Negara Termiskin di Eropa Resmi Tinggalkan Mata Uang Lama, Ada Apa di Balik Keputusan Bulgaria?
Bendera negara Bulgaria. Foto: Dok SM News
JAKARTA, SabangMerauke News - Bulgaria resmi meninggalkan mata uang Lev dan beralih menggunakan euro setelah resmi menjadi anggota ke-21 zona euro. Langkah besar negara yang dikenal sebagai salah satu negara termiskin di Eropa itu diyakini menjadi strategi untuk memperkuat ekonomi, meningkatkan investasi, sekaligus mempererat integrasi dengan Uni Eropa.
Peresmian penggunaan euro ditandai dengan perayaan meriah di ibu kota Sofia. Kembang api menghiasi langit malam, sementara gambar koin euro berukuran raksasa diproyeksikan di gedung Bank Sentral Bulgaria sebagai simbol berakhirnya era mata uang Lev.
Dengan bergabungnya Bulgaria, jumlah masyarakat yang menggunakan mata uang euro kini mencapai lebih dari 350 juta orang. Bulgaria menjadi negara terbaru yang mengadopsi euro setelah Kroasia bergabung pada Januari 2023.
Perubahan tersebut berdampak langsung pada seluruh transaksi keuangan masyarakat. Simpanan warga yang sebelumnya tercatat dalam mata uang leva kini otomatis dikonversi ke euro. Sebagai ilustrasi, saldo sebesar 10.000 leva berubah menjadi sekitar 5.100 euro sesuai nilai tukar resmi.
Selain memudahkan transaksi lintas negara, penggunaan euro juga memberikan keuntungan strategis bagi Bulgaria. Negara Balkan berpenduduk sekitar 6,7 juta jiwa itu kini memperoleh kursi di Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB), sehingga memiliki hak suara dalam penentuan kebijakan suku bunga kawasan euro.
Pelaku usaha menyambut positif kebijakan tersebut. Seorang pengusaha perhiasan di Sofia, Antonia Tsvetkova, mengatakan penggunaan euro akan mempermudah aktivitas bisnis maupun perjalanan ke negara-negara Eropa tanpa harus menukarkan mata uang.
Namun, di balik optimisme tersebut, adopsi euro juga memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat. Sejumlah warga menilai penggunaan mata uang baru berpotensi memicu kenaikan harga barang dan jasa di tengah tingginya biaya hidup.
Transisi menuju euro juga berlangsung di tengah dinamika politik dalam negeri. Pemerintah Bulgaria sebelumnya mengundurkan diri setelah gelombang demonstrasi yang dipicu rencana kenaikan pajak.
Meski demikian, pemerintah dan Uni Eropa menilai keanggotaan Bulgaria di zona euro merupakan tonggak penting yang akan memperkuat stabilitas ekonomi, meningkatkan kepercayaan investor, serta memperluas peluang investasi asing yang telah diupayakan sejak negara itu bergabung dengan Uni Eropa pada 2007. (R-05)

