Tas Hitam di Dalam Sigra Bongkar Jaringan Narkoba, Tiga Pengedar Dibekuk Polisi
Tiga terduga pengedar narkoba ditangkap polisi di Kecamatan Bantan, Bengkalis. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Perjalanan sebuah mobil di Kecamatan Bantan berakhir di tangan polisi. Kendaraan itu dihentikan setelah penyidik menerima laporan masyarakat. Dari situlah dugaan jaringan peredaran narkotika mulai terbuka.
Satresnarkoba Polres Bengkalis menggagalkan peredaran narkoba dalam operasi di beberapa lokasi. Tiga orang diduga terlibat diamankan petugas. Polisi juga menyita sabu dan pil ekstasi dalam jumlah besar.
Operasi bermula dari informasi mengenai dugaan transaksi narkotika di Kecamatan Bantan. Laporan itu langsung ditindaklanjuti penyelidikan. Polisi bergerak bersama personel Polsek Bantan dan Bea Cukai Bengkalis.
Tim kemudian menghentikan sebuah mobil Daihatsu Sigra berwarna perak. Kendaraan itu melintas di Jalan Jenderal Sudirman, Desa Bantan Timur. Pengemudinya berinisial D.T. berusia 23 tahun.
Saat penggeledahan berlangsung, petugas menemukan sebuah tas hitam. Isi tas itu langsung mengubah arah penyelidikan. Delapan bungkus besar diduga sabu dan satu bungkus besar diduga ekstasi ditemukan.
"Petugas menemukan delapan bungkus besar diduga sabu dan satu bungkus diduga ekstasi," ujar Kapolres Bengkalis AKBP Fahrian Saleh Siregar.
Temuan tersebut menjadi awal pengembangan perkara. Polisi segera memeriksa D.T. secara intensif. Dari hasil pemeriksaan, penyidik memperoleh petunjuk baru.
Tim bergerak menuju Kota Pekanbaru. Seorang pria berinisial F. berusia 21 tahun diamankan. Penangkapan dilakukan di depan Pasar Buah.
Pengembangan belum berhenti sampai di sana. Polisi kembali bergerak menuju Bengkalis. Tersangka A. berusia 22 tahun ditangkap di Jalan Pertanian, Desa Senggoro.
Ketiga tersangka kini menjalani pemeriksaan intensif. Penyidik mendalami peran masing-masing. Hubungan antartersangka juga sedang ditelusuri.
Selain narkotika, polisi menyita sejumlah barang pendukung. Sebuah mobil Daihatsu Sigra ikut diamankan. Sepeda motor Honda Scoopy merah juga disita.
Empat telepon genggam Android menjadi barang bukti penting. Polisi turut mengamankan tas panjang berwarna hitam. Tas tersebut diduga digunakan membawa narkotika.
Penyidik kini memeriksa seluruh barang bukti digital. Isi telepon seluler akan dianalisis. Polisi berharap menemukan petunjuk jaringan lebih luas.
Hasil tes urine terhadap ketiga tersangka telah keluar. Ketiganya dinyatakan negatif methamphetamine. Namun proses pidana tetap berlanjut berdasarkan barang bukti yang ditemukan.
Para tersangka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Ancaman hukuman berat menanti mereka. Penyidikan masih terus dikembangkan.
Kapolres Bengkalis menegaskan pengungkapan tersebut lahir dari kerja bersama. Informasi masyarakat menjadi pintu awal penyelidikan. Sinergi antarlembaga mempercepat pengungkapan perkara.
"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi kepolisian, Bea Cukai, dan masyarakat," kata Fahrian.
Menurut Fahrian, peredaran narkotika tidak dapat diberantas sendirian. Dukungan masyarakat sangat menentukan. Setiap informasi dapat menyelamatkan banyak orang.
Polres Bengkalis memastikan operasi serupa terus dilakukan. Wilayah yang diduga menjadi jalur peredaran akan diawasi lebih ketat. Pengembangan terhadap jaringan juga terus berlangsung.
Fahrian mengimbau masyarakat segera melapor bila menemukan dugaan peredaran narkoba. Laporan dapat disampaikan melalui Call Center Polri 110. Warga juga bisa menghubungi layanan WhatsApp Kapolres Bengkalis.
"Kami menjamin identitas pelapor tetap dirahasiakan," tegas Fahrian.
Pengungkapan ini kembali menunjukkan peredaran narkoba masih aktif bergerak. Jaringan memanfaatkan berbagai jalur distribusi. Polisi kini berupaya membongkar mata rantai hingga ke pemasok utama.
Barang bukti yang diamankan diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah. Nilai tersebut sekaligus menggambarkan besarnya bisnis gelap narkotika. Penyidik masih mengejar kemungkinan adanya pelaku lain.
Operasi di Bengkalis belum dianggap selesai. Setiap barang bukti akan menjadi petunjuk baru. Polisi memastikan pengejaran terhadap jaringan narkotika terus berlanjut. R-02

