Lansia di Pematangsiantar Tewas Bersimbah Darah, Anak Kandung Diduga Jadi Pelaku
Polisi mengevakuasi jenazah Barinim boru Sirait (85) untuk dibawa ke RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar, untuk diautopsi, Rabu (8/7/2026). (sumber:: Istimewa)
SUMUT, SabangMerauke News – Suasana tenang di Kelurahan Tomuan mendadak berubah mencekam. Seorang perempuan lanjut usia ditemukan meninggal dunia di rumahnya. Polisi menduga pelakunya merupakan anak kandung korban sendiri.
Korban berinisial BS berusia 85 tahun. Ia ditemukan dalam kondisi bersimbah darah pada Rabu pagi, 8 Juli 2026. Lokasi kejadian berada di Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar.
Penemuan jenazah langsung menggemparkan warga sekitar. Polisi segera mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Garis polisi dipasang untuk mengamankan tempat kejadian.
Kapolsek Siantar Timur, Iptu Edy Manalu, membenarkan peristiwa tersebut. Dugaan sementara, kejadian berlangsung pada Selasa malam. Penyelidikan masih terus dilakukan hingga saat ini.
"Warga menemukan korban sudah tidak bernyawa di dalam rumah," ujar Edy Manalu.
Terduga pelaku berinisial MA berusia 50 tahun. Ia merupakan anak kandung korban. Polisi langsung mengamankan pria tersebut setelah kejadian.
Penyidik mengungkap fakta penting dalam penyelidikan. Terduga pelaku memiliki riwayat gangguan kejiwaan cukup lama. Informasi itu diperoleh dari keterangan keluarga.
Menurut keluarga, MA telah menjalani pengobatan rutin. Perawatan dilakukan selama sekitar sepuluh tahun. Pemeriksaan berlangsung di RSUD dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar.
"Kami masih mengumpulkan seluruh fakta sebelum menyimpulkan perkara," kata Edy.
Polisi belum memastikan penyebab utama tragedi tersebut. Dugaan sementara mengarah pada kambuhnya gangguan kejiwaan pelaku. Namun, seluruh informasi masih memerlukan pembuktian.
Karena kondisi psikologisnya, pelaku belum dapat dimintai keterangan utuh. Penyidik mengalami kesulitan menggali kronologi kejadian. Pemeriksaan dilakukan secara bertahap.
Di lokasi kejadian, polisi menemukan sejumlah barang bukti. Sebilah pisau berhasil diamankan petugas. Batu gilingan juga ditemukan di sekitar rumah.
Penyidik belum memastikan benda yang digunakan saat kejadian. Seluruh barang bukti akan diperiksa secara forensik. Hasil laboratorium menjadi bagian penting penyidikan.
Jenazah korban dibawa menuju RSUD dr. Djasamen Saragih. Autopsi dilakukan untuk mengetahui penyebab kematian. Hasil pemeriksaan akan melengkapi alat bukti penyidikan.
Sementara itu, MA masih berada dalam pengawasan polisi. Rencananya, ia akan menjalani pemeriksaan kejiwaan lanjutan. Pemeriksaan dilakukan di rumah sakit jiwa di Kota Medan.
"Pemeriksaan medis sangat penting untuk menentukan langkah berikutnya," ujar Edy.
Kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat sekitar. Warga mengaku terkejut atas peristiwa itu. Mereka tidak menyangka tragedi terjadi dalam lingkungan keluarga.
Penyidik masih membuka berbagai kemungkinan. Motif belum dapat dipastikan secara resmi. Polisi memilih menunggu hasil pemeriksaan lengkap.
Kasus ini juga mengingatkan pentingnya penanganan gangguan kejiwaan. Pendampingan keluarga memiliki peran sangat besar. Pengawasan rutin menjadi bagian penting pencegahan.
Meski demikian, penyelidikan tetap mengedepankan prosedur hukum. Polisi memastikan setiap fakta diperiksa secara objektif. Kesimpulan akhir akan didasarkan pada hasil penyidikan.
Hingga kini, penyidik masih memeriksa saksi-saksi. Barang bukti terus dianalisis oleh tim forensik. Polisi berharap seluruh rangkaian kejadian segera terungkap. R-02

