Rem Blong! Truk Tronton Seruduk Belasan Warga, Dua Tewas Seketika
Truk tronton menabrak belasan sepeda motor akibat rem blong di Kota Pinang, Sabtu tengah malam, 4 Juli 2026. (sumber: polres labusel)
SUMUT, SabangMerauke News – Malam akhir pekan di Kota Pinang berubah menjadi kepanikan massal. Sebuah truk tronton diduga kehilangan kendali. Kendaraan berat itu menabrak belasan kendaraan dan warga di jalurnya.
Peristiwa terjadi di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Kota Pinang. Lokasi berada di Kecamatan Kota Pinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kecelakaan berlangsung pada Sabtu malam, 4 Juli 2026, sekitar pukul 23.30 WIB.
Truk diketahui melaju dari arah Medan menuju Pekanbaru. Kendaraan membawa muatan barang kelontong. Perjalanan yang semula biasa berubah menjadi tragedi.
Pelaksana Sementara Kasubsi Penmas Polres Labuhanbatu Selatan, Bripka Sukardi, membenarkan kejadian tersebut. "Truk melaju dari arah Medan menuju Pekanbaru sebelum kecelakaan terjadi," ujar Sukardi.
Saat mendekati lokasi kejadian, truk diduga mengalami rem blong. Kendaraan tidak mampu dikendalikan sopir. Truk kemudian menghantam kendaraan yang berada di depannya.
Benturan terjadi secara beruntun. Kepanikan langsung menyelimuti kawasan tersebut. Warga berusaha menyelamatkan korban yang terjebak.
Sebanyak 12 kendaraan dilaporkan terlibat. Dua unit mobil mengalami kerusakan cukup parah. Tiga becak bermotor dan tujuh sepeda motor juga menjadi korban. "Total ada dua belas kendaraan yang terdampak kecelakaan beruntun," kata Sukardi.
Korban tidak hanya berasal dari pengguna jalan. Pedagang di sekitar lokasi turut menjadi korban. Pembeli yang sedang berada di kawasan itu juga ikut terdampak.
Data sementara mencatat 15 orang menjadi korban. Dua orang meninggal dunia akibat insiden tersebut. Tiga belas korban lainnya mengalami luka-luka.
Satu korban meninggal di lokasi kejadian. Korban lainnya mengembuskan napas terakhir di rumah sakit. Tim medis masih merawat korban yang mengalami luka. "Sebagian korban masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit," ujar Sukardi.
Petugas kepolisian bersama warga segera melakukan evakuasi. Kendaraan yang rusak dipindahkan dari badan jalan. Arus lalu lintas sempat mengalami kemacetan.
Suasana di lokasi dipenuhi kepanikan keluarga korban. Beberapa warga berusaha membantu proses penyelamatan. Petugas terus mengamankan area kejadian.
Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan. Dugaan awal mengarah pada kegagalan sistem pengereman. Namun seluruh fakta masih terus didalami.
Penyidik juga memeriksa kondisi kendaraan. Keterangan saksi di lokasi mulai dikumpulkan. Sopir truk turut menjadi bagian penyelidikan. "Kami akan mengungkap penyebab kecelakaan melalui proses penyelidikan," tegas Sukardi.
Tragedi ini kembali mengingatkan pentingnya pemeriksaan kendaraan berat. Sistem pengereman menjadi komponen yang sangat vital. Kelalaian sekecil apa pun dapat berujung petaka.
Jalur lintas Sumatera dikenal padat kendaraan logistik. Aktivitas angkutan barang berlangsung hampir sepanjang hari. Kondisi kendaraan menjadi faktor keselamatan utama.
Masyarakat berharap penyelidikan berlangsung transparan. Keluarga korban juga menunggu kepastian hukum. Mereka menginginkan penyebab tragedi diungkap secara menyeluruh.
Kini Jalan Jenderal Sudirman telah kembali dibuka. Namun bekas tabrakan masih meninggalkan jejak. Duka keluarga korban belum akan segera hilang.
Peristiwa itu menjadi pengingat keras bagi seluruh pengemudi. Keselamatan harus menjadi prioritas sebelum perjalanan dimulai. Sebab satu kegagalan teknis dapat mengubah perjalanan biasa menjadi tragedi besar. R-02

