AS Bombardir Iran Lagi di Tengah Gencatan Senjata, Presiden Iran Buru-Buru Kembali ke Teheran
Presiden Iran Masoud Pezeshkian. Foto: Dok SM News
TEHERAN, SabangMerauke News – Presiden Iran Masoud Pezeshkian mempercepat kepulangannya dari Irak menuju Teheran setelah Amerika Serikat melancarkan serangan baru ke sejumlah titik di wilayah selatan Iran, Selasa (7/7) malam waktu setempat. Serangan tersebut terjadi ketika kedua negara masih berada dalam masa gencatan senjata pascakesepakatan damai yang diteken pada pertengahan Juni lalu.
Televisi pemerintah Iran, IRIB, melaporkan Pezeshkian langsung meninggalkan Irak dan kini telah berada dalam perjalanan menuju Teheran. Keputusan itu diambil di tengah meningkatnya ketegangan setelah rentetan ledakan terdengar di sejumlah kawasan strategis Iran.
Sebelumnya, Presiden Pezeshkian berada di Kota Najaf, Irak, untuk menghadiri rangkaian upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei. Saat serangan AS berlangsung, iring-iringan jenazah Khamenei baru saja tiba di Najaf.
Kantor berita resmi Iran, IRNA, menyebut Pezeshkian meninggalkan Najaf pada Rabu dini hari waktu setempat setelah menyelesaikan agenda kenegaraannya di Irak.
Rangkaian prosesi pemakaman Ali Khamenei masih akan berlangsung hingga Kamis (9/7). Setelah itu, jenazah dijadwalkan dibawa kembali ke Iran untuk dimakamkan di kompleks Makam Imam Reza, Mashhad, yang merupakan kampung halamannya.
Serangan terbaru Amerika Serikat memicu perhatian dunia karena terjadi saat Washington dan Teheran tengah menjalani masa gencatan senjata berdasarkan nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada 17 Juni lalu untuk mengakhiri konflik bersenjata.
Sejumlah ledakan dilaporkan mengguncang kawasan di sekitar Selat Hormuz, termasuk Pulau Qeshm dan Pelabuhan Sirik yang memiliki nilai strategis bagi jalur perdagangan minyak dunia.
Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan operasi militer tersebut merupakan respons atas serangan terhadap tiga kapal komersial yang melintas di Selat Hormuz.
Dalam pernyataannya melalui platform X, CENTCOM menegaskan bahwa tindakan Iran terhadap kapal-kapal tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap kesepakatan gencatan senjata.
Seorang pejabat Amerika Serikat mengungkapkan tiga kapal komersial diserang saat berada di perairan teritorial Oman, dekat Selat Hormuz, pada Selasa. Washington menyebut insiden itu sebagai pelanggaran berat terhadap MoU damai yang sebelumnya telah disepakati kedua negara.
Menurut pejabat tersebut, serangan udara yang dilakukan AS merupakan respons langsung atas apa yang disebut sebagai aksi terorisme internasional yang dilakukan Iran di jalur pelayaran strategis tersebut.
"Pihak Iran mengetahui konsekuensi dari tindakan mereka yang tidak masuk akal itu, tetapi mereka tetap memilih untuk melancarkan serangan-serangan tersebut. Ini adalah hukuman, dan ini tidak akan segera berakhir," kata pejabat AS.
Serangan terbaru ini menambah ketidakpastian terhadap keberlangsungan proses perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran. Hingga kini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait langkah balasan maupun dampak kerusakan akibat serangan tersebut. (R-05)

