Viral untuk Diet, Cuka Apel Benar Ampuh Turunkan Berat Badan? Simak Penjelasan Ahli
Ilustrasi
JAKARTA, SabangMerauke News - Cuka apel kembali menjadi perbincangan sebagai minuman alami yang diklaim mampu membantu menurunkan berat badan. Klaim tersebut ramai beredar di media sosial, bahkan tidak sedikit orang mengaku berhasil memangkas bobot tubuh setelah rutin mengonsumsinya. Namun, benarkah cuka apel benar-benar efektif untuk diet?
Sejumlah penelitian memang menunjukkan adanya potensi manfaat cuka apel terhadap penurunan berat badan. Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa bukti ilmiah yang tersedia hingga kini masih terbatas sehingga belum dapat menyimpulkan cuka apel sebagai solusi ampuh untuk menurunkan berat badan.
Cuka apel atau apple cider vinegar (ACV) merupakan cairan hasil fermentasi sari apel. Dalam proses pembuatannya, gula alami pada apel diubah menjadi alkohol oleh ragi, kemudian difermentasi kembali oleh bakteri hingga menghasilkan asam asetat. Senyawa inilah yang memberikan rasa asam khas sekaligus diduga menjadi komponen utama yang berperan terhadap berbagai manfaat kesehatan.
Meski populer sebagai pendamping diet, para pakar menekankan bahwa cara paling efektif menurunkan berat badan tetap melalui defisit kalori, yakni mengonsumsi kalori lebih sedikit daripada yang dibakar tubuh, disertai pola makan sehat dan aktivitas fisik secara rutin.
Hasil penelitian mengenai efektivitas cuka apel juga masih beragam. Sebuah tinjauan terhadap 10 uji klinis yang melibatkan 789 peserta menemukan bahwa konsumsi cuka apel berkaitan dengan penurunan berat badan yang sedikit lebih baik dibandingkan kelompok yang tidak mengonsumsinya. Namun, perbedaan metode penelitian dan dosis membuat hasil tersebut belum bisa dijadikan acuan yang pasti.
Sementara itu, analisis yang dipublikasikan dalam jurnal Nutrients pada 2025 menunjukkan konsumsi cuka apel setiap hari selama 4 hingga 12 minggu berkaitan dengan penurunan berat badan dan lingkar pinggang secara moderat, terutama pada individu dengan obesitas, kelebihan berat badan, maupun diabetes tipe 2.
Meski demikian, para peneliti mengingatkan bahwa sebagian besar peserta juga menjalani pola makan sehat dan rutin berolahraga. Karena itu, sulit memastikan apakah penurunan berat badan yang terjadi semata-mata disebabkan oleh konsumsi cuka apel.
Para ahli menduga manfaat cuka apel berasal dari kemampuannya memperlambat proses pengosongan lambung. Kondisi tersebut membuat rasa kenyang bertahan lebih lama sehingga seseorang cenderung makan dalam jumlah lebih sedikit.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan cuka apel dapat membantu menjaga kestabilan kadar gula darah setelah makan. Gula darah yang lebih stabil diyakini dapat mengurangi keinginan mengonsumsi makanan manis dan membantu mengendalikan nafsu makan.
Tak hanya dikaitkan dengan penurunan berat badan, cuka apel juga disebut berpotensi meningkatkan sensitivitas insulin dan membantu mengontrol kadar gula darah setelah makan. Beberapa penelitian menunjukkan konsumsi sekitar satu ons cuka apel usai makan dapat memberikan efek positif terhadap respons insulin tubuh.
Namun demikian, manfaat tersebut masih memerlukan penelitian berskala lebih besar agar efektivitas dan keamanannya dapat dipastikan. Karena itu, cuka apel sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk menurunkan berat badan, melainkan hanya sebagai pelengkap dari pola hidup sehat yang seimbang. (R-05)

