SPMB Kepulauan Meranti Ditutup, Sekolah Favorit Membludak, Sekolah Pinggiran Sepi Peminat
Pihak Disdikbud Kepulauan Meranti saat mengunjungi salah satu sekolah di Kecamatan Pulau Merbau saat proses SPMB. Foto : Istimewa
SELATPANJANG, SabangMerauke News - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kepulauan Meranti resmi berakhir. Namun, hasil pelaksanaan seleksi justru memunculkan persoalan klasik di dunia pendidikan, yakni ketimpangan dan lebarnya kesenjangan minat masyarakat dalam memilih sekolah. Sejumlah sekolah yang berada di pusat kota dipadati pendaftar hingga melampaui daya tampung, sementara beberapa sekolah di wilayah pinggiran justru kekurangan peminat. Kondisi ini memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas penerapan sistem zonasi dalam mewujudkan pemerataan akses dan kualitas pendidikan.
Jika ditarik lebih jauh, ketimpangan tersebut tidak hanya terjadi di kawasan perkotaan, tetapi juga tampak lebih memprihatinkan di sejumlah kecamatan luar ibu kota Kabupaten Kepulauan Meranti. Bahkan, terdapat sekolah dasar yang hanya memperoleh satu hingga dua pendaftar selama pelaksanaan SPMB Tahun Ajaran 2026/2027.
Di Kecamatan Tasik Putri Puyu, misalnya, terdapat SD yang hanya menerima satu calon murid baru. Sementara di Kecamatan Tebing Tinggi Barat, ada sekolah yang hanya mendapatkan dua pendaftar. Kondisi ini menjadi potret nyata masih belum meratanya minat masyarakat terhadap satuan pendidikan di berbagai wilayah.
Data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kepulauan Meranti menunjukkan, dari total 170 Sekolah Dasar (SD) yang membuka penerimaan murid baru tahun ini, hanya tujuh sekolah yang berhasil memenuhi kuota penerimaan. Selebihnya, sebagian besar sekolah belum mampu mencapai daya tampung yang telah ditetapkan.
Fenomena serupa juga terjadi pada jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP). Dari 58 SMP yang melaksanakan SPMB, hanya dua sekolah yang kuotanya terisi penuh. Sementara puluhan sekolah lainnya masih menyisakan banyak kursi kosong akibat minimnya jumlah pendaftar.
Secara keseluruhan, jumlah pendaftar SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Kepulauan Meranti tercatat sebanyak 2.891 calon murid jenjang SD dan 2.009 calon peserta didik jenjang SMP yang tersebar di sembilan kecamatan.
Meski secara kuantitas jumlah pendaftar tergolong cukup besar, distribusi calon peserta didik masih belum merata. Sebagian besar orang tua masih memusatkan pilihan pada sekolah-sekolah yang dianggap favorit, terutama yang berada di kawasan perkotaan, sementara sekolah di wilayah pinggiran dan kecamatan terpencil masih kesulitan memperoleh peserta didik baru.
Kondisi tersebut kembali memperlihatkan bahwa tantangan pemerataan pendidikan di Kabupaten Kepulauan Meranti tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan sarana dan prasarana, tetapi juga menyangkut persepsi masyarakat terhadap kualitas sekolah. Akibatnya, tujuan sistem zonasi untuk menciptakan pemerataan akses dan distribusi peserta didik dinilai masih belum sepenuhnya tercapai.
Kepala Disdikbud Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Kepala Bidang Pendidikan Dasar (Dikdas), Irwanto, mengatakan berdasarkan data sebaran pendaftar, Kecamatan Tebing Tinggi masih menjadi wilayah dengan jumlah calon peserta didik terbanyak. Tercatat sebanyak 1.023 murid mendaftar pada jenjang SD dan 743 pelajar pada jenjang SMP.
