Lima Hari Keliling Tiga Daerah, Operasi Pasar Murah Siap Serbu Riau
Plt Gubernur Riau, SF Hariyanto, meninjau kegiatan pasar murah di Pekanbaru. (sumber: istimewa)
RIAU, SabangMerauke News – Pemerintah Provinsi Riau kembali menggulirkan operasi pasar murah. Program ini menjadi upaya menjaga pasokan bahan pokok. Stabilitas harga juga terus menjadi perhatian utama pemerintah.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah bersama PT Riau Pangan Bertuah menjalankan program tersebut. Operasi pasar digelar setiap hari kerja. Lokasinya bergilir di sejumlah kabupaten dan kota.
Pekan ini, kegiatan dipusatkan di tiga daerah. Kota Pekanbaru menjadi lokasi terbanyak. Dumai dan Kabupaten Kampar juga masuk dalam jadwal.
Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Disperindagkop UKM Riau, Tetty Nurdianti, mengatakan operasi berlangsung selama lima hari. "Program ini bertujuan membantu masyarakat memperoleh bahan pokok dengan harga terjangkau," ujar Tetty, Senin, 6 Juli 2026.
Kegiatan dimulai pada Senin, 6 Juli 2026. Lokasi pertama berada di Posyandu Bunga Setangkai Lebat, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai. Warga dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih rendah.
Pada Selasa, pasar murah bergeser ke Kota Dumai. Lokasinya berada di Jalan Sukajadi, Pasar Pulau Payung. Tepatnya di depan Sekretariat DPD APPSI Kota Dumai.
Rabu menjadi giliran Kelurahan Umban Sari, Pekanbaru. Operasi pasar digelar di halaman kantor kelurahan. Kamis kegiatan berpindah ke halaman Kantor Lurah Limbungan.
Jumat menjadi penutup rangkaian kegiatan pekan ini. Operasi pasar murah berlangsung di Desa Pandau Jaya, Kabupaten Kampar. Lokasi tersebut diperkirakan menjadi tujuan warga sekitar.
Pemerintah menyediakan berbagai kebutuhan pokok. Beras SPHP dijual Rp60 ribu per lima kilogram. Harga tersebut berada di bawah harga pasar di sejumlah daerah.
Selain itu tersedia beras Anak Daro dan Sokan. Kemasan sepuluh kilogram dijual Rp165 ribu. Kemasan lima kilogram dipasarkan Rp83 ribu.
Minyak goreng Minyakita juga masuk daftar komoditas. Produk tersebut dijual Rp15.500 per kemasan. Gula pasir dibanderol Rp18 ribu per kilogram.
Garam kristal dijual Rp2 ribu per 200 gram. Garam Nusantara dibanderol Rp2 ribu per 250 gram. Telur ayam dijual Rp49 ribu per papan.
"Ketersediaan sembako terus kami upayakan agar masyarakat tidak kesulitan memperoleh kebutuhan pokok," kata Tetty.
Operasi pasar murah menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi. Pemerintah berharap gejolak harga dapat ditekan. Daya beli masyarakat juga diharapkan tetap terjaga.
Program ini sekaligus memperpendek rantai distribusi. Masyarakat dapat membeli langsung di lokasi. Harga pun menjadi lebih terkendali.
Pemerintah mengimbau warga datang sesuai jadwal. Antrean diharapkan berlangsung tertib. Pelayanan akan diberikan secara bergiliran.
Tetty juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan. Warga diminta membawa tas belanja sendiri. Langkah itu bertujuan mengurangi penggunaan kantong plastik. "Kami berharap masyarakat ikut mendukung gerakan belanja ramah lingkungan," tuturnya.
Operasi pasar murah diperkirakan kembali menjadi magnet warga. Harga yang lebih rendah menjadi daya tarik utama. Program ini diharapkan membantu meringankan beban belanja keluarga di tengah dinamika harga pangan. R-02

