Masuk Bui Menyusul Abang dan Mantan Bos, Ternyata Segini Harta Bupati Langkat!
Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim. (sumber: istimewa)
JAKARTA, SabangMerauke News - Kutukan kursi panas penguasa Langkat kembali memakan korban jiwa politik secara mengenaskan. Bupati Langkat Syah Afandin alias Ondim mendadak diciduk petugas Jakarta. Drama penangkapan ini bikin geger seisi wilayah Sumatra Utara. Rekor kelam penangkapan bupati secara berturut-turut resmi tercipta hari ini.
Peristiwa memalukan ini terjadi hari Jumat, 3 Juli 2026. Kabar buruk tersebut dikonfirmasi langsung pimpinan lembaga antirasuah. Penangkapan berjalan kilat tanpa perlawanan berarti dari target operasi. Ondim kini harus bersiap memakai seragam rompi warna oranye.
Aparat hukum bergerak senyap menyisir wilayah operasi rahasia. Komisi Pemberantasan Korupsi membenarkan adanya kegiatan tangkap tangan tersebut. "Benar," kata Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto singkat. Publik langsung terperangah mendengar konfirmasi resmi singkat itu.
Penangkapan Ondim menjadi catatan penindakan ke-15 sepanjang tahun 2026. Sesuai ketentuan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana, waktu berjalan ketat. Penyidik memiliki waktu saklek 24 jam menentukan status hukum. Apakah statusnya bakal naik menjadi tersangka resmi malam ini?
Petugas belum merinci total uang haram dari sitaan operasi. Identitas rekanan kontraktor penyuap juga masih tersimpan sangat rapat. Kasus suap diduga terkait proyek infrastruktur dinas daerah setempat. Detail perkara bakal dibeberkan jelas saat konferensi pers mendatang.
Ondim meluncur menuju Gedung Merah Putih Jakarta untuk diperiksa. Status hukum sang bupati kini masih sebagai terperiksa instan. Dia belum bisa berbuat banyak menghadapi cecaran pertanyaan penyidik. Nasib politiknya kini berada di ujung tanduk hukum.
Warisan Dinasti Politik dan Jejak Mentor
Profil Ondim sebenarnya bukan orang baru dunia politik lokal. Dia lahir di Pangkalan Brandan pada 23 Juni 1966. Dia merupakan adik kandung almarhum mantan Gubernur Sumut Syamsul Arifin. Abangnya dulu dicopot dari kursi gubernur karena korupsi APBD Langkat Rp98,7 miliar sewaktu menjabat Bupati Langkat.
Karier politik Ondim melesat tajam bersama Partai Amanat Nasional. Dia pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Sumatra Utara periode 2014-2018. Keberuntungan politiknya kini mendadak sirna dalam sekejap mata saja. Langkahnya terhenti akibat keserakahan pengelolaan anggaran daerah yang keliru.
Sebelum menduduki kursi nomor satu, Ondim punya pengalaman panjang. Dia merupakan Wakil Bupati Langkat untuk periode tahun 2019-2024. Dia mendampingi Terbit Rencana Perangin-angin yang juga seorang koruptor. Terbit terlebih dahulu kena garuk KPK awal tahun 2022.
Ondim kemudian naik pangkat menjadi pelaksana tugas bupati Langkat. Kisah Terbit Rencana bahkan jauh lebih mengerikan dari korupsi. Selain menerima suap proyek, Terbit memiliki kerangkeng manusia ilegal. Mahkamah Agung menjatuhkan hukuman empat tahun penjara kasus kerangkeng.
Untuk kasus korupsi proyek PUPR, Terbit divonis tujuh setengah tahun. Menariknya, Ondim maju dalam pilkada berpasangan dengan istri Terbit Rencana tersebut. Tiorita Br Surbakti dari Golkar mendampingi Ondim sebagai wakil bupati. Pasangan ini dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025.
