Prabowo Bertemu Tiga Pemimpin Dunia Sepekan, Deretan Kesepakatan Strategis Jadi Sorotan
Presiden Prabowo Subianto Perdana dan Menteri Singapura Lawrence Wong. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News – Presiden Prabowo Subianto menggelar rangkaian diplomasi penting bersama tiga pemimpin dunia dalam sepekan. Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko, Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, serta Perdana Menteri India Narendra Modi bergantian mengunjungi Indonesia. Seluruh pertemuan menghasilkan berbagai kesepakatan strategis memperkuat hubungan bilateral.
Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menjadi pemimpin pertama mengawali kunjungan kenegaraan tersebut. Lukashenko tiba di Jakarta pada 1 Juli 2026. Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyambut kedatangannya di Indonesia.
Kunjungan tersebut mencatat sejarah baru diplomasi Indonesia. Lukashenko menjadi kepala negara sahabat pertama menginap di Istana Negara pada era modern. Sebelumnya, tamu kenegaraan umumnya bermalam di Wisma Negara atau hotel.
“Di Istana Negara. Presiden yang pertama di Istana Negara,” kata Menteri Luar Negeri Sugiono.
Lawatan Lukashenko merupakan kunjungan balasan setelah Prabowo mendatangi Belarus pada Juli 2025. Pertemuan kedua pemimpin berlangsung hangat sejak prosesi penyambutan kenegaraan. Momen unik muncul ketika Lukashenko memberikan pulpen pribadinya kepada Prabowo seusai menandatangani buku tamu.
Pertemuan bilateral menghasilkan penandatanganan Road Map for Bilateral Cooperation 2026–2030. Dokumen tersebut menjadi pedoman penguatan hubungan Indonesia dan Belarus lima tahun mendatang. Kerja sama difokuskan pada sektor ekonomi, industri, perdagangan, serta ketahanan pangan.
Prabowo menegaskan kedua negara memperkuat pasokan pupuk serta modernisasi sektor pertanian nasional. Industri manufaktur, otomotif, kendaraan berat, dan agroindustri juga menjadi perhatian utama. Penguatan pendidikan serta pelatihan vokasi melengkapi kerja sama sosial antarkedua negara.
“Kami juga sedang melakukan proses ratifikasi tersebut,” ujar Prabowo mengenai ratifikasi Uni Ekonomi Eurasia.
Setelah kunjungan Belarus berakhir, Indonesia menerima Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. Wong tiba di Jakarta pada 5 Juli 2026. Menteri Luar Negeri Sugiono kembali menyambut kedatangannya.
Pertemuan resmi bersama Presiden Prabowo berlangsung sehari kemudian di Istana Merdeka. Hubungan diplomatik Indonesia dan Singapura menjadi perhatian utama pembahasan. Tahun depan, hubungan bilateral kedua negara memasuki usia enam puluh tahun.
Prabowo menilai hubungan kedua negara semakin erat melalui berbagai kerja sama konkret. Pertemuan bilateral menghasilkan 26 kesepakatan penting. Sebanyak 18 dokumen antarpemerintah dan delapan kesepakatan bisnis berhasil ditandatangani.
“Pertemuan kali ini menghasilkan 26 capaian nyata di berbagai bidang. Delapan belas kesepakatan antarpemerintah dan delapan kesepakatan bisnis mencerminkan hubungan semakin mendalam,” kata Prabowo.
Sektor ekonomi tetap menjadi fokus utama hubungan Indonesia dan Singapura. Salah satu agenda penting mencakup implementasi perdagangan listrik lintas batas. Pemerintah juga menyiapkan langkah lanjutan melalui BPI Danantara.
“Indonesia telah menunjuk BPI Danantara untuk implementasi kerja sama perdagangan listrik lintas batas,” ujar Prabowo.
Kesepakatan lain mencakup energi bersih, ekonomi digital, keamanan siber, ketahanan pangan, serta pariwisata. Pendidikan generasi muda juga memperoleh perhatian melalui peningkatan pertukaran antarmasyarakat. Seluruh program diarahkan memperkuat konektivitas kedua negara.
Usai melepas Lawrence Wong, Prabowo langsung menerima Perdana Menteri India Narendra Modi. Modi tiba di Jakarta pada hari sama. Pertemuan resmi berlangsung sehari berikutnya di Istana Negara.
Prosesi penyambutan berlangsung meriah dengan pasukan berkuda dan pengawalan kendaraan kenegaraan. Kunjungan tersebut menjadi balasan setelah Prabowo mengunjungi India pada Februari tahun sebelumnya. Hubungan kedua negara memasuki babak baru melalui berbagai kesepakatan strategis.
Pada kesempatan tersebut, Prabowo menganugerahkan Bintang Republik Indonesia Adipurna kepada Narendra Modi. Penghargaan diberikan atas kontribusi mempererat hubungan Indonesia dan India. Prosesi berlangsung di Istana Negara sebelum pembahasan bilateral dimulai.
Pertemuan menghasilkan perpanjangan kerja sama antariksa antara BRIN dan Indian Space Research Organisation. Program tersebut mendukung eksplorasi serta pemanfaatan antariksa untuk tujuan damai. Kolaborasi riset menjadi salah satu fokus penguatan hubungan kedua negara.
“Kami yakin kesepakatan tersebut segera diimplementasikan sehingga memberi hasil dan manfaat nyata bagi masyarakat kedua negara,” kata Prabowo.
Selain kerja sama antariksa, Indonesia dan India menyepakati 15 dokumen penting lainnya. Bidang pertahanan, energi, kesehatan, kebudayaan, teknologi, serta riset menjadi ruang kolaborasi. Seluruh dokumen diharapkan memperkuat hubungan strategis jangka panjang.
Rangkaian kunjungan tiga pemimpin dunia menunjukkan meningkatnya peran Indonesia pada panggung internasional. Diplomasi aktif pemerintah menghasilkan berbagai peluang ekonomi dan investasi baru. Kesepakatan lintas sektor tersebut diharapkan memberi manfaat nyata bagi pembangunan nasional serta kesejahteraan masyarakat.(R-04)

