Prabowo Tantang Tiga Menteri Bangun PLTS 100 GW dalam Dua Tahun, Berani Sanggupi?
Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt selesai dalam dua tahun. Foto : Istimewa
JAWA BARAT, SabangMerauke News - Presiden Prabowo Subianto menargetkan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya berkapasitas 100 gigawatt selesai dalam dua tahun. Target tersebut langsung disampaikan kepada tiga menteri saat peluncuran program B50 di Karawang, Jawa Barat. Langkah tersebut menandai percepatan transisi energi sekaligus penguatan komitmen pengurangan emisi karbon nasional.
Tantangan diberikan kepada Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi Rosan Roeslani. Prabowo meminta ketiga menterinya menjawab kesiapan menjalankan target besar tersebut di hadapan peserta acara. Suasana langsung berubah ketika Presiden meminta jawaban tegas dari masing-masing menteri.
Prabowo kemudian memastikan seluruh menteri menyatakan kesanggupan menjalankan proyek energi surya tersebut. “Seratus gigawatt dalam dua tahun. Bisa?” tanya Prabowo kepada para menteri. Ketiganya serempak menjawab siap melaksanakan target pembangunan pembangkit tenaga surya nasional.
Presiden menilai proyek tersebut menjadi langkah strategis mempercepat penggunaan energi bersih di Indonesia. Pemerintah juga ingin memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan komitmen tinggi menekan emisi karbon global. Program B50 menjadi salah satu fondasi menuju target energi ramah lingkungan tersebut.
Prabowo menyebut perhatian dunia internasional mulai tertuju kepada kebijakan energi nasional Indonesia. Penggunaan B50 dinilai mampu mengurangi emisi karbon dalam jumlah sangat besar setiap tahunnya. Target pembangunan PLTS juga memperkuat strategi menuju bauran energi berkelanjutan.
“Dunia membicarakan Indonesia karena memimpin pengurangan emisi karbon,” kata Prabowo dalam pidatonya. Presiden menyebut program B50 mampu menghemat sekitar 44 juta ton emisi karbon dioksida ekuivalen. Pemerintah kini menyiapkan pembangunan pembangkit tenaga surya berskala raksasa sebagai langkah lanjutan.
Prabowo mengakui target tersebut berpotensi memunculkan keraguan dari berbagai kalangan pengamat maupun akademisi. Kritik diperkirakan muncul karena pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt dinilai sangat ambisius. Meski demikian, Presiden meminta seluruh jajaran tetap fokus mengejar target nasional tersebut.
“Siap-siap, kita akan dihujat. Pakar akan bilang, mana mungkin?” ujar Prabowo. Presiden menegaskan tantangan besar tidak boleh menghentikan upaya membangun sektor energi nasional. Optimisme menjadi modal utama mengejar target pembangunan dalam waktu singkat.
Pada kesempatan sama, Prabowo menyinggung harapan besar terhadap kemajuan sepak bola Indonesia. Menurut Presiden, prestasi olahraga juga menjadi simbol kehormatan serta kebanggaan bangsa di tingkat internasional. Pembangunan ekonomi dan energi dinilai perlu berjalan seiring peningkatan prestasi olahraga nasional.
“Yang masih sulit adalah masuk Piala Dunia. Saya masih belum puas,” ucap Prabowo. Presiden berharap Indonesia mampu menorehkan pencapaian besar tidak hanya pada sektor energi, tetapi juga sepak bola. Target pembangunan PLTS 100 gigawatt dan mimpi tampil di Piala Dunia menjadi simbol ambisi besar Indonesia menuju masa depan.(R-04)

