Modus Tawari Tumpangan Makan Korban, Pemuda di Pekanbaru Dibegal Empat Pelaku
Seorang pemuda di Kota Pekanbaru menjadi korban aksi begal setelah menerima tawaran tumpangan dari orang yang tidak dikenalnya. Foto: Dok SM News
RIAU, SabangMerauke News – Seorang pemuda di Kota Pekanbaru menjadi korban aksi begal setelah menerima tawaran tumpangan dari orang yang tidak dikenalnya. Alih-alih sampai ke rumah, korban justru dikeroyok empat pelaku dan kehilangan satu unit iPhone 11 senilai sekitar Rp10 juta.
Peristiwa pencurian dengan kekerasan (curas) itu terjadi di Jalan Nelayan, tepatnya di dekat Gereja GPI Eben Haezer, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai, Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB.
Korban diketahui bernama Hengki Prasetiyo (19), warga Jalan Bunga Tanjung, Kelurahan Pebatuan, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, sebelum kejadian korban memesan ojek online Maxim dari kawasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Senapelan di Jalan Riau. Namun, sebelum pengemudi yang dipesan tiba, korban didatangi seorang pria tak dikenal yang menawarkan tumpangan pulang.
Karena tidak menaruh curiga, korban menerima tawaran tersebut. Pelaku kemudian membawa korban menuju Jalan Nelayan, Kelurahan Sri Meranti, Kecamatan Rumbai.
Sesampainya di lokasi yang sepi, tepatnya di dekat Gereja GPI Eben Haezer, tiga pria lainnya yang mengendarai dua sepeda motor datang menghampiri.
Keempat pelaku diduga langsung mengeroyok korban sebelum merampas satu unit iPhone 11 warna hitam miliknya. Setelah berhasil mengambil telepon genggam tersebut, para pelaku melarikan diri meninggalkan korban di lokasi.
Korban kemudian menghubungi keluarganya untuk meminta bantuan. Sementara itu, seorang saksi berinisial LA turut melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.
Kanit Reskrim Polsek Rumbai, IPTU Rafles, membenarkan pihaknya telah menerima laporan korban dan kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap identitas para pelaku.
"Sedang kami dalami. Korban sudah mendatangi kantor untuk membuat laporan," ujar IPTU Rafles saat dikonfirmasi, Minggu dini hari (5/7/2026).
Usai menerima laporan, polisi langsung mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi, mengamankan lokasi, berkoordinasi dengan Tim Inafis, serta menganalisis rekaman CCTV di sekitar lokasi.
Korban juga telah dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk mendapatkan penanganan medis akibat dugaan pengeroyokan yang dialaminya.
Hingga kini, polisi masih mengumpulkan sejumlah petunjuk dan memburu para pelaku yang identitasnya masih dalam proses penyelidikan. (R-05)

