Messi Gagal Lagi Penalti, Pelatih Argentina Scolani: Saya Merinding, Dia Tetap Minta Bola!
Kapten Argentina Lionel Messi menjadi pusat perhatian meski sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti babak pertama. Foto : Istimewa
SabangMerauke News - Argentina menciptakan comeback sensasional saat menyingkirkan Mesir pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. La Albiceleste sempat tertinggal dua gol hingga menit ke-78 sebelum membalikkan keadaan menjadi kemenangan 3-2. Hasil tersebut mengantar Argentina melaju ke perempat final dengan penuh drama.
Kapten Argentina Lionel Messi menjadi pusat perhatian meski sempat gagal mengeksekusi tendangan penalti babak pertama. Kegagalan tersebut tidak mengurangi kepercayaan dirinya sepanjang pertandingan. Messi justru memimpin kebangkitan tim pada menit-menit penentuan.
Pelatih Lionel Scaloni memuji karakter luar biasa Messi setelah pertandingan berakhir. Sang kapten terus meminta bola meski sempat mengalami kegagalan. Sikap tersebut dinilai mencerminkan jiwa pemimpin sejati.
“Mungkin orang hanya fokus pada penalti gagal. Namun Messi kembali meminta bola, mencoba lagi, lalu terus mencoba. Sejujurnya, itu membuat saya merinding,” kata Lionel Scaloni, dikutip dari Reuters.
Scaloni menilai Messi tetap menjadi pembeda meski telah berusia 39 tahun. Piala Dunia 2026 menjadi turnamen keenam Messi sepanjang karier internasionalnya. Catatan tersebut menyamai rekor penampilan terbanyak dalam sejarah kompetisi.
“Saya yakin dia bermain sepak bola untuk momen seperti ini. Dia mencintai bola dan menikmati setiap pertandingan,” ujar Scaloni. Pelatih Argentina mengaku sulit menggambarkan emosi melihat Messi tampil penuh semangat pada fase karier sekarang.
Messi memang mencatat rekor kurang menyenangkan setelah penalti kembali gagal berbuah gol. Sebelumnya, tendangan penaltinya juga gagal saat menghadapi Austria pada fase grup. Meski demikian, Messi selalu menebus kegagalan melalui kontribusi penting sepanjang pertandingan.
Saat menghadapi Mesir, Messi memberikan assist kepada Cristian Romero pada menit ke-79. Empat menit berselang, Messi mencetak gol penyama kedudukan lewat penyelesaian tenang. Gol kemenangan Argentina akhirnya lahir melalui sundulan Enzo Fernandez memanfaatkan umpan Lautaro Martinez.
Scaloni menegaskan kemenangan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh pemain Argentina. Perjuangan setiap pemain menjadi fondasi keberhasilan membalikkan keadaan pada laga penting. Sang pelatih enggan menempatkan seluruh sorotan hanya kepada Messi.
“Ini bukan hanya tentang Messi. Rekan-rekannya juga berjuang luar biasa sepanjang pertandingan,” kata Scaloni. Menurutnya, semangat kolektif menjadi identitas utama skuad Argentina sepanjang turnamen berlangsung.
“Kelompok pemain ini menunjukkan karakter luar biasa. Mereka memberi pelajaran berharga bagi generasi muda Argentina,” lanjut Scaloni. Seusai pertandingan, pelatih Argentina mengaku sulit menahan emosi melihat perjuangan anak asuhnya.
“Saya bahkan tidak bisa mengangkat kepala. Maaf, saya sangat emosional. Kelompok pemain ini seperti saudara,” ucap Scaloni. Kemenangan tersebut menjadi comeback pertama Argentina setelah tertinggal dua gol dalam sejarah Piala Dunia.
Hasil dramatis tersebut memperpanjang rekor tak terkalahkan Argentina menjadi sebelas pertandingan Piala Dunia berturut-turut. Messi juga mencetak gol ke-21 sepanjang kariernya pada ajang terbesar sepak bola dunia. Delapan golnya sepanjang Piala Dunia 2026 menempatkan Messi sebagai pemimpin sementara perburuan Sepatu Emas.(R-04)

