Pemko Pekanbaru Perkuat Pencegahan LGBT Melalui Pembinaan dan Penertiban
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar. Foto : Istimewa
PEKANBARU, SabangMerauke News - Pemerintah Kota Pekanbaru mempercepat program pencegahan LGBT setelah Presiden Prabowo Subianto menetapkan ancaman nonmiliter nasional. Langkah tersebut melibatkan Satpol PP, tokoh agama, organisasi dakwah, serta berbagai pemangku kepentingan daerah. Program pembinaan, penyuluhan, dan penertiban mulai dijalankan untuk memperkuat pengawasan di wilayah Pekanbaru.
Pemerintah Kota Pekanbaru menegaskan komitmen menghadapi perilaku LGBT melalui pendekatan pencegahan sejak tahap awal. Koordinasi lintas instansi sudah berlangsung sejak bulan lalu bersama berbagai pemangku kepentingan terkait. Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar memastikan seluruh program mulai berjalan secara bertahap.
Markarius menjelaskan seluruh pihak memiliki tanggung jawab memperkuat pembinaan masyarakat melalui pendekatan edukasi berkelanjutan. “Bulan lalu sudah koordinasi dengan sejumlah stakeholder. Program-program sedang berjalan,” ujar Markarius Anwar, Jumat (10/7/2026). Program tersebut mencakup penyuluhan, pembinaan, serta pengawasan lapangan secara terpadu.
Pemko Pekanbaru juga menginstruksikan Satpol PP meningkatkan penertiban pada lokasi berisiko terjadinya pelanggaran kesusilaan. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian penguatan pengawasan terhadap aktivitas berpotensi melanggar ketentuan daerah. Pemerintah berharap tindakan tersebut mempersempit ruang munculnya aktivitas menyimpang.
“Bulan kemarin saya sudah suruh Satpol PP melakukan penertiban tempat berisiko terjadinya penularan HIV/AIDS dan tindak asusila LGBT,” kata Markarius. Penertiban dilakukan mengikuti program pengawasan terpadu bersama instansi terkait. Pemerintah menilai pengawasan lapangan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat.
Selain penertiban, Pemko Pekanbaru memperkuat edukasi melalui kolaborasi bersama mubaligh serta organisasi dakwah. Materi pembinaan disampaikan dalam berbagai kegiatan keagamaan termasuk khutbah Jumat dan pengajian masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan pemahaman sosial mengenai pentingnya menjaga ketertiban lingkungan.
“Kami juga mengundang para mubaligh serta organisasi dakwah agar aktif membantu pembinaan masyarakat,” ujar Markarius. Menurutnya, sinergi lintas sektor menjadi kunci memperkuat program pencegahan secara berkelanjutan. Pemerintah optimistis kolaborasi tersebut mampu memperluas jangkauan edukasi hingga tingkat lingkungan.
Markarius menambahkan pemerintah turut memberikan perhatian terhadap upaya menekan penyebaran HIV dan AIDS di Pekanbaru. Program pencegahan disusun melalui kombinasi edukasi, pengawasan, serta penegakan aturan sesuai kewenangan daerah. Pemko Pekanbaru memastikan seluruh langkah dilaksanakan secara terkoordinasi bersama seluruh pemangku kepentingan.(R-04)

