Ranking Mi Instan Terbaik Dunia 2026 Dirilis, Indomie Bikin Indonesia Makin Mendunia
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News - Mi instan asal Indonesia kembali mencuri perhatian dunia. Dalam daftar Mi Instan Terbaik di Dunia 2026 yang dirilis Smarter Ranking melalui penilaian Taste Score 2026, Indomie Mi Goreng berhasil menempati peringkat kedua, hanya berada di bawah Nongshim Shin Ramyun dari Korea Selatan.
Capaian tersebut semakin menegaskan popularitas Indomie di pasar global. Produk mi instan kebanggaan Indonesia itu dinilai unggul dari sisi cita rasa, tekstur mi, harga yang terjangkau, hingga reputasi yang telah mendunia.
Smarter Ranking menyebut Indomie Mi Goreng memiliki perpaduan bumbu yang khas dengan minyak bumbu manis, gurih, pedas, ditambah taburan bawang goreng yang membuat cita rasanya begitu digemari.
"Minyak bumbu manis, gurih, pedas, lalu bawang goreng, dan mi yang kenyal, dengan harga yang sangat murah," tulis Smarter Ranking dalam ulasannya.
Dalam penilaian Taste Score 2026, Indomie Mi Goreng memperoleh 31 dari 35 poin untuk kategori cita rasa. Sementara tekstur mi mendapat 23 dari 25 poin, harga memperoleh 23 dari 25 poin, dan reputasi serta ulasan mendapatkan 9 dari 10 poin.
Penilaian tersebut dilakukan berdasarkan empat aspek utama, yakni kualitas cita rasa bumbu, tekstur mi, harga dan kemudahan mendapatkan produk, serta reputasi berdasarkan ulasan konsumen.
Sementara itu, posisi pertama ditempati Nongshim Shin Ramyun dari Korea Selatan. Produk ini dikenal sebagai salah satu mi instan pedas paling populer di dunia dengan kuah bercita rasa kaya dan mi bertekstur kenyal.
Smarter Ranking menggambarkan Shin Ramyun sebagai mi instan dengan kaldu yang kaya rasa, gurih, dan mampu mempertahankan kualitas rasa pada suhu penyajian yang ideal.
Selain Indomie dan Shin Ramyun, daftar tersebut juga diisi sejumlah merek ternama dari Korea Selatan, Jepang, hingga Amerika Serikat.
Berikut daftar mi instan terbaik di dunia 2026:
- Nongshim Shin Ramyun (Korea Selatan)
- Indomie Mi Goreng (Indonesia)
- Samyang Buldak (Korea Selatan)
- Nongshim Chapagetti (Korea Selatan)
- Sapporo Ichiban (Jepang)
- Nissin Cup Noodles (Jepang)
- Maruchan Ramen (Amerika Serikat)
Popularitas mi instan memang terus meningkat di berbagai negara. Selain praktis dan mudah disajikan hanya dalam waktu sekitar tiga hingga lima menit, makanan ini juga memiliki banyak pilihan rasa yang disesuaikan dengan selera masyarakat di berbagai belahan dunia.
Meski demikian, konsumsi mi instan tetap perlu dibatasi. Kandungan natrium yang cukup tinggi membuat konsumsi berlebihan berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan. Para ahli gizi menyarankan konsumsi mi instan tidak lebih dari satu hingga dua kali dalam sepekan serta diimbangi dengan tambahan sayuran, telur, atau sumber protein lainnya agar nilai gizinya lebih seimbang. (R-05)

