Api Mengamuk di Pekanbaru, 11 Rumah Kontrakan Ludes Dalam Dua Jam
Petugas pemadam kebakaran berjuang memadamkan amukan api yang melalap 11 rumah di Jalan Agus Salim, Pekanbaru, Kamis, 9 Juli 2026. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Kobaran api meluluhlantakkan 11 rumah kontrakan di Jalan Agus Salim, Pekanbaru. Kebakaran terjadi pada Kamis pagi, 9 Juli 2026, sekitar pukul 08.49 WIB. Petugas bergerak cepat sebelum api menguasai permukiman lebih luas.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Pekanbaru langsung mengirim sembilan armada. Seluruh personel diterjunkan menuju lokasi kejadian. Prioritas utama ialah menyelamatkan warga dan membatasi penyebaran api.
Petugas menghadapi kobaran besar di kawasan permukiman padat penduduk. Asap pekat menyelimuti lingkungan selama proses pemadaman berlangsung. Warga turut membantu membuka akses bagi kendaraan pemadam.
Kepala DPKP Kota Pekanbaru, Zarman Candra, mengatakan seluruh kekuatan segera dikerahkan. Menurutnya, kecepatan respons sangat menentukan pengendalian api. Langkah itu berhasil mencegah kebakaran menjalar ke bangunan sekitar.
"Fokus kami menyelamatkan warga dan membatasi penyebaran kobaran api," ujar Zarman Candra.
Proses pemadaman berlangsung hampir dua jam tanpa henti. Setelah api berhasil dijinakkan, petugas melakukan pendinginan menyeluruh. Langkah itu memastikan tidak ada bara yang kembali menyala.
Pendataan sementara menunjukkan 11 unit rumah kontrakan terdampak kebakaran. Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan cukup berat. Nilai kerugian masih dihitung oleh petugas terkait.
Beruntung, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sebelum api membesar. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Evakuasi berlangsung cepat berkat respons warga dan petugas.
"Keselamatan penghuni menjadi prioritas utama selama operasi berlangsung," kata Zarman.
Hingga Kamis siang, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Aparat masih mengumpulkan berbagai keterangan di lokasi kejadian. Pemeriksaan juga dilakukan terhadap kondisi bangunan yang terbakar.
Petugas mengingatkan masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran. Instalasi listrik dan sumber api diminta rutin diperiksa. Langkah sederhana itu dapat mengurangi risiko kebakaran permukiman.
"Pencegahan selalu lebih penting daripada penanganan setelah kebakaran terjadi," tutur Zarman.
Peristiwa ini kembali mengingatkan tingginya risiko kebakaran di kawasan padat penduduk. Kecepatan pelaporan dan respons petugas terbukti mengurangi dampak lebih besar. Penyelidikan penyebab kebakaran kini masih terus berlangsung. R-02

