Jangan Langsung Tidur saat Rambut Basah! Dokter Ungkap Risiko Folikulitis dan Jamur Kulit Kepala
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News – Kebiasaan langsung tidur setelah mandi malam dengan kondisi rambut masih basah ternyata bukan sekadar kebiasaan sepele. Dokter mengingatkan, kondisi rambut dan kulit kepala yang lembap saat tidur dapat meningkatkan risiko munculnya folikulitis atau peradangan pada folikel rambut, bahkan memicu pertumbuhan jamur di kulit kepala.
Peringatan tersebut disampaikan dokter sekaligus influencer kesehatan, dr. Cecep Hermawan melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia menjelaskan bahwa lingkungan yang lembap akibat rambut basah menjadi tempat ideal bagi jamur dan bakteri berkembang biak.
Dalam unggahannya, dr. Cecep menyebut kebiasaan tidur dengan rambut yang belum kering berpotensi memicu gangguan kesehatan kulit kepala yang sering kali tidak disadari.
"Kelihatannya sepele, tapi kebiasaan langsung tidur saat rambut masih basah bisa memunculkan masalah seperti jamur kulit kepala hingga folikulitis," tulis dr. Cecep, dikutip dari Okezone.
Menurutnya, rambut yang masih basah dan kulit kepala yang lembap akan membuat bantal ikut menyerap kelembapan. Kondisi tersebut menjadi lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur alami di kulit kepala, seperti Malassezia, maupun bakteri Staphylococcus.
Akibatnya, seseorang berisiko mengalami ketombe yang semakin parah hingga folikulitis, yakni peradangan pada folikel rambut yang ditandai munculnya benjolan kecil menyerupai jerawat di kulit kepala.
Tak hanya itu, rambut yang masih basah juga berada dalam kondisi lebih rapuh dibandingkan saat kering. Gesekan antara rambut dengan bantal selama tidur dapat menyebabkan batang rambut lebih mudah patah dan rusak.
"Makanya bisa muncul ketombe parah sampai folikulitis. Selain itu, rambut saat basah lagi rapuh. Kalau sering bergesekan dengan bantal, ujungnya jadi gampang patah," jelasnya.
Untuk mencegah kondisi tersebut, dr. Cecep menyarankan agar rambut dikeringkan terlebih dahulu sebelum tidur, terutama bagian kulit kepala dan akar rambut.
Bila merasa terlalu lelah setelah beraktivitas, setidaknya pastikan area kulit kepala sudah benar-benar kering agar kelembapan tidak bertahan terlalu lama.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sarung bantal. Sarung bantal yang jarang diganti dapat menjadi tempat menumpuknya kuman, minyak, dan jamur yang berpotensi kembali menempel pada kulit kepala.
"Kalau memang kecapekan banget, minimal pastikan kulit kepala dan akar rambut kering. Ini penting buat memutus lingkungan lembap. Usahakan sering ganti sarung bantal supaya sisa kuman tidak menumpuk dan kembali ke kepala," ujarnya.
Selain rutin mengganti sarung bantal, penggunaan bahan satin atau sutra juga dianjurkan karena mampu mengurangi gesekan antara rambut dengan permukaan bantal.
Gesekan yang lebih rendah membantu mengurangi risiko rambut patah selama tidur, terutama bagi pemilik rambut panjang.
Dr. Cecep juga menyarankan agar rambut panjang diikat secara longgar saat tidur. Cara ini dinilai dapat mengurangi tarikan pada akar rambut sekaligus meminimalkan kerusakan akibat pergerakan saat tidur.
"Gunakan sarung bantal yang licin untuk mengurangi gesekan agar rambut tidak mudah patah saat kita bergerak ketika tidur. Kalau rambut panjang, ikat longgar saja, jangan terlalu kencang supaya akar rambut tidak tertarik," pungkasnya.
Para ahli mengingatkan bahwa menjaga kebersihan kulit kepala dan menghindari kondisi lembap dalam waktu lama merupakan langkah sederhana yang efektif untuk mencegah gangguan seperti ketombe, infeksi jamur, hingga folikulitis.
Dengan mengeringkan rambut sebelum tidur dan menjaga kebersihan perlengkapan tidur, risiko gangguan kesehatan kulit kepala dapat diminimalkan sehingga rambut tetap sehat dan kuat. (R-05)

