ingin mempersempit ruang gerak jaringan narkotika. Langkah itu juga bertujuan menjaga keamanan masyarakat.
"Kami akan terus hadir di lokasi rawan secara rutin. Pelaku tidak boleh merasa memiliki ruang aman," kata AKP Noki Loviko.
Selama penyisiran, petugas mengamankan empat pria dari lokasi berbeda. Mereka masing-masing berinisial RY (19), AB (22), SP (35), dan RK (33). Salah seorang di antaranya bekerja sebagai pengemudi ojek daring.
Pemeriksaan awal dilakukan di lokasi operasi. Seluruh terduga kemudian menjalani tes urine. Hasilnya menunjukkan keempatnya positif mengonsumsi narkotika.
Temuan itu memperkuat dugaan penyalahgunaan narkoba. Polisi selanjutnya melakukan pendalaman terhadap masing-masing terduga. Penyidik juga menelusuri kemungkinan keterlibatan mereka dalam jaringan peredaran.
Dari hasil penggeledahan, barang bukti hanya ditemukan pada RY. Polisi menyita dua paket kecil diduga sabu. Petugas juga menemukan satu kaca pirek yang diduga digunakan mengonsumsi narkotika.
Barang bukti tersebut langsung diamankan sebagai bagian penyidikan. Seluruh proses dilakukan sesuai prosedur hukum. Polisi memastikan pemeriksaan terus berlanjut.
"Barang bukti menjadi petunjuk penting untuk mengembangkan penyelidikan berikutnya," ujar AKP Noki. Menurutnya, setiap temuan akan dianalisis secara menyeluruh. Penyidik ingin mengungkap asal barang haram tersebut.
Selain penindakan, polisi juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat. Warga diminta menjauhi narkotika dalam bentuk apa pun. Kepolisian juga mengajak masyarakat aktif memberikan informasi.
Petugas mendatangi warga sekitar selama operasi berlangsung. Dialog dilakukan untuk membangun kerja sama. Polisi berharap lingkungan mampu menolak aktivitas peredaran narkoba.
AKP Noki menegaskan pemberantasan narkotika membutuhkan dukungan masyarakat. Informasi sekecil apa pun dinilai sangat penting. Laporan warga dapat mempercepat pengungkapan jaringan.
"Kami mengajak masyarakat segera melapor bila menemukan aktivitas mencurigakan," katanya. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba tidak hanya bergantung kepada polisi. Kepedulian warga menjadi kekuatan utama.
Operasi Kring Serse akan terus dilaksanakan secara berkala. Satresnarkoba telah menyiapkan pola patroli berkelanjutan. Kawasan rawan akan tetap menjadi prioritas pengawasan.
Langkah itu merupakan bagian dari komitmen Polresta Pekanbaru. Kepolisian ingin memutus rantai peredaran narkotika sejak tingkat pengguna hingga pengedar. Upaya tersebut juga diharapkan menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Peredaran narkoba masih menjadi ancaman serius di berbagai wilayah. Karena itu, pendekatan penegakan hukum dipadukan dengan edukasi masyarakat. Polisi berharap kedua langkah tersebut mampu menekan angka penyalahgunaan narkotika secara berkelanjutan.
Penyidikan terhadap empat pria yang diamankan masih berlangsung. Polisi juga mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas. Operasi serupa dipastikan akan terus digelar di wilayah hukum Polresta Pekanbaru. R-02