Duet maut ini memenangkan pilkada dengan meraih 216.918 suara. Kepercayaan masyarakat kini dibayar dengan pengkhianatan rompi oranye KPK. Visi mulia menuju Langkat maju dan sejahtera hancur total. Roda nasib kini berputar balik membawa petaka kelam-kelam sekali.
Harta Jumbo Sang Bupati
PAN Sumut kini kehilangan nakhoda utama akibat operasi senyap. Ondim baru saja mendapat amanat untuk memimpin partai tingkat wilayah. Pelantikan jabatan ketua umum daerah berjalan meriah belum lama. Sekarang mimpi politik besar itu harus kandas mengenaskan sekali.
Berdasarkan laporan harta kekayaan pada tanggal 31 Maret 2026. Total nilai harta milik Ondim mencapai Rp11.663.075.347 sebelum utang. Kekayaan bersih setelah dikurangi utang tersisa sebesar Rp10.670.002.596 saja. Angka fantastis ini kini menjadi bahan penyelidikan mendalam bagi petugas.
Aset tanah dan bangunan mendominasi nilai kekayaan milik Ondim. Total aset properti miliknya tercatat menyentuh angka Rp5.950.000.000. Lima bidang tanah tersebar luas di beberapa wilayah penting. Mulai dari Kota Medan, Deli Serdang, Langkat, hingga Binjai.
Properti paling mahal berada di wilayah hukum Kota Medan. Tanah seluas 180 meter persegi bernilai jual Rp 4.000.000.000. Isi garasinya juga tergolong mewah untuk ukuran pejabat daerah. Ada mobil Toyota Alphard tahun 2022 senilai Rp850.000.000 parkir.
Isi garasi dilengkapi dengan motor Kawasaki R270 seharga Rp 45.000.000. Ada juga motor Yamaha NMAX tahun 2024 senilai Rp30.000.000. Harta bergerak lainnya dilaporkan berada pada angka Rp 433.000.000. Kas dan setara kas miliknya tembus Rp 4.317.142.756.
Ondim tercatat memiliki tanggungan utang sebesar Rp993.072.751 dalam laporan. Jumlah harta melimpah ini memicu kecurigaan besar tim penyidik. Sumber perolehan aset bakal ditelusuri secara berkala oleh hukum. Rekening bank milik keluarga terancam dibekukan sepenuhnya demi penyelidikan.
Badai Jumat Keramat di Stabat
Penangkapan Ondim membuat atmosfer kantor Bupati Langkat mendadak berubah. Suasana kerja di Stabat menjadi sunyi senyap tanpa aktivitas. Beberapa ruangan penting disegel dengan stiker merah putih pembatas KPK. Pegawai negeri sipil lokal hanya bisa pasrah melihat situasi.
Padahal baru kemarin Ondim memimpin apel gabungan ASN daerah. Dia menegaskan pentingnya kedisiplinan kerja tanpa ada rasa suka. Kini sang bupati justru melanggar aturan hukum negara sendiri. ASN daerah merasa syok mendengar kabar buruk dari Jakarta.
Masyarakat Langkat mengaku bosan melihat ulah para pemimpinnya. Pembangunan daerah menjadi terbengkalai akibat keserakahan elite penguasa lokal. Dana rakyat habis dikorupsi untuk memperkaya kelompok kroni terdekat. Harapan kesejahteraan warga menguap begitu saja tanpa bekas nyata.
KPK menegaskan komitmen memberantas korupsi kepala daerah tanpa ampun. Dinasti politik lokal sering menjadi sarang subur praktik suap. Pengawasan ketat anggaran daerah wajib diperketat setiap saat sekarang. Jangan biarkan uang negara mengalir ke kantong pribadi oknum.
Proses hukum Ondim dipastikan berjalan sesuai prosedur hukum berlaku. Hak politik sang bupati terancam dicabut pengadilan tipikor nanti. Sejarah kelam Langkat menjadi pelajaran mahal bagi pejabat lain. Jangan pernah bermain api dengan uang rakyat jika takut bui. R-02

