Puan Maharani Dorong Pengangkatan Komisaris BUMN Berdasarkan Kompetensi
Ketua DPR Puan Maharani merespons sorotan publik mengenai pengangkatan komisaris badan usaha milik negara. Foto : Istimewa
JAKARTA, SabangMerauke News – Ketua DPR Puan Maharani merespons sorotan publik mengenai pengangkatan komisaris badan usaha milik negara. Penempatan sejumlah komisaris memicu perdebatan karena dinilai belum memiliki kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan. DPR mendorong proses seleksi mengedepankan profesionalisme demi memperkuat tata kelola BUMN.
Puan menegaskan jabatan komisaris memerlukan kemampuan, pengalaman, serta integritas sesuai tanggung jawab perusahaan negara. Penetapan komisaris dinilai harus memperhatikan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung kinerja BUMN. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan perusahaan milik negara.
Puan menilai profesionalisme menjadi fondasi penting dalam menentukan pejabat strategis lingkungan BUMN. Seleksi berbasis kompetensi dinilai mampu menghasilkan pengawasan perusahaan lebih efektif dan akuntabel. “Terkait penetapan komisaris, DPR mendorong agar ditetapkan orang-orang yang profesional dan kompeten ke depannya,” tegas Puan.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul meningkatnya perhatian masyarakat terhadap komposisi komisaris sejumlah perusahaan negara. Publik mempertanyakan kesesuaian latar belakang beberapa pejabat dengan bidang usaha perusahaan. Perdebatan itu berkembang luas melalui berbagai ruang diskusi publik.
Di sisi lain, pemerintah menyampaikan pandangan berbeda mengenai pengangkatan komisaris dari latar belakang beragam. Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia Muhammad Qodari menjelaskan keberagaman pengalaman memiliki nilai strategis. Pendekatan tersebut dinilai mampu memperkaya proses pengambilan keputusan perusahaan.
Qodari mencontohkan pengalaman pribadi saat menjabat komisaris pada salah satu perusahaan BUMN. Meskipun tidak berasal dari sektor inti perusahaan, dirinya tetap berkontribusi melalui sudut pandang berbeda. Perspektif eksternal dinilai membantu menemukan alternatif penyelesaian berbagai persoalan perusahaan.
Menurut Qodari, komisaris tidak selalu dituntut memiliki keahlian teknis sesuai bidang operasional perusahaan. Fungsi utama komisaris lebih menekankan pengawasan, pemberian masukan, serta menjaga arah kebijakan perusahaan. Keberagaman pengalaman dinilai memperluas pilihan strategi dalam menghadapi tantangan bisnis.
“Saat berada di Pertamina Hulu Energi, saya membantu melihat alternatif solusi. Latar belakang berbeda menghadirkan perspektif baru bagi perusahaan tempat menjadi komisaris,” ujar Qodari.
Penjelasan tersebut menegaskan pentingnya keseimbangan antara kompetensi dan keberagaman pengalaman dalam struktur komisaris. Perspektif baru dinilai mampu memperkuat inovasi tanpa mengabaikan prinsip tata kelola perusahaan yang baik. Seluruh proses tetap memerlukan mekanisme seleksi transparan serta akuntabel.
Sorotan terhadap pengangkatan komisaris BUMN diperkirakan masih berlanjut seiring tingginya perhatian masyarakat. Publik berharap setiap penempatan pejabat mempertimbangkan kapasitas, integritas, serta kebutuhan strategis perusahaan. Langkah tersebut diharapkan memperkuat kinerja BUMN sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan negara.(R-04)