Sementara itu, Kecamatan Rangsang mencatat 290 pendaftar SD dan 204 pendaftar SMP. Disusul Kecamatan Pulau Merbau dengan 257 pendaftar SD dan 226 pendaftar SMP, Kecamatan Tasik Putri Puyu sebanyak 249 pendaftar SD dan 174 pendaftar SMP, Kecamatan Rangsang Pesisir 232 pendaftar SD dan 140 pendaftar SMP, Kecamatan Rangsang Barat 228 pendaftar SD dan 83 pendaftar SMP, Kecamatan Tebing Tinggi Barat 219 pendaftar SD dan 142 pendaftar SMP, Kecamatan Tebing Tinggi Timur 200 pendaftar SD dan 127 pendaftar SMP, serta Kecamatan Merbau dengan 193 pendaftar SD dan 170 pendaftar SMP.
Meski tahapan SPMB telah berakhir, Irwanto menjelaskan masyarakat masih memiliki kesempatan mendaftarkan anaknya ke sekolah yang kuotanya belum terpenuhi.
"Untuk sekolah yang kuotanya belum terpenuhi, masyarakat masih bisa mendaftarkan anaknya selama daya tampung di sekolah tersebut masih tersedia," ujarnya.
Menurut Irwanto, penumpukan pendaftar pada sekolah tertentu menjadi faktor utama masih banyaknya sekolah yang belum mampu memenuhi kuota penerimaan.
Pada pelaksanaan SPMB tahun ini, SD Negeri 2 Selatpanjang tercatat sebagai sekolah dasar dengan jumlah pendaftar terbanyak. Sementara di jenjang SMP, SMP Negeri 2 Selatpanjang kembali menjadi sekolah yang paling diminati para calon peserta didik.
Akibat tingginya animo masyarakat tersebut, beberapa sekolah bahkan menerima jumlah pendaftar melebihi kapasitas yang telah ditetapkan sehingga sebagian calon peserta didik harus dialihkan ke sekolah lain yang masih memiliki daya tampung.
"Memang ada beberapa sekolah yang pendaftarnya melebihi kuota. Karena itu kami arahkan agar mendaftar ke sekolah lain yang masih tersedia sesuai pilihan mereka," jelas Irwanto.
Selain persoalan ketimpangan sebaran pendaftar, Disdikbud Kepulauan Meranti juga menerima sejumlah pengaduan masyarakat selama proses pelaksanaan SPMB. Salah satu yang menjadi perhatian adalah penerapan sistem zonasi di SD Negeri 2 Selatpanjang yang sempat dipersoalkan sejumlah orang tua calon peserta didik.
Irwanto menegaskan seluruh pengaduan tersebut telah ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku. Menurutnya, Disdikbud memastikan pelaksanaan SPMB berlangsung secara objektif, transparan, dan mengacu pada ketentuan sistem zonasi tanpa adanya praktik yang menyimpang.
"Pengaduan tersebut sudah kami tindak lanjuti dan dicarikan solusi. Kami memastikan pelaksanaan SPMB melalui sistem zonasi dilakukan secara murni, transparan, dan tidak ada permainan," tegasnya.
Ia menambahkan, hasil pelaksanaan SPMB tahun ini akan menjadi bahan evaluasi Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, terutama dalam upaya mengurangi ketimpangan jumlah peminat antar sekolah sekaligus meningkatkan pemerataan kualitas layanan pendidikan.
Sebagai langkah perbaikan, Disdikbud bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kepulauan Meranti tengah menyiapkan pengembangan sistem SPMB berbasis aplikasi. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu menghadirkan proses penerimaan peserta didik yang lebih efektif, transparan, akuntabel, sekaligus memudahkan masyarakat dalam mengakses seluruh tahapan pendaftaran.
"Dengan sistem berbasis aplikasi, kami berharap proses SPMB tahun depan akan semakin efektif, mudah diakses masyarakat, lebih transparan, akuntabel, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik bagi seluruh calon peserta didik," tutup Irwanto. (R-01)

